Pacarku Adalah Ayah Tiriku

Pacarku Adalah Ayah Tiriku
Hari Senin


__ADS_3

Hari adalah hari senin dimana banyak sekali para pegawai kantor,pekerja pabrik terutama aku anak sekolahan waktunya untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.Tepat hari ini aku sudah memasuki sekolah menengah atas.Tapi hari ini kita tak datang kesekolah melainkan kita melakukan pembelajaran lewat online sebab masih ada pandemi yang tak memperbolehkan para siswa untuk melakukan kegiatan belajar mengajar.Aku sudah bersiap memakai pakaian putih abu abu serta memakai dasi.Aku membuka laptopku dan online.


Pertama dibuka dengan sambutan dari kepala sekolah SMA SEJAHTERA setelah itu kita diperkenalkan dengan wali kelas kami bernama Bu Rika.


Ku lihat dilayar laptopku banyak sekali wajah wajah murid baru yang satu kelas denganku.Kebetulan aku berada diruang kelas X A, kami semua disuruh oleh Bu guru untuk memperkenalkan diri masing masing.


Assalamu'alaikum perkenalkan nama saya Lidya Ramadhani.Umur saya 17 tahun alamat rumah saya di Wonokromo.Senang berkenalan dengan kalian semua


Terima kasih.


Setelah kami berkenalan semuanya.Aku segera menutup laptopku dan bergegas menemui ayah.Hari ini memang hanya perkenalan murid baru jadi aku tak perlu membuka laptopku lagi.


Sebenarnya aku tak begitu menyukai pembelajaran lewat online sebab kurang efektif saja dan membosankan.Aku lebih senang bila bertatap langsung dengan teman teman yang lain.


Tapi mau bagaimana lagi keadaan lah yang membuat kita semua seperti ini.Semoga pandemi segera berakhir dan kita semua bisa dapat bersekolah kembali seperti semula.


Aku bergegas menemui ayah yang ketika itu masih berada di kamar mandi.Ku ketuk pintu kamar mandi dan ayah menjawab.


Tok tok..tok..tok ... .Suara ketukan pintu dari luar pintu kamar mandi.


"Ada apa Lidya? (jawab ayah)


"Apa ayah sudah selesai mandi? (ujarku yang sedikit berteriak)


"Ini mau selesai, kenapa kamu kebelet ya? (ujar ayah sambil tertawa kecil )


"Enggak kok, Lidya mau bilang kalau ini sudah pukul setengah delapan.Apa ayah gak terlambat masuk kantor? (tanyaku )


"Enggak nak! (jawab ayah)


"Kalau begitu Lidya nungguin ayah dimeja makan ya,kita makan bersama (ujarku pada ayah)


Aku menuju keruang makan,nampaknya disana ibu sudah menyiapkan makanan yang dimasak olehnya ada sayur sop,tempe tahu goreng,ayam goreng,sambal bawang dan tak lupa kerupuk.Aku mencium aroma yang sangat lezat dan ingin sekali segera mencicipi masakan buat ibu tapi masih menunggu ayah yang belum selesai mandi.

__ADS_1


Dan bebarapa menit kemudian ayah menuju meja makan dengan pakaian kantornya.


"Wahh, hari ini makanannya enak nih!.Yuk langsung makan bareng (ujar ayah yang kelihatannya segera ingin makan masakan ibu)


"Ayah kok semangat sekali hari ini .Apakah ada sesuatu yang buat ayah bahagia?(kataku )


"Enggak juga kok, entah kenapa hari semangat kerja aja (ujar ayah yang hendak mengambil piring.)


"Ohh ya mas,semalam Linda telepon dia minta uang untuk biaya kuliahnya mas (ujar ibu)


Seketika ayah berhenti menyuap makanan yang hendak ia masukkan kedalam mulutnya.Ekspresinya pun berubah ketika ibu mengatakan hal itu dan ia hanya menjawab


"Iya dek,mas akan kirim uang buat Lidya besok kalau mas sudah gajian (jawab ayah lesu)


"Mas, kalau memang keuangan kita kurang aku bisa kok kerja bantuin mas.Agar kita bisa membiayai kuliah anak kita .Apalagi sekarang Lidya sudah memasuki SMA pasti butuh banyak biaya .(ujar ibu dengan nada yang sedikit tegas)


"Mas kan sudah bilang dek, mas akan berusaha cari uang tambahan atau apalah yang penting bisa membiayai kuliah Linda.Sekarang juga lagi ada pandemi dek,banyak karyawan yang di phk, banyak mall tutup karena bangkrut.Misal kamu mau bantu mas untuk kerja,memang mau kerja apa? (ujar ayah menasehati ibu)


"Ya sekiranya,aku bisa bantu mas biar kita bisa cukupin kebutuhan Lidya dan Linda.


"Mas tau,sebenarnya kamu ingin mas membuktikan kepada mama kamu kalau mas bisa membiayai sekolah anak kita.Apa itu maksud kamu dek?. (kata ayah sedikit marah)


"Enggak mas, aku hanya gak ingin kamu bekerja sendiri mas.Niatku hanya ingin membantu saja tak ada niat yang lain.(ujar ibu yang lemah)


Aku disana hanya bisa melihat dan memandangi mereka berdua tanpa berkata apapun sambil aku meneruskan untuk makan.


Aku sudah terbiasa dengan hal itu tiap hari.Dan aku hanya bisa diam dan hanya bisa berharap agar ayah dan ibu tak mempersoalkan itu lagi.Sebenarnya masalah ini sudah sejak dari dulu,kakakku diambil paksa sama nenek karena waktu itu kak Linda terpaksa tak bisa meneruskan sekolah ke jenjang SMP karena biayanya yang sangat mahal dan pada waktu itu juga ayahku di-PHK dari pekerjaan tanpa pesangon apapun.


Dari situlah nenekku marah ke ayah dan membawa paksa kak Linda ke Jakarta tinggal bersamanya.Ketika itu aku masih umur 7 tahun yang masih bocil dan tak mengerti apapun.


"Ya sudah, mas mau berangkat kerja dulu.Lidya anakku hati hati ya dirumah,kalau mau keluar selalu pakai masker ya. (kata ayah menasehati ku.)


"Siap ayah,Lidya akan selalu patuhi protokol kesehatan dari ayah .(jawabku seraya memegang tangan ayah dan mencium tangan)

__ADS_1


"Mas,pergi kerja dulu ya dek!.(kata ayah berpamitan pada ibu)


"Iya mas,hati hati . (ucap ibu lesu)


Ayah melangkah pergi untuk menjemput rezeki untuk keluarganya.Sementara itu aku membantu ibu untuk membereskan bekas piring yang tadi habis selesai makan dan mencucinya.


Sementara itu ibu masuk kekamar tanpa bilang apaapun ke aku.Tapi aku sudah paham akan semua ini karena ibu tak terlalu dekat denganku.Jika ia ada masalah ia tak pernah cerita denganku melainkan ia lebih untuk berbicara dengan kak Linda lewat telepon.


Tak ada rasa iri pun juga dengan kak Linda karena aku tau betapa rindunya seorang ibu kepada anaknya.


Aku hanya berharap sama semoga ibu bisa bertemu dengan kak Linda begitupun aku yang ingin bertemu dengan kakakku secara langsung.Dia orangnya cantik tapi terkadang ada salah satu sifatnya tak aku sukai yaitu egois dan mau menang sendiri.


Setelah aku selesai mencuci piring.Ku segera menuju ruang tamu untuk melihat televisi.Acara televisinya semua berita tentang covid-19 dan channel lainnya juga sama membosankan.


Tiada hentinya berita covid-19,ohh tuhan kapankah pandemi ini berakhir biar aku bisa bersekolah lagi.Tanpa harus mengikuti pembelajaran lewat online.


Selang beberapa lama ibu memanggilku dari dalam kamar.


"Lidya sini nak!.Bolehkah ibu minta tolong sama kamu? (tanya ibu)


"Ya boleh lah Bu,aku kan anak ibu juga.


Kenapa juga harus berkata seperti ini?(kataku)


"Ibu merasa bersalah sama kamu


Lidya.Karena ibu sering sekali mengacuhkanmu bila ayahmu marah sama ibu.Niat ibu hanya ingin membantunya tapi selalu disalah artikan sama ayahmu.(kata ibu dengan sendu)


"Iya bu,Lidya ngerti kok.Mungkin saat ini ibu tak usah cari pekerjaan dulu sebab sekarang masih pandemi.Lagian kalau ibu kerja terus Lidya sama siapa dirumah.Apa nasib Lidya sama dengan kak Linda?.(kataku kepadanya sambil memegang tangan ibu berusaha untuk menenangkannya)


"Makasih ya sayang kamu memang anak yang paling mengerti keadaan ibu dan ayahmu. (ujar ibu sambil memelukku)


"Iya bu sama sama.(akupun membalas pelukannya)

__ADS_1


Setiap hari memang kita berdua dirumah.Kebetulan hari ini aku tak ada kegiatan apapun jadi aku membuka laptopku saja dan mulai menonton drakor bukannya membuka pelajaran melainkan nonton film.Itulah kebiasaanku kalau lagi bosan dirumah.


__ADS_2