
Sementara itu dirumah ibu dan aku sedang menunggu ayah.Tampak wajah ibu sangat cemas dan khawatir karena ayah sampai pukul delapan malam belum juga pulang.Ibu mondar mandir melihat keluar jendela apakah ayah sudah nampak apa belum.
Yang ibuku khawatirkan adalah takut ayah tak bisa mengendarai mobil sebab dulu pernah mencoba mengendarai mobil sempat tertabrak dan mengganti rugi.Aku pun menghampiri ibu dan mengatakan sesuatu.
"Bu,tak usah khawatir ayah pasti bisa kok bawa mobilnya.Apa lagi itu mobil perusahaan pastinya akan hati hati (ucapku seraya memegang bahu ibuku)
"Iya Lidya.Mungkin ayahmu terkena macet jadi pulang terlambat.(ucap ibu)
Selang beberapa menit,ayah pun datang dengan mengendarai mobil.Ibu langsung membukakan pintu dan segera menghampiri ayah.Keluarlah ayah dari mobil dengan pakaian kerjanya.
Ia langsung menghampiri ibu dan berkata.
"Maaf ya mas pulang telat.Kalian kan tahu kalau bawa mobil gak bisa nyelip nyelip jadinya harus teratur gak seperti bawa motor.(ucap ayah)
"Iya mas,masuk dulu.Nanti kita bicarakan didalam saja.(kata ibu)
Kami pun masuk kedalam rumah.Sementara ayah sedang mandi ibu mulai menyiapkan makan malam Jam sudah menunjukkan pukul 20.30 wib.Biasanya kita kalau makan malam jam 19.30 berhubung ayah terlambat pulang jadi kita makan sedikit agak malam.
Ayah pun sudah selesai mandi dan berganti pakaian dan menuju meja makan.
Hari ini ibu tak masak hanya makanan sisa tadi pagi yang masih ada hanya tak ada sayur sop karena sudah habis.
Ya jadi kita makan seadanya,bersyukur kita bisa makan.Diluaran sana masih banyak yang tak bisa menikmati makanan ini meskipun sederhana tapi nikmat.
Disela sela kita makan.Ayah bercerita sedikit mengapa ia dikasih mobil perusahaan sama bos.
"Ayah punya kabar gembira buat kalian. (kata ayah)
"Yah, kabar gembiranya nanti saja setelah selesai makan saja biar makannya tenang.Kan dalam Islam tak boleh makan sambil berbicara.(ucapku menasehati)
"Iya sayang,kalau begitu kita makan dulu ya!.(ucap ayah seraya mengusap kepalaku)
"Kamu itu mas,selalu nurut sama Lidya.(ucap ibu)
Kita pu menyelesaikan makan terlebih dahulu.Setelah itu ayah mengajakku dan ibu untuk mengobrol diruang tamu.Ayah ingin menceritakan kabar gembira yang ia katakan tadi .
"Ayah mau bilang sama kalian kalau ayah sudah naik jabatan.(ucap ayah)
"Benarkah itu mas .(kata ibu dengan senang)
"Iya dek,itu benar.Mas diangkat sebagai general manajer diperusahaan menggantikan pak Wisnu yang mengundurkan diri.
__ADS_1
"Alhamdulillah doa kita diijabah sama Allah .(ucap ibu penuh syukur)
"Selamat ya ayah.Lidya senang dengan kabar ini.Semoga ayah bisa mengemban amanah ini dengan jujur ya ayah.(ucapku dengan senang)
"Terima kasih ya sayang.Oh ya bagaimana dengan sekolah online kamu.Apakah lancar?.(tanya ayah)
"Lancar ayah cuman gak efektif saja.Aku lebih suka belajar disekolah.Gak bisa bertemu dengan teman baru.(ucapku sambil menghela napas)
"Ya diikuti saja peraturan pemerintah.Lagian ini masih pandemi jadi lebih baik belajar daring dirumah.Teknologi sekarang sudah canggih jadi gak perlu bingung sayang.(ucap ayah menasehati)
"Mas, berarti gaji kamu lebih besar dong dari yang sebelumnya.(tanya ibu)
"Ya kemungkinan dek.Doain saja gajinya lumayan besar dan bisa bayar uang kuliah Linda di Jakarta.(ucap ayah)
"Iya mas.
Setelah kita mengobrol nampaknya ayah sudah tampak kelelahan dan ingin segera beristirahat.Akupun juga ingin istirahat dan masuk kedalam kamar.
Didalam kamar aku masih tak bisa tidur.Kubuka laptop iseng iseng buka laman facebook karena sudah lama tak ku buka akun facebooku.
Pas aku buka kolom pertemanan banyak sekali permintaan teman.Kuscrool satu persatu kulihat banyak sekali teman cowok yang ingin berteman denganku.Tapi hal begitu sudah biasa sih, terkadang setelah aku konfirmasi banyak sekali yang inbox minta kenalan dan segala macam.
Jaman sekarang masih saja tertipu dengan foto.
Tanpa berpikir panjang aku langsung mengkonfirmasi pertemanannya.
Hanya beberapa saat dia langsung mengirimi aku pesan.
"Hai,salam kenal ya! (sapanya)
Dan secara tidak sengaja aku langsung spontan membalas pesan dia.
"*Hai juga.( balasku)
"Kamu asal mana? (balasnya)
"Aku dari Surabaya (balasku sambil senyum)
"Wahh, aku Jakarta salam kenal dari aku ya!(balasnya )
"Salam kenal juga dari aku .
__ADS_1
"Tetap jaga protokol kesehatan ya, tetap pakai masker jika keluar rumah (balasnya)
"Iya sama sama*
Aku tunggu balasan darinya, tapi dia lama tak membalasnya.Ya sudahlah mungkin itu hanya perkenalan yang sesaat ,namanya juga teman dunia maya pasti ada banyak bermacam macam karakter nya.
Kututup laptopku dan berbaring ke kasurku dan kututupi badanku dengan selimut,kumatikan lampu dan kupasang lampu tidur bewarna kuning.Semoga besok bisa menjalankan aktivitas sehari hari dengan sehat dan bugar.
Sementara itu didalam kamar ayah dan ibu.
Mereka ternyata masih belum tidur,berdua masih membicarakan tentang masa lalu,perjuangan mereka sampai ketitik bahagia ini.
"Dek, kamu masih ingat perjuanganku buat dapatkan hati orang tuamu.Meskipun kamu harus pergi dari orang tuamu dan mengikutiku ke Surabaya.(ucap ayah sambil memandangi wajah ibu)
Dulu ibuku adalah gadis yang sangat cantik.Sampai sekarang pun tetaplah cantik, rambutnya panjang bewarna pirang seperti orang bule,dan masih kelihatan sangat muda.Memang ibu dari dulu suka gonta ganti warna rambut.
Dan yang terakhir ia paling suka warna ini katanya lebih mirip kayak bule.
"Ya mas,aku bangga sama kamu karena kamu bisa perjuangin cinta kita sampai saat ini.Dan kita juga dikaruniai anak perempuan yang cantik.(ucap ibu)
Ayah merangkul pundak ibu dan menyuruh ibu untuk menyenderkan kepala kebahu ayah.
"Aku ingin sekali membahagiakan kamu dan anak anak kita terlebih lagi Lidya.Karena masih terlalu polos untuk menjalani ini semua.(ucap ayah)
"Iya mas.Oh ya mas kapan kita ke Jakarta jenguk Linda.(celetuk ibu)
"Mas juga gak tau.Masalahnya sekarang lagi pandemi juga,apa boleh kita ke Jakarta disaat seperti ini. (ucap ayah)
"Iya juga ya mas.Kita nunggu waktu yang pas saja ke Jakarta menunggu pandemi reda dan semoga pemerintah bisa mengambil langkah cepat untuk mengatasi ini .(ucap ibu dengan nada sendu)
"Iya kita berdoa saja.Semoga ada jalan keluar dibalik ini semua.
"Amin .(ucap ibu)
"Kita tidur yuk, sudah larut malam.Besok mas akan menduduki posisi yang baru.Doain agar bisa mengemban amanah ini. (ucap ayah sambil menatap wajah ibu dan mencium keningnya )
Ibu ternyata sudah tertidur pulas tapi ayah belum bisa tidur.Ia sesekali melihat wajah ibu dengan pilu.Ia mengusap usap wajah ibu sesekali juga mencium pipinya serta merangkul ibu dengan erat.Dalam hati ayah berkata.
"Maafkan aku Dinda,aku masih belum bisa membahagiakan kamu sepenuh nya.
Terima kasih kamu sudah mau menemaniku dari awal sampai ketitik ini.Semoga kita bisa selalu bersama terus seperti Dinda. (kata ayah dalam hati)
__ADS_1
Lalu ayah menutup matanya dan tertidur.