Novel Ini Pindah Ke Novel Baru Yang Sudah Direvisi

Novel Ini Pindah Ke Novel Baru Yang Sudah Direvisi
eps.18 peraturan baru tuan muda


__ADS_3

Darren yang tadinya sudah meninggalkan ruang keluarga nya itu. dia segera memasuki kamar nya yang di dalam kamar itu terlihat Viola sedang memainkan ponsel nya. viola langsung terkejut melihat darren sudah berada belakang nya..


" Darren??? bisa tidak jngan membuat diriku selalu terkejut karna kehadiran mu yg tiba tiba itu !" kesal Viola


"tidakk" ketus darren


" kau itu keterlaluan sekali " gerutu Viola. "bagaimana jika nntik aku mati mendadak karna ulah mu itu, yg selalu membuat aku terkejut" ucap Viola memajukan bibirnya


"tutup mulut mu itu!!!" bentak darren


" kenapa kau malah membentak ku???? aku tidak melakukan apa pun yg membuat mu marah! " tanya Viola dengan suara gemetar nya


"jngan pernah membicarakan kematian di depan ku! karna aku tidak ingin mendengar nya" ucap darren dengan nada dinginnya


" kenapa tidak boleh??? bukan nya semua orang akan mengalami hal itu" timpal Viola yg tak mau kalah


"sudah ku bilang! jngan mengatakan hal itu" lirik Darren dengan nada nya yg mulai meninggi


" ba ba baiklah! aku tidak akan mengatakan hal itu di depan mu" Viola menundukkan kepalanya dan merasa gemetar di tubuh nya karna aura dingin dari darren


" gadiss pintarr!" seru darren dengan suara berat nya, dan Viola hanya terdiam saja


darren segera pergi ke sofa yg ada di kamar nya dan membuka laptop pribadi nya. ia pun memainkan jari jari nya di atas keyboard laptop nya tersebut..


" sedang apa dia? setelah dia memarahi ku! dia langsung meninggalkan ku begitu saja. tanpa, meminta maaf atau menanyai keadaan ku sama sekali ! sepertinya dia memang tidak menyukai ku sedikit pun" gumam Viola yg merasa sedih


" mungkin aku nya saja yg merasa kalau seorang darren yg berhati dingin itu memiliki sedikit perasaan pada ku" lirih Viola di hatinya sambil melihat darren yg tengah sibuk dengan laptopnya


" istri kuu??? kau tidak lelah ?? karna terus menatap suami mu ini! " seru darren yg sadar kalau Viola terus menatap dirinya


" haaa?? egakk kok!!! siapa jugak yg menatap mu. aku hanya memandang lukisan yg ada dibelakang mu itu saja! kepedean banget sih !!" ujar Viola yg tak ingin darren mengetahui bahwa dia sedang menatap darren


"come on istri ku!! aku melihat nya cukup jelas. kau menatap ku bukan lukisan ku!" darren yang merasa yakin karna Viola menatap nya


"baik lah.. baikk lah.. Ku akui! sebenarnya aku dari tadi memang sedang memandang dirimu.. tapi,, emang nya salah yaa?? memandang wajah suami sendiri??" kesal Viola yg merasa darren tidak menyukai tatapan nya.


" tidakkk... aku tidak bilang kalau itu salah! hanya saja, sejak kapan seorang Viola Talisa mulai tertarik dengan pria yg selalu dia bilang singa dan dingin seperti es batu iniii ??" ujar Darren dengan senyum tipis di bibirnya.


viola yg mendengar nya pun langsung terkejut Karna mendengar perkataan darren yg masih mengingat bahwa Viola sering memanggilnya nya dengan panggilan singa dan seorang pria yg berkepribadian dingin seperti es batu..


" haaa??? kau masih mengingat kata kata yg ku ucap kan pada mu ??" tanya Viola dengan nada bingung nya


" tentu saja!! setiap perkataan mu, aku mengingat nya dengan sangat jelas. jadi, jngan pernah mengatai diri ku yg tidak ku suka. jika itu terjadi maka kau tahu betul kan apa akibatnya??" senyum Darren merasa senang karna telah membuat Viola mengingat kejadian malam itu yg terjadi pada mereka berdua..


" eh tu tuan ! maaf karna telah membuat diri mu merasa tidak nyaman dan tidak senang oleh kata kata ku" takut Viola


" no problem my wife .." seru darren


" tuan bisa tidak jngan berbicara bahasa Inggris pada ku, pelajaran bahasa Inggris ku ini sangat rendah tuan , jadi aku tidak mengerti apa yg tuan ucap kan " ujar Viola pada darren karna tidak mengerti apa yg di katakan Darren


" haduhhh!! bagaimana bisa aku mempunyai istri sebodoh diri mu" pekik darren yg memukul kening nya


" enak saja!!! aku tidak sebodoh yg kau pikirkan,, di sekolah aku termasuk siswa yg cukup pintar hanya saja di pelajaran bahasa asing itu aku tidak terlalu menyukai nya. jadi aku selalu tidur jika ada pelajaran itu!! " kesal Viola dalam hati nya


" maaf tuan karna membuat mu memiliki istri Sebodoh diriku.. seterusnya aku berjanji pada mu ! aku akan mempelajari bahasa Inggris" ujar Viola yg mengalah agar darren tidak marah padanya


" sejak kapan kau menjadi penurut dan mengalah seperti ini?? biasanya kau sangat keras sekali jika ada yg mengatai diri mu itu?" tanya Darren dengan suara datar nya


" hanya pada mu saja tuan aku akan terus menurut dan mengalah. namun, jika ada org luar yg seperti itu pada ku maka akan ku tonjok mulut nya itu!!!" ujar Viola dengan suara nya yg agak keras


"hahahahhah" tawa darren


"mengapa kau tertawa tuan??" bingung Viola yg melihat darren tertawa seperti itu


" dia kenapa?? belum pernah aku melihat dia tertawa sangat lepas seperti itu" gumam Viola


" kau itu lucu sekali !! baik lah sekarang ku tanya. bagaimana jika yg mengatai mu itu laki laki dengan tubuh yg besar, apa kau akan berani memukul nya ??" tanya Darren pada Viola yg masih tertawa


" tentu sajaaaaaa tidakk" jawab Viola yg membayangkan jika dia memukul org itu maka dia yg akan di pukul balik oleh org tersebut.


" hahahaha kau itu Viola " tawa darren yg melihat tingkah aneh Viola


" tapi tuan,,, mereka tidak akan menyakiti ku! " ujar Viola pada darren dan membuat darren langsung terdiam


" mengapa tidak ??" tanya darren dengan lirikan nya pada Viola


" karna jika mereka tau aku adalah istri dari tuan darren Abraham Khan.. maka mereka tidak akan berani menyakiti ku tuan " seru Viola Dengan mantap nya


"sok tau kamu!!" ketus darren yg melihat Viola sangat bangga menjadi istri nya, namun, hal itu jugak membuat dirinya sangat senang.


"emang nya kamu mau melihat diriku di sakiti org lain??" tanya Viola serius pada darren


" tentu saja tidak ada yg boleh menyakiti mu" seru darren sehingga membuat viola tersenyum


" kau jangan senang dulu! aku tidak akan membiarkan org lain menyakiti atau menindas mu Selain diriku " ujar darren dengan senyum sinis nya


" kauu itu benar benar sangat kejam" ucap Viola dan langsung menatap tajam Wajah darren


darren tidak mempedulikan kata kata Viola dan terus mengetik di laptop nya. dia begitu sangat serius dan mendiamkan Viola begitu saja setelah dia menindas Viola..


"dasarr singa!!" gerutu Viola karna kesal


" istrii ku!! sudah berapa kali ku bilang! jngan mengatai ku , karna aku bisa mengetahui nya dengan sangat jelas" ujar Darren yg masih fokus pada laptop nya


" haaa?? dia itu peramal atau hantu sih! bagaimana bisa dia tau kalau aku sedang mengatai nya" pikir Viola..


" kau tidak usah mencari tau mengapa aku bisa mengetahui isi pikiran mu itu istri ku! karna, sampai kapan pun kau tidak bakal tau" ujar darren pada Viola lagi yg sedikit tersenyum


" kau keterlaluan darren!!" kesal Viola


"sudah sudah aku tidak ingin berdebat... kau baca ini!!" Darren menghampiri Viola yg ada di depan nya dan melempar sebuah lembaran kertas pada Viola


" apa inii??" tanya Viola pada darren


" tidak usah bnyak bertanya. kau baca saja itu!!" ujar darren dengan nada dingin nya. menatap tajam ke arah Viola dan langsung duduk disamping Viola.


"emmm baik lah, akan ku baca" Viola segera membuka lembaran kertas yg di berikan darren padanya dan langsung membacanya


...PERATURAN BARU TUAN MUDA...



__ADS_1


pihak pertama berhak melakukan tindakan apa saja pada pihak kedua.




pihak kedua tidak boleh berhubungan dengan pria lain tanpa izin dari pihak pertama.




jika pihak kedua melanggarnya maka pihak pertama berhak menghukum pihak kedua.




...demikian pernyataan ini disampaikan, peraturan ini telah di setujui dari kedua belah pihak. sehingga tidak akan menimbulkan dampak negatif....


dengan ini saya sebagai pihak kedua menyetujui peraturan dari pihak pertama. terima kasih!


pihak pertama. pihak kedua


Darren Abraham Khan. Viola Talisa


setelah Viola membaca isi peraturan itu Viola merasa sangat kesal karna di dalam peraturan itu semua merugikan dirinya..


"peraturan macam apa ini?" tanya Viola dengan nada kesal nya


"kau sudah membaca nya kan?? jadi tidak mungkin kau tidak mengetahui nya!" seru darren pada Viola


" iya aku memang sudah membaca nya. tapi di dalam peraturan ini tidak ada yg menguntungkan diriku! dan malah merugikan ku sepenuhnya" Viola menatap kesal pada darren


"kau tinggal di kediaman ku. jadi hak ku untuk membuat peraturan disini! lagian di surat perjanjian pernikahan kita semuanya isi surat itu menguntungkan dirimu bukan?? lantas apa masalah mu jika di dalam surat peraturan ini menguntungkan ku??" ucap darren dengan nada berat nya


viola yg mendengar kata kata itu dari mulut darren pun merasa bersalah. karna, memang benar di dalam semua surat perjanjian pernikahan mereka darren akan membiayai kebutuhan Viola dan adik nya. masaan dia tidak bisa melakukan peraturan yg cuman ada 3 peraturan saja. sedangkan, di surat perjanjian pernikahan mereka saja lebih dari ini. yg membuat dirinya sangat merasa beruntung.


"aku salah. seharusnya aku mengikuti saja peraturan nya itu. darren sudah sangat membantu ku. dia sudah membiayai sekolah adik ku sampai ke jenjang yang lebih tinggi , dia juga sudah memenuhi segala kebutuhan ku dan membuat diriku memiliki keluarga baru disini! tapi aku malah membuat nya kesal dan kecewa karna protes dengan peraturan nya itu" gumam Viola yg merasa bersalah pada darren


"mengapa kau diam?? kau tidak menyetujui peraturan ini? jika kau tidak setuju, maka aku robek saja kertas ini" kesal darren yg hendak merobek lembaran peraturan itu


"tunggu!!!" henti Viola pada darren


" aku menyetujui nya! bagaimana bisa aku tidak menyetujui jika suami ku ini sudah membuat nya" ujar Viola sembari menatap darren


" bukan nya tadi kau memang tidak menyetujui nya" ketus darren pada Viola agar mengingatkan dirinya yg sempat tidak menyetujui peraturan yg telah di buat darren..


" tadi aku memang tidak menyetujui nya. ku pikir peraturan itu sangat aneh dan membuat ku terkejut"


" lalu apa yg membuat mu menyetujui nya" tanya darren menatap intens pada Viola


" itu karna aku merasa suami ku ini takut kalau aku memiliki hubungan dengan pria lain, sekarang aku tau sebenarnya, suami ku sedang cemburu dan membuat peraturan ini agar aku tidak bisa berbuat hal macam macam" ejek Viola asal pada darren


darren yg merasa bahwa yang dikatakan Viola pada dirinya itu benar pun langsung terdiam dan memalingkan pandangannya ke arah lain


" ada apa darren? apa yg ku katakan tadi benar?" tanya serius Viola


" sok tau kamu!" singkat darren pada Viola


"aku mendengar nya" pekik darren


"biarkan saja kau mendengar nya! kalau bisa kau dengar sekarang, singa! singa ! singa!" ejek Viola pada darren


" berani sekali kau berkata itu pada ku" tatapan tajam Darren pada Viola langsung membuat Viola terdiam


" maaf telah membuat mu marah" ucap Viola yg memanyunkan bibirnya


" emm,, kau tanda tangani peraturan itu sekarang juga! jika sewaktu-waktu kau melanggarnya aku akan ada bukti untuk menghukum mu"


" iya iya baik lah. kau itu memiliki aura yg sangat dingin sekali" ketus Viola


" sekarang ku lihat kau semakin berani pada ku" ujar darren yg menatap tajam Viola


" tidak!! aku tidak berani. mungkin kau nya saja yg terlalu baper" bela Viola pada dirinya


" baperr??" bingung Darren karna tidak pernah mendengarkan kata-kata itu


" iya baper! kau tidak tau?? " tanya Viola


" tidak!" ujar darren dengan suara datar nya


" ah yasudah lah jika kau tidak tau.. aku juga tidak ingin memberi tahu mu. oh iya ! sore ini aku boleh keluar tidak? aku mau menjumpai sahabat dan juga adik ku" Viola meminta izin pada darren


" tentu saja boleh" seru Darren


" benarkah??" viola menatap darren dengan mata nya yg berbinar-binar


" of course dear!! tapi ada syaratnya" senyum licik Darren yg sudah terlihat


" haa?? syarat apa?"


" kau harus memberi tau diriku apa itu baper!" ujar darren pada Viola


" kau masih penasaran dengan kata kata receh itu??" tanya Viola yg tidak percaya bahwa seorang darren Abraham Khan memiliki rasa kepo yg cukup besar.


" tentu saja" singkat darren


" baik lah aku akan memberi tahu mu!! baper itu adalah singkatan dari kata bawa perasaan tuan Darren yg tampan" ejek Viola sembari menjelaskan pada darren


" ohh itu artinya. baik lah sekarang aku sudah tau!" ucap darren dengan wajah cuek nya


" sekarang kau sudah tau. boleh kan aku pergi nnti sore??" tanya Viola dengan antusias nya karna dia sudah merasa mendapatkan persetujuan dari darren


" ntah lah" singkat darren yg sedang memainkan ponsel nya


" Darren!! bukan nya tadi kau bilang padaku kau akan mengizinkan ku pergi jika aku sudah memenuhi syarat yang kau berikan itu!!" kesal Viola pada darren


" aku memang bilang begitu pada mu! tapi aku tidak bilang kalau syarat yg kuberikan pada mu itu cuman ada satu saja" ujar darren dengan tatapan sinis nya pada Viola dan senyum tipis di bibirnya karna sudah mempermainkan Viola


"kau itu darren!! benar benar keterlaluan.. sekarang beritahu ku apa syarat terakhir mu itu!" pekik Viola


" aku jugak tidak bilang kalau ini akan jadi syarat terakhir ku" puas darren yg sudah mengerjai Viola

__ADS_1


" ayo lah darren.. aku serius!!" marah Viola pada darren


" kau berani marah pada ku?" tanya darren dengan tatapan tajam nya


"tidak." singkat Viola yg langsung membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur dan tidak memperdulikan darren yg berada di sampingnya


"berani sekali kau membelakangi ku!" kesal darren namun tidak ada jawaban dari Viola


" baik lah baik!! aku minta maaf " ketus darren


"minta maaf tapi tidak ikhlas seperti itu. bagus tidak usah minta maaf saja sekalian!"


" kau itu !! tidak tau bersyukur.. masih untung aku mau minta maaf pada mu dari pada tidak sama sekali!" ujar darren yg semakin memanas


" yasudah tidak usah saja!! bukan nya tadi aku sudah bilang, jika kau tidak ikhlas untuk meminta maaf. maka, kau tidak usah minta maaf" Viola langsung membalikkan bada nya dan menatap tajam pada darren. darren yg melihat Viola sangat kesal pada nya pun langsung menghela kan nafas berat nya


" baik lah, ku akui aku salah! aku minta maaf" darren menatap Viola dengan tatapan tulus nya. viola yg mendapati tatapan tulus darren pun langsung memaafkan nya


"iya aku maaf kan.. aku juga minta maaf karna sudah berkata kasar padamu " ujar Viola..


mereka pun saling meminta maaf dan saling memaafkan.


tidak berapa lama kemudian Viola pun memberanikan dirinya lagi untuk meminta izin pada darren.


" darren" panggil Viola pada darren yg masih berada disampingnya tengah sibuk dengan ponselnya


"emmm" balas darren


" kau itu di panggil jawab nya cuman *emmm* saja!!" kesal Viola


" iyaa ada apa ?" darren langsung meletakkan ponselnya dan langsung menatap Viola


"boleh tidak nnti sore aku pergi menemui sahabat dan juga adik ku?" tanya Viola dengan nada yg pelan


"jika kau ingin menemui adik mu, aku akan menyuruh nya untuk kemari dan menemui mu" ujar darren pada Viola


" benarkah Tara akan kemari??" viola yg merasa tidak percaya bahwa adik nya sndri yg akan menghampiri dirinya


" kau menginginkan nya bukan?? tentu saja aku akan mewujudkan nya" jawab darren


"jadi sahabat ku jugak akan kemari??" tanya vila karna berpikir bahwa darren akan membawa Viola ke tempat tinggal nya yg sekarang


" tidakk" singkat darren membuat Viola terkejut


" tapi mengapa??" tanya Viola pada suami nya


" itu karna dia bukan keluarga ku! dia tidak boleh mengetahui dimana kediaman ku berada apalagi kediaman utama ini" jelas darren pada Viola


" baik lah jika begitu. aku saja yg menemui nya" ujar Viola yg langsung memutuskan untuk menjumpai sahabat nya


" aku tidak bilang akan mengijinkan mu untuk menemuinya!" lirik darren pada Viola


"ayo lah darren ku mohon,,, aku sangat merindukan sahabat ku itu" lirih Viola


" baik lah! kau boleh pergi jika kau mau mencium ku" syarat darren pada Viola diiringi dengan senyum kecil di bibirnya


"haa?? kau gila ya!!" pekik Viola


" yasudah lupakan saja !! kau tidak akan menemui sahabat mu itu" ancam darren


"tapii,," Viola tidak melanjutkan kata kata nya


" tapi apa?" tanya darren menatap Viola


" aku tidak terlalu pandai dalam hal ini" Viola langsung menundukkan kepalanya


" tidak papa.. aku akan mengajari mu!" seru darren pada Viola


viola pun langsung mendekati wajah nya pada darren dan langsung mecium darren dengan sangat cepat. sehingga membuat darren merasa sedikit kesal karna belum sempat membalas ciuman dari Viola.


" mengapa kau langsung melepaskan ciuman mu itu??" tanya darren intens pada Viola


" bukan nya kau bilang aku hanya mencium mu saja? masalah waktu durasi nya ku rasa itu tidak penting karna yg terpenting kan ciuman nya" ujar polos Viola


" dasar Gadis bodoh!!" seru darren membelai rambut Viola


" emang nya aku salah ya??" tanya Viola


" tidak kau tidak salah. sini ku ajari kau cara yg sebenarnya dalam berciuman" senyum Darren pada Viola.


darren pun langsung menarik tubuh Viola lebih dekat lagi padanya. viola yg menerima perlakuan itu dari darren hanya merasa terkejut dan bingung. Darren yg tadi nya tidak bisa membalas ciuman dari Viola, ia pun segera menyatukan bibir nya kearah Viola. viola yg menerima ciuman dari darren hanya terdiam. tanpa, membalas. karna, dia benar benar tidak tau cara nya membalas ciuman darren padanya. darren terus menuntun Viola agar membalas ciuman nya, Viola yg merasa tuntunan dari darren pun mulai perlahan membalas ciuman suaminya itu. ciuman mereka pun berlangsung dengan waktu yg agak lama. sehingga, membuat Viola hampir kehabisan nafas nya. viola tidak pernah melakukan hal ini sebelum nya. sehingga membuat diri nya tidak bisa mengatur nafas nya dengan baik, darren yg melihat Viola sudah mulai kehabisan nafas nya. ia segera melepaskan ciuman nya itu pada Viola..


" ada apa ??" tanya Viola bingung karna darren melepaskan ciuman nya


" tidak ada apa apa" singkat darren pada Viola


" kau tidak menyukai bibir ku??" viola bertanya dengan wajah polos nya


" hahahaha kau itu " tawa darren karna melihat istrinya yg merasa darren tidak menyukai ciuman Viola


" kau tertawa??" bingung Viola


" aku sengaja melepaskan ciuman ku pada mu!!" ujar darren


" tapi kenapa?" bingung Viola


" jika aku melanjutkan nya, maka kau akan meninggal!! karna kehabisan nafas mu itu" seru darren pada Viola, Viola yg mendengar nya pun merasa malu karna ketahuan oleh darren bahwa dirinya sudah mulai tidak bernafas oleh ciuman darren itu


" emmm begitu ya!!" seru Viola pada darren


" kau boleh menemui sahabat mu sore nntik!! tapi kau akan pergi bersama para bodyguard ku untuk menjaga mu agar tidak terjadi apa apa" ujar darren


" aku bisa melindungi diri ku sndri darren! kau tidak usah repot-repot menyuruh bodyguard mu itu mengawal ku" gerutu Viola


" pilih tidak usah pergi atau pergi tapi kau akan di kawal ha??" tanya darren dengan nada nya yg meninggi


" oke baik lah aku akan pilih tetap pergi walaupun dikawal oleh bodyguard mu itu" ketus Viola


darren pun langsung membaringkan tubuhnya untuk beristirahat sejenak. begitu juga dengan Viola yg disuruh oleh darren untuk menemani nya di kamar..


mereka pun akhirnya tidur bersama untuk kedua kali nya...


^^^bersambung.....^^^

__ADS_1


...****************...


__ADS_2