
kediaman one drn.khan..
jam sudah menunjukkan pukul 3 sore. suara alarm Darren terus berbunyi. akhirnya Viola terbangun dari tidurnya karna mendengar suara alarm darren. ketika dirinya terbangun ia sudah tidak melihat darren yg tadinya berada disampingnya.
" kemana ya Darren??" bingung Viola yg sudah tidak melihat keberadaan suaminya itu
"ah yasudah lah.. mungkin dia sedang ada diruang kerja nya" pikir Viola
viola pun langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya itu. ia segera merendam kan dirinya kedalam bathtub dengan busa yg melimpah. setelah cukup lama dia merendam kan dirinya di dalam bathtub. viola segera membersihkan diri nya dari busa dengan shower dan keluar dari dalam kamar mandi. ia pun langsung mengenakan baju nya..
ketika Viola hendak menyisir rambut nya yg basah itu. tiba tiba ia mendengar suara yg lumayan besar dari arah bawah.
"siapa sih yg berteriak?? ribut sekali!" kesal Viola
" kakak ooo kakak" teriakan dari seseorang
" kakak?? apa jngan jangan itu Tara ya" senang Viola dan langsung keluar dari kamarnya untuk melihat siapa yg datang
"kakak aku datang!" teriak Tara dari arah bawah agar kk nya melihat dirinya
" taraa..." panggil Viola dengan wajah yg sangat bahagia
" kakak aku merindukan mu!" lirih Tara yg membuat Viola langsung berlari kebawah menghampiri Tara dan memeluk adik nya itu
" Kaka juga merindukan mu Tara" ujar Viola yg sangat bahagia bertemu adik nya setelah beberapa hari tidak bertemu
" Kakak??" panggil Tara
" iyaa Tara" jawab Kakak nya dengan lembut
"Kakak bahagia disini??" tanya serius pada kakak nya
" tentu saja Tara !! keluarga tuan es itu sangat menyayangi kakak Tara" ujar Tara pada adik nya agar adik nya tidak menghawatirkan dia..
"tuann es kak??" tanya Tara pada kakak nya
" iya Tara. tuan es itu tuan darren! kakak ipar mu" seru Viola pada adik nya
" haa??? sudah berubah kak? bukan nya kakak memanggil nya dengan panggilan singa ?? tapi sekarang kenapa menjadi tuan es?" tanya Tara bingung pada kakak nya
" tidak berubah Tara sayang. Kakak jugak tetap memanggil nya singa jika kk benar benar kesal padanya. dan pada saat dia menindas kakak mu ini" jawab Viola pada adik nya
" lantas kalau tuan es apa kak?" tanya Tara kembali
" kalau tuan es itu adalah ketika kakak ipar mu itu bersikap lembut pada kakak. namun, tiba tiba dia kembali cuek dan dingin pada kakak mu ini. maka kakak akan memanggil nya tuan es!" ujar Viola dengan senyum nya karna dia tidak percaya bahwa dirinya bisa membuat nama panggilan yg sangat masuk akal
" hahahaha kakak ini ya... lucu sekali! bisa bisa nya membuat nama panggilan itu pada suami nya sendiri" tawa Tara pada kakak nya
" kau itu Tara, senang sekali menertawakan kakak mu ini!. oh iya bagaimana sekolah mu?? sebentar lagi kau akan lulus bukan?" tanya Viola pada adik nya
" iya dong kak.. aku jugak mendapatkan nilai yg sangat bagus ketika ujian kak" jawab Tara dengan percaya diri nya
" baguss adik ku!! kau melakukan nya dengan sangat bagus. kau harus membuat ku bangga Tara! jngan men sia sia kan pengorbanan diriku ini yaa adik manja ku!!" ejek Viola pada adik nya sekaligus menasehati adik nya itu
" tentu saja tidak kak!! aku akan membuat mu bangga karna telah mempunyai adik seperti ku" semangat tara pada kakak nya
"anak pintar!!" viola mengelus rambut adikk nya
" kak.. dimana suami mu??" tanya Tara pada kakak nya itu.
" ntah lah,, kakak jugak tidak tau. mungkin dia sedang ada di ruang kerja nya untuk menangani urusan perusahaan" seru Viola
" oh iya kak. lihat ini !!" tunjuk tara pada kakak nya itu
" handphone baru?? dari mana kau mendapatkan nya?" tanya Viola pada adik nya.
" ada deh!!" seru Tara yg membuat kakak nya menjadi kesal
" taraaa!! kau tidak mencuri kan??" ujar kesal Viola pada Tara
" kakak! mana mungkin aku berani melakukan itu! kakak kan tau kalau mama melarang kita untuk berbuat hal itu!" kesal Tara pada kk nya
" lalu, dari mana kau mendapat uang untuk membeli handphone semahal itu ha??" tanya serius Viola pada adik nya
__ADS_1
" aku tidak mau memberitahu mu kak!" ujar Tara yg membuat kakak nya menjadi marah
" taraa!! sejak kapan kau merahasiakan sesuatu pada ku??" pekik viola pada adik nya itu. Tara yg sudah melihat kakak nya itu marah, ia segera memberitahukan Viola.
" iya iya deh kak! aku minta maaf.. handphone ini dari Kakak ipar" jujur Tara pada kakak nya
" dari darren?? " tanya Viola
" iya kak. dari suami mu! dia bilang aku akan memakai ponsel ini mulai sekarang. agar dia mudah menghubungi ku dan gampang mencari ku jika aku kabur!" kesal Tara yg mengingat larangan dari darren
" maksud mu Tara?? tanya Viola dengan bingungnya.
" haduhhh kakak ini ya!! polos boleh kak tapi bodoh jangan!" ejek Tara pada kakak nya dan langsung tertawa karna kakak nya terlalu polos
" Tara kau sudah mulai tidak sopan pada ku ya!" bentak Viola pada adik nya itu
" he he he baik lah kakak ku sayang. aku minta maaf!" seru Tara pada Viola
"maksudnya itu kak!! kakak ipar telah menaruh gps tracker smart phone di ponsel ini kak" ujar Tara pada kakak nya
" aku tidak ngerti bahasa Inggris Tara. berbicara lah bahasa Indonesia!!" kesal Viola pada adik nya
"itu salah kakak sendiri!! kakak dulu ketika sekolah termasuk siswa yg sangat pintar. tapi mengapa nilai bahasa asing kakak sangat buruk??" ejek Viola pada kk nya
" karna aku tidak menyukai bahasa luar! aku lebih menyukai bahasa negara ku sendiri" jelas Viola pada adiknya
" Kakak tapi bahasa Inggris sudah termasuk bahasa sehari-hari sekarang! jadi kakak harus mempelajari nya" saran Tara pada kakak nya
" iya iya nntik akan ku pelajari. sekarang beritahu apa maksud kata kata mu tadi!" ujar Viola pada adik nya
" gini loh kak! GPS tracker smart phone itu artinya adalah Ponsel pintar pelacak lokasi seseorang yg ingin di lacak keberadaan nya kak!" jelas Tara pada kakak nya.
" untuk apa dia melakukan itu pada ponsel mu Tara??" tanya Viola
" aku jugak tidak tau kak!! dia cuma bilang. dia tidak akan membiarkan ku kabur dengan hutang hutang ku pada nya kak" kesal Tara
" hutang mu kan sudah aku yg menanggung biaya nya dengan menikahi nya. lantas, mengapa si singa itu melakukan hal yg tidak seharusnya dilakukan dia!" kesal Viola pada darren
" aku tidak tau kak!" ketus Tara pada Viola karna masih bertanya alasan darren melakukan nya
" istrii kuu!!! siapa yg kau sebut org keterlaluan itu???" suara darren dari arah atas yg melihat perdebatan antara adik dan kk itu.
viola yg mendengar suara berat darren. ia pun langsung membalikkan badannya dengan perlahan
" darren??" ujar Viola dengan wajah gugup nya
"siapa org yg kau sebut keterlaluan itu Viola Talisa??" tanya darren tanpa ekspresi apa pun dan langsung turun kebawah menghampiri Viola dan Tara
" hayoo kakak!! kakak ipar kelihatan nya mendengar semua perkataan dan ejekan mu pada nya tadi " Tara menyenggol lengan kakak nya sambil berbisik pada Viola
" diamm kau!!" kesal Viola mencubit pinggang adik nya itu
"aww sakit tau!!" pekik Tara
" rasain!! siapa suruh kau menakuti ku" ketus Viola pada adik nya..
darren yg terus memandangi wajah Viola pun. langsung berdiri di hadapan Viola dan memandang tajam wajah Viola..
" darren aku tidak bermaksud mengatai diri mu, suerr deh!" ujar Viola sembari mengangkat tangan kanan nya✋.
" benar kah itu adik ipar??" tanya darren pada Tara yg langsung membuat Tara terkejut.
viola yg melihat darren bertanya pada adik nya itu. ia pun segera memberikan aba aba pada Tara agar membela dirinya. Tara yg melihat kode dari Viola langsung menganggukkan kepalanya pada Viola
"tentu saja benar tuan" ujar Tara pada darren
" aku ini kakak ipar mu. jadi panggil aku seperti kau memanggil kakak mu ini" perintah Darren pada Tara
" baik tuan eh maksudnya kakak" seru Tara menatap gugup pada darren
" gadis pintar!" ujar darren
" istri ku ! ada apa?? sepertinya kau gugup sekali??" tanya darren pada Viola
__ADS_1
" tidak.. aku tidak gugup" elak Viola pada darren
" aku gugup. karna, aku takut kau akan melakukan hal seperti kejadian hari itu. karna aku telah mengatai dirimu " gumam Viola dalam hatinya
" istri ku! kau tenang saja aku tidak akan menghukum mu !" darren menatap Viola dengan senyum kecil nya
" bagaimana dia bisa tau yg ada di dalam pikiran ku sih!!" gumam Viola
" emmm baiklah tuan darren. terima kasih karna telah memaafkan diriku ini" kesal Viola pada darren..
Tara yg melihat kakak nya seperti langsung tertawa kecil. sehingga mendapat tatapan tajam oleh kakak nya dan membuat dia langsung membisu.
sementara darren hanya diam sembari menatap Viola.
" tuann?? boleh tidak aku bertanya??" viola menatap wajar datar darren
"bertanya lah" jawab darren singkat
" mengapa tuan membuat pelacak di ponsel adik ku?" tanya Viola serius
" tentu saja agar dia tidak kabur" ujar darren tanpa ekspresi apa pun
" bukan nya aku sudah Menganti hutang adik ku dengan menikah pada mu tuan?? lantas mengapa kau masih mengurung kebebasan nya?" kesal Viola pada darren
" kau itu bodoh sekali!!" darren menghela nafas panjang nya
"maka jelas kan pada ku! agar aku mengerti" kesal Viola. sementara Tara hanya menjadi pendengar yg baik saja..
" aku melakukan itu agar, ketika adik mu berada di luar negri dia tetap akan aman. karna, masih dalam pengawasan ku!! jika terjadi sesuatu pada adik mu itu. aku akan mudah mencari keberadaan nya. itu ku lakukan agar kau tidak terus mengkhawatirkan keadaan adik mu itu" jelas darren dengan nada berat nya
viola yg mendengar perkataan dari darren pun langsung merasa bersalah karna sudah salah paham padanya.
" maaf kan aku darren! aku telah salah sangka pada mu. kupikir niat mu itu buruk tapi, ternyata tidak. terimakasih darren telah melakukan banyak hal untuk ku dan adik ku" seru Viola sembari menatap darren dengan mata nya yg berkaca kaca
"tidak usah berterimakasih! itu ku lakukan karna sudah ada di surat perjanjian pernikahan kita. jika aku tidak melakukan nya maka aku termasuk telah mengingkari nya. aku tidak pernah tidak menempati janji janji ku!" seru darren menatap dingin Viola
" tunggu dulu kak!! maksud mu aku akan keluar negri itu apa kak?? mengapa aku tidak mengetahui nya?" Tara mulai angkat bicara karna namanya di sebut sebut oleh mereka
" kau tanya saja pada kakak mu itu!" ketus darren dan langsung naik ke atas untuk melanjutkan pekerjaan nya yg sempat tertunda karna mendengar Viola mengatai diri nya.
" kau mau kemana??" teriak Viola yg melihat darren sudah menjauh dari mereka
" keruang kerja ku!! aku tidak ingin melihat perdebatan adik kakak kalian yg menjijikkan itu!" ujar darren yg terus melangkah maju
" cihh.. dasar singa!! kata kata nya itu selalu menyakiti perasaan seseorang" ketus Viola
" kakak!! jawab dulu maksudnya apa?" kesal Tara pada kakak nya
" Tara sayang,, setelah kau tamat sekolah. tuan darren akan membiayai kuliah mu di Perancis. agar kau bisa mencapai cita cita mu menjadi seorang hakim" seru Viola pada adik nya
"kenapa tidak kuliah disini saja kak?? aku tidak bisa jauh dari mu" lirih Tara pada kakak nya
"adik ku sayang.. kuliah di sana sangat bagus! jika kau cepat menyelesaikan nya maka kau akan segera pulang. tapi jika kau lama menyelesaikan skripsi nya maka kau akan sangat lama disana" ejek Viola pada adiknya
" tapi, kak aku tidak mau " Tara terus merengek
" Menurut lah Tara!! semua ini untuk masa depan mu" Viola menatap adik nya dengan tatapan yg sangat lembut
" emm baiklah kak. aku tidak bisa menolak jika itu sudah keputusan mu!" ujar Tara menundukkan kepalanya
" sudah Tara sayang. jngan murung seperti ini! oh iya kakak mau kerumah kak Shelly . Tara mau ikut??" tawar Viola agar adik nya tidak sedih lagi
"kerumah kak Shelly kak? aku ikut dong! aku sangat merindukan nya kak. apa lagi sama ejekan nya pada kakak" seru Tara yg langsung gembira ketika ingin kerumah sahabat kakak nya itu
" kau itu adik kecil ku!! senang sekali melihat Kakak mu ini di ejek oleh org lain" ketus Viola pada adik nya
" tentu saja kak!!" tawa Tara pada kakak nya
" yasudah kau tunggu di ruang tengah dulu saja! karna, Kakak harus menyisir rambut kakak dulu dan mengambil tas. jika sudah selesai kakak akan segera turun! oke sayang?" ujar Viola pada adik nya
" okayy kak! akan ku tunggu" semangat Tara pada Viola.
viola pun segera melangkah kan kakinya keatas dan kembali kekamar untuk melanjutkan hal yg sempat terhenti oleh kedatangan adik nya itu..
__ADS_1
^^^bersambung....^^^
...****************...