
Setelah ayah dan ibu makan siang bersama didalam kantor.
Ibu pamit ke ayah untuk pulang kerumah.Tangan ayah memegang tangan ibu sesekali ia mengelus rambut pirang ibu yang bergelombang didepan para karyawannya.
Ayah mengira para karyawan yang lain sedang sibuk bekerja.Ternyata mereka malah melihat kemesraan dua insan yang dimabuk cinta lagi.Sempat malu sampai disorakin yang lain.
Jadi ibu terburu buru langsung pulang.Tanpa bilang salam untuk ayah.
Dari sudut kantor terlihat ada dua orang yang tampaknya tak suka dengan kemesraan mereka.
Mereka memandang dengan tatapan tak suka.Dengan muka yang kesal dan tampak mengepalkan tangan.
Tiba tiba Andre berlari menuju luar kantor bergegas mencari ibu.
Tapi kelihatannya ia sudah pergi jauh.
Tampak dari belakang ada yang memegang punggung Andre.Lalu ia pun menoleh kearahnya.
"Ngapain kamu lari sampai keluar kantor? (tanya Clara curiga)
"Pasti kamu sudah tau lah. Alasan aku berlari kesini. (ujar Andre sambil menyulut rokok)
"Apa perlu aku bantuin nih? (ucap Clara)
"Kamu yakin mau bantuin aku.Sepertinya ada maksud tersembunyi dibalik bantuan kamu. ( ujar Andre tertawa songong)
"Ya enggak lah, aku bakalan bantuin kamu untuk dapatkan dia.Kamu ingin menang taruhan kan?. (ucap Clara )
"Kamu tau darimana kalau aku taruhan sama teman kantor? (Andre kaget Clara mengetahui rencananya )
"Kamu gak perlu tahu aku tau darimana.
Yang penting aku akan bantuin kamu untuk menang taruhan sama teman kamu. (ujar Clara sambil tersenyum licik)
"Tapi tidak hanya taruhan saja sih! Aku juga ingin membuat Firman jatuh kedalam sumur yang dalam. (kata Andre dendam)
"Apa maksud kamu? (tanya Clara heran)
"Aku mau posisi Firman digantikan olehku.
Sontak Clara sangat kaget dengan rencana Andre itu.Ternyata bukan hanya dia yang menginginkan jabatan sebagai Manager melainkan ada orang lain juga.
Tanpa berpikir panjang Clara pun menyetujuinya.Dan ia bersedia membantu Andre untuk menang taruhan dan membantunya untuk menduduki posisi jabatan sebagai Manager.
__ADS_1
"Baiklah aku bersedia membantumu.Asalkan kamu juga mau bantu aku. (ujar Clara licik)
"Bantu dalam hal apa? Apakah sama seperti ku? (tanya Andre)
"Bukan ,aku hanya butuh jemputan saja ketika aku berangkat dan pergi kekantor.Soalnya mobilku ada dibengkel selama 2 bulan belum selesai diperbaiki. (ucap Clara tertawa lucu)
"Kukira apaan! Iya nanti aku jemput tapi naik motor .Mau gak kujemput pakai motor? (tanya Andre)
"Kalau bisa mobil lah,tapi ya udah dari pada gak bisa ngantor.Masalahnya kalau naik taxi online takut.Kamu tau sendiri kan sekarang masih pandemi. (ujar Clara )
"Iya sih,tapi perusahaan kita masih beruntung masih diperbolehkan untuk melakukan aktivitas kerja. (kata Andre )
"Udahlah, kita masuk lagi kedalam nanti ketauhan sama bos.
Andre mematikan rokoknya.Dan mereka berdua masuk kedalam kantor dan bekerja kembali.
Sementara dirumah,aku masih menunggu kepulangan ibu dari ajang perlombaan tersebut. Tiba tiba kudengar suara bunyi motor dari luar.
Kulihat ibu dari luar,membuka helm serta mencuci tangan dan kaki terlebih dahulu serta membuka maskernya.
Terlihat ibu membawa sebuah tropi juga.
"Akhirnya ibu pulang juga.Bagaimana bu perlombaannya? (tanyaku buru buru)
"Ibu menang nak! Ini lihat hadiah uang tunai dan voucher belanja. (ucap ibu senang sambil menyerahkan hadiah kepada ku)
Ketika aku melihat tropinya,tak sengaja aku menemukan sebuah amplop warna coklat kubuka isinya selembar kertas kontrak.
Kubaca dengan seksama,teliti. Lembaran kertas itu adalah lembaran kontrak kerja.
"Bu, ini lembaran kontrak kerja ya? ( ucapku sambil menunjukkan lembaran kertas itu)
"Iya nak! Tapi ibu masih bimbang,mau ibu tanda tangani atau enggak. (ucap ibu bimbang)
"Apakah ibu sudah beri tau ayah kan? (tanyaku )
"Sudah,tadi ibu datang kekantor ayahmu suntuk membawakan makan siang sekalian ibu tunjukin kertas itu. (jawab ibu pelan)
"Terus ayah bilang apa? (ucapku yang kepo)
"Ya katanya terserah ibu, tapi ibu masih bimbang. (kata ibu yang bimbang sambil memegangi lembaran kertas kontrak )
"Kalau ayah menyetui kenapa tidak? Berarti ayah mengijinkan ibu dong. (kataku bersemangat)
__ADS_1
"Ya tapi,nanti yang urusin rumah siapa? (ujar ibu bimbang)
"Kan ada aku Bu,aku sekarang jago masak kok!Beres beres rumah aku juga bisa. (jawabku dengan santai)
"Kalau hanya sekedar bersih bersih,ibu tau kamu pasti bisa .Tapi siapa nanti yang akan memasak dan melayani ayahmu.Menyiapkan segala kebutuhannya. (kata ibu yang semakin bimbang)
"Bu,tenanglah dulu.Ibu pasti belum minum air ,aku ambilkan dulu ya! (ucapku menenangkan)
"Ini ibu minum dulu biar tenang dan rileks. (ujarku dengan nada lembut)
Setelah ibu meminum air putih,aku mulai ulangi pertanyaanku tadi.
"Jawab dari lubuk hati ibu .Jujur dengan apa yang ibu inginkan.Mumpung ada kesempatan untuk menyalurkan bakat ibu yang dulu sempat tertunda. (kataku dengan semangat)
"Sejujurnya ibu ingin sekali tapi ibu takut saja tak bisa mengatur waktu kalau nanti bakalan sibuk. (kata ibu tenang)
"Didalam kontrak ini kan jelas sudah ada peraturannya.Jam operasional kerjanya jam 9 pagi,dan waktu pulang jam 4 sore .Jadi masih banyak waktu untuk mengurus rumah dan melayani ayah kan. (kataku sambil menunjukkan isi kertas kontrak itu)
"Benarkah,ibu tak sempat membaca sampai kesitu.
"Nanti ibu baca sendiri saja isi dari semua kontrak itu.Aku sudah sekilas membacanya.Dan menurutku tak ada yang dirugikan dalam isi kontrak itu .(jawabku bijak)
"Nanti kalau ayahmu pulang saja.Ibu akan membacanya lagi.Ibu mau ganti pakaian dulu . (beranjak dari sofa ruang tamu)
"Baju ibu kok kotor, kayak kena tumpahan kopi. (kataku sambil memegang baju ibu yang terkena kopi)
"Ya tadi, pas kekantor ayahmu ada laki laki yang gak sengaja menabrak ibu.Kopinya tumpah kebaju ibu. (kata ibu)
"Ohh aku kira kena apa gitu soalnya noda kopi kalau dibiarin kelamaan bakal susah hilang bekas nodanya. (ucapku yang masih melihat noda bekas kopi dibajunya)
"Ya mudah mudahan saja nanti bisa hilang.Sekalian ibu cuci ini sama mandi.
Ibu beranjak dari ruang tamu dan menuju kamar mandi.
Aku masih membuka selembaran kertas itu.Dan ketika aku baca seksama lagi ada isi dari kontrak itu yang membuat ku tak mengerti.Tapi apalah dayaku aku masih kecil jadi tak begitu paham akan sistem kontrak kerja.
Jam sudah menunjukkan pukul 19.00 .Semua karyawan kantor sudah mulai pulang.Ada juga karyawan yang masih nongkrong didepan kantor sembari membeli makanan untuk dibawa pulang.Meraka pun saling mengobrol satu sama lain.
Dalam obrolan mereka,sepertinya sedang membicarakan masalah pandemi covid-19.Bahkan ada wacana dari pemerintah kalau perkantoran akan melakukan WFH (Work For Home) bekerja dari rumah.
Semuanya ada yang setuju dan ada juga kesal dengan wacana tersebut.
Justru yang paling memprihatinkan adalah untuk para siswa yang sedang bersekolah karena banyak dari mereka yang tak mampu untuk membeli hp android dan laptop untuk mengerjakan tugas daring.
__ADS_1
Itu sangat menyedihkan untuk pendidikan.Sebab masih banyak anak yang tak mampu untuk membeli kuota internet.Dan bahkan ada yang lokasi rumahnya tidak bisa dijangkau oleh jaringan internet.Dan terkadang guru sangat merasa prihatin akan hal itu.Jadi sebagian guru ada yang rela mengunjungi rumah muridnya untuk mengajarkan pelajaran secara langsung.
Semoga pandemi cepat berlalu,virus akan hilang secepatnya.