
Jam didinding sudah menunjukkan pukul 21.00.Tapi belum ada tanda tanda ayah pulang.
Ibu mencoba menelpon kantor tapi tidak ada yang menjawab.Semakin bertambah gelisah dan khawatir karena handphone ayah juga tak aktif.
Tampak ibu mondar mandir diruang tamu.Sesekali ia melihat keluar arah jendela.
"Bu,tenang dulu.Apa ibu ingat hari ini kan ayah lagi ada meeting sama klien jadi pulangnya agak malam .( ujarku mengingatkan)
"Kok ibu bisa lupa ya nak! (ucap ibu yang tampak bingung)
"Sepertinya ada yang ibu khawatirkan selain ayah. (tanyaku heran)
"Iya, soalnya kertas kontrak ini kan harus segera ditandatangani tetapi ayahmu belum membaca surat ini sampai akhir pas dikantor .( ujarnya masih bingung)
"Apakah ibu begitu sangat berobsesi untuk jadi model iklan? (tanyaku yang semakin penasaran)
"Kalau dibilang dengan kata itu mungkin kurang tepat. Lebih tepatnya ini adalah suatu kesempatan bagi ibu untuk menyalurkan bakat ibu karena kesempatan tak akan datang ke2 kali . (kata ibu dengan bijak)
"Iya sih Bu.Tapi ibu kan bisa langsung tanda tangani sendiri kan juga bisa tak perlu menunggu ayah. Besok pagi baru suruh ayah untuk membaca isi kontrak itu.
"Ya udah,ibu pinjam pulpen kamu.
"Ini pulpennya . (ujarku sembari memberi pulpen)
Akhirnya ibu menandatangani kontrak itu beserta materai 6000 .
Sementara itu ayah masih terjebak dalam sebuah rapat dengan para klien.
Sesekali ayah melihat jam tangannya sudah menunjukkan pukul 22.30. Yang ada dipikiran sekarang adalah menyelesaikan rapat ini dan segera pulang.
"Senang bisa bertemu dengan anda .(ucap klien )
"Sama sama pak,saya juga terima kasih sudah dijamu makanan sebanyak ini padahal kita belum merencanakan untuk proyek kedepan . (kata ayah dengan sopan)
"Masalah proyek kita akan bahas lagi nanti dan biar sekretaris saya yang akan mengatur jadwal pertemuan kita lagi. (ucap klien)
"Baik pak! Terima kasih .
Ayah segera memasukkan dokumen kantor kedalam tas.Dan bergegas pergi dari tempat itu. Dan melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi dikarenakan ia sangat khawatir dengan ibu.
Takutnya ibu menunggu kepulangannya sampai harus tertidur di sofa ruang tamu.
Sesampainya dirumah,ayah membuka pintu ternyata tidak dikunci sama ibu.
Terlihat ibu tak tidur diruang tamu,ia tidur didalam kamar.
Ayah hanya melihat dari pintu,setelah itu ia bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan badan.
Keesokan harinya,masih seperti biasa.Ibu memasak di dapur menyiapkan kebutuhan serta perlengkapan ayah bekerja.
Aku yang ketika itu sudah terbangun dan ikut membantu memasak di dapur. Ibu begitu senang aku ikut membantunya memasak didapur.
"Ibu senang jika kamu mau bantu didapur.Anak perempuan itu harus bisa masak. (ujar ibu tersenyum)
"Iya dong bu.Sekarang Lidya sudah bisa memasak kan sekarang. (ujarku sombong)
"Ayah masih belum bangun ya bu?Semalam ayah pulang jam berapa? (tanyaku kepo)
__ADS_1
"Ibu gak tau sepertinya pulang larut malam.
"Berarti ayah belum membaca isi kontrak tersebut dong. (kataku )
"Nanti saja kalau ayahmu sudah bangun baru ibu suruh untuk membaca isi kontrak tersebut.
Tiba tiba ayah muncul dari belakang dengan rambutnya yang masih acak acakan dan matanya masih sedikit mengantuk. Dan menguap sedikit.
"Aromanya begitu lezat sekali,perut ayah jadi sangat lapar. ( puji ayah )
"Ayah semalam gak makan pas bertemu dengan klien. (ujarku )
"Sudah,cuman kalau gak makan masakan ibumu rasanya beda di lidah. (rayuan gombal ayah)
"Kamu itu mas,bisa saja merayu . (ujar ibu yang tak tergoda rayuan )
"Ayah segera mandi sana .Baunya sudah kecium dari sini . (canda ejekku )
"Iya ini mau mandi kok!
Ia bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan badan.
Ketika kita sedang asyik mempersiapkan makanan,tiba tiba ada yang mengetuk pintu dipagi hari.
"Siapa ya bu? (tanyaku )
"Ibu juga gak tau.Coba ibu buka dulu saja .(ujar ibu )
Ketika membuka pintu,tampak seorang wanita yang membelakangi ibu dan pas dia berbalik wanita itu Clara.Dengan senyum manisnya ia menyapa ibu.
"Selamat pagi mbak. (sapa Clara dengan ramah)
"Saya mau bertemu dengan pak Firman. (ujarnya )
"Suami saya sedang mandi.Silahkan masuk! (ibu mempersilahkan masuk Clara )
"Duduk dulu ya mbak,saya buatkan minum dulu .
"Tak usah repot repot mbak. (tolak dia )
"Tak apa kok,sambil nunggu suami saya.
Sementara itu ayah baru saja keluar dari kamar mandi dan segera berganti pakaian.Lalu datang keruang makan dan melihat ibu sedang membuatkan teh hangat.
"Dek,mas kan gak suka minum teh kalau dipagi hari kok kamu buatin teh !( ujar ayah)
"Ini untuk tamu diluar .
"Sepagi ini ada yang bertamu dirumah kita.Baru pukul 07.00 lho ini. ( kata ayah sambil melihat jam di dinding )
Ayah berjalan menuju ruang tamu.Ia melihat Clara bertamu dirumahnya lagi.
Perasaan ayah menjadi tak karuan lagi karena ia masih sangat takut dan trauma akan kejadian saat itu.Tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja agar ibu tak mencurigainya.
"Eh, Clara ada keperluan apa kok pagi pagi sudah kesini? (tanya ayah biasa saja)
"Ini ada titipan dari klien bapak semalam.Kebetulan klien yang mengajak bapak bertemu adalah paman saya.
__ADS_1
"Apa ini ? (ucap ayah )
"Bapak buka sendiri saja isinya apa.
Ayah membuka isi dari bingkisan tersebut.Ternyata itu isinya adalah sebuah dasi dan jam tangan mewah. Mata ayah tak berhenti memandang hadiah tersebut.
"Hadiahnya sepertinya sangat mahal ini.Mengapa pak Antoni memberikan hadiah ini?
"Ya mungkin atas kerja keras bapak kemarin.
"Semalam saya sama pak Antoni hanya makan malam bersama dan masih belum membahas proyek.Tapi beliau sudah memberikan hadiah semahal ini . (kata ayah yang begitu teramat senang )
"Mas,lebih baik kita makan dulu yuk! (ajak ibu untuk makan)
"Bagaimana kalau mbak ikut makan bersama kami? (ajak ayah )
"Gak usah pak,saya sudah makan dirumah.Ini saya mau segera kekantor saja soalnya takut jalanan macet,tadi saya kesini saja macet sekali. (kata Clara )
"Benarkah ,padahal ini masih jam 07.00 .
"Ya pak, saya tadi kesini dari jam setengah 6 dan baru sampai kesini jam 07.00. (kata Clara berbohong )
"Terus kenapa mbak gak kasih bingkisan ini dikantor saja.Kenapa harus pagi pagi sekali datang kerumah? (tanya ibu yang sedikit curiga)
"Soalnya kalau dikantor pak Firman sulit untuk ditemui dan saya juga banyak pekerjaan yang harus saya kerjakan.Dan pamanku juga bilang kalau hadiahnya harus segera dikasihkan ke pak Firman mbak. (ujar Clara yang terbelit belit)
"Oh begitu ya? (jawab ibu kesal )
"Ayah kita jadi makan gak nih! Aku sudah lapar . (sahutku dengan keras)
"Iya nak, ayo mbak kita makan bersama. (ajak ayah )
Kulihat ibu sangat kesal dengan hadirnya perempuan itu disini.Tampak dari raut wajah ibu yang cemberut ketika makan.Kulihat dia makan tidak lahap.
Semuanya diam dan memulai omongan.
"Ayah sudah baca isi kontrak kemarin? (tanyaku)
"Belum nak! Bukankah ibumu sudah setuju untuk tanda tangani kontrak itu .(ujar ayah sambil menyuapi makanan kedalam mulut )
"Sudah tapi ayah harus baca dulu isi kontrak tersebut biar ayah tau.
"Bagi ayah apa yang ibumu lakukan,kalau itu untuk kebahagiaan nya.Pasti ayah selalu setuju .(kata ayah )
"Kamu yakin mas,gak mau baca dulu isi kontraknya . (ucap ibu yang meyakinkan ayah )
"Iya dek! Mumpung ada kesempatan untuk menyalurkan bakatmu jadi mas gak akan melarang kamu.Asalkan kamu bisa mengatur antara rumah dan pekerjaan .( kata ayah sembari menoleh kerah ibu )
"Terima kasih ya mas. (tangan ibu mengengam tangan ayah )
Kulihat wajah perempuan itu berubah ketika ayah dan ibu saling bertukar kasih.Aku begitu senang sekali melihat wajah kepanasan dia.
Setelah selesai makan ayah berangkat kerja.
Perempuan tadi sepertinya sengaja melakukan itu.Jadi ia ikut bersama ayah naik mobil untuk berangkat bersama.
Sebetulnya ibu dan aku sudah merasa curiga sama dia.Tetapi ibu tak perlu khawatir karena ibu yakin akan kepercayaan dan cintanya.
__ADS_1
Dan selalu berpikiran yang positif.