
Jam kerja pun usai waktunya para karyawan beserta staf sudah mulai banyak yang sudah pulang.Sementara ayah masih belum pulang,ia mampir dulu keruangan pak bos untuk menyerahkan beberapa lampiran berkas.Setelah itu ayah membereskan meja kantor dan segera pulang.
Ketika membuka pintu,ayah kaget karena didepan pintu ada Clara yang sudah menunggu.Tampak gugup waktu ia melihat Clara dan sempat memalingkan wajah ketika diajak bicara olehnya.
"Pak Firman,kenapa kok sepertinya gugup ketemu saya? (tanya Clara genit)
"Gak gugup kok mbak.Ada apa ya mbak kok belum pulang?.Yang lain sudah pulang. (kata ayah yang masih gugup)
"Sebentar lagi pulang,ini lagi nungguin bapak .(ujar Clara genit)
"Maaf mbak ya,saya tak mau dijebak seperti kemarin.Tolong jangan dekati saya seperti ini. (pinta ayah)
"Ya ampun pak,saya gak ada maksud apa apa kok!.Saya hanya mau kasih ini buat istri bapak. (ucap Clara sambil membawa sebuah bingkisan )
"Buat apa ini mbak? (tanya ayah curiga)
"Ini oleh oleh dari orang tua saya dari Jakarta.Istri bapak kan asal dari Jakarta kan ini kemarin ada lebihan jadi saya bingung mau kasih kesiapa.Jadi saya kok kepikiran istri bapak jadi ini saya kasih buat istri bapak dan keluarga. (ucapnya tersenyum manis)
"Terima kasih ya mbak.Maafkan tadi saya sempat curiga. (ujar ayah tertunduk)
"Santai saja pak.Kalau begitu saya pulang dulu ya! Salam buat istri dan anak bapak.
Clara pun pulang duluan,sementara bapak melihat isi bingkisan itu ternyata isinya adalah bumbu soto Betawi,roti buaya berukuran kecil,dan beberapa kue legendaris asal Jakarta.
Dengan menghela napas,ayah sempat merasa malu sempat curiga dan menuduh tidak baik pada Clara.
Ayah pun menuju parkiran mobilnya.Sementra itu Clara melihatnya dari arah belakang, ternyata ia belum pulang.Ia tersenyum licik saat mengetahui Firman telah merasa bersalah padanya.
Sesampainya dirumah,ayah membawa bingkisan itu untuk dikasihkan ke ibu.
"Ini dek,ada bingkisan buat kamu .(ucap ayah)
"Dari siapa ini mas? (tanya ibu)
"Dari mbak Clara dek.Ini makanan khas dari kota asalmu .Coba kamu buka deh!
Ibu mulai membuka bingkisan tersebut.Ketika ia buka benar isinya semua bahan dan ada beberapa makanan kering serta bumbu khas Jakarta.Seharusnya wajah ibu senang dan bahagia tapi tampaknya ia tak begitu senang dengan hal itu.Ia malah menanyakan masalah kemarin malam yang ayah tampak gelisah.
"Bagaimana kamu senang kan itu semuanya dari Jakarta? (ucap ayah duduk diruang tamu sambil beristirahat)
"Ya mas, tapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan? (tanya ibu serius)
__ADS_1
"Mau tanya apa ?
"Soal semalam setelah kami pulang ketemu dengan Clara. Kamu nampak gelisah sekali malam itu sampai kamu terbangun dari tidur.Apa yang mengganggumu mas? (tanya ibu curiga)
"Semalam mas hanya kecapekan saja kok. (jawab ayah kikuk)
"Jangan bohong sama aku mas! (ucap ibu semakin curiga)
"Kan aku sudah bilang kalau mas hanya kecapekan saja .(bentak ayah)
Suara bentakan ayah terdengar dari kamarku.Akupun kaget dan langsung keluar kamar. Aku melihat ayah yang nampak sedikit marah sama ibu.
"Kenapa mas bentak aku? (jawab ibu lirih)
"Maafin mas yang sudah bentak kamu.Sebetulnya tak ada niatan apapu.Mas hanya capek saja kemarin malam itu makanya tak bisa tidur. (ujar ayah ke ibu)
"Ya sudah lupakan saja mas .Aku mau siapkan makan dulu,sementara itu mas mandi dulu .(ucap ibu sedih )
Ibu langsung menuju kearah dapur.Sementara itu aku hanya diam dan heran dengan sikap ayah.Tak biasanya ayah bicara dengan nada seperti itu.Ayah yang ku kenal bukanlah seperti itu.
Didapur ibu kelihatan nampak sedih.Dari raut mukanya sudah terlihat.Aku mencoba menghampiri ibu seolah seolah aku tak tau apapun.
"Bu, lagi nyiapin makan untuk ayah ya?sini biar Lidya bantuin. (ucapku seraya membantu)
Dan ayah juga selesai mandi,dan menuju keruang makan. Tapi ibu tak menemani makan ia malah sibuk mencuci piring.Ayah ingin menghampiri ibu tapi kucegah.
"Ayah pasti sudah sangat lapar kan.Lebih baik ayah makan dulu saja ,bahasnya nanti kalau sudah selesai makan .(bujuk aku)
Ayah hanya mengangguk saja.Dan melahap makan malam namun tak selahap ketika ia ditemani sama ibu.
Setelah selesai makan,ayah melihat ibu sudah berbaring ditempat tidur tetapi ia tampak membelakangi ayah. Ia coba untuk membangunkan tetapi ibu nampaknya sudah tidur lelap.
Dan ayah melanjutkan tidurnya.Disamping itu ternyata ibu belum tidur,ia memang sengaja pura pura tidur agar tak diajak bicara sama ayah.
Ketika ia melihat ayah sudah tertidur dengan lelap.Ibu tiba tiba bangun dan ingin minum air .Kemudian ia berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum .
Ia kaget melihat ada aku yang sedang asyik nonton tv sendiri diruang keluarga.
"Lidya,kok kamu belum tidur bukannya kamu tadi habis bertemu sama teman kami seharian. (ujar ibu yang nampak lelah)
"Ibu juga kelihatan lelah,kenapa tak tidur? (balasku balik)
__ADS_1
"Kamu ini ditanya kok malah nanya balik sih? (udah mulai sebel)
"Ya maaf bu, sini duduk aku mau bicara sama ibu. (pintaku)
Ibu pun menurut dan duduk di sebelahku.Dan aku mematikan televisi.
"Ibu seharusnya percaya sama ayah,mungkin ayah capek karena ibu tanya masalah itu terus.
"Kamu kan yang bilang sendiri,ibu harus tanyain ayah kamu lagi.(ujar ibu sebel)
"Iya ini salah Lidya deh! tapi ayah kok tumben marah banget tadi,gak seperti biasanya ayah bersikap gitu sama ibu . (kataku heran)
"Ibu juga heran sama sifat ayah mu.Anehnya setelah ia pergi untuk menemuinya.Sikapnya jadi aneh dan nampak gelisah.
"Clara itu siapa sih? (tanyaku )
"Dia itu asisten bos.
"Terus apa hubungannya sama ayah?
"Kemarin niatnya hanya untuk meluruskan masalah laporan yang ayah tanda tangani pas ayah lagi sakit.Nah, dia itu kesini. (cerita ibu)
"Oh, perempuan itu ya.
"Dan sepulang ketemu sama Clara ,sikap ayahmu jadi aneh .
"Penting sekarang ibu pikiran postif saja sama ayah. Oh ya itu bingkisan dari siapa bu kok banyak sekali? (tanyaku sambil menunjuk barang itu)
"Dari Clara .( jawab ibu singkat)
"Oh,kok dia kasih ayah bingkisan.Aku lihat itu makanan dari Jakarta semua ya bu.Jadi ingat sama kak Linda sama nenek deh! (ujarku sedih)
"Entahlah,ibu juga gak tau.Ayahmu gak bilang apapun,dia cuma bilang itu dari Clara udah itu saja.
"Mulai besok ibu tak usahlah begitu sama ayah. Kita harus maklumi saja sikap ayah begitu karena banyak pekerjaan dikantor. (ucapku yang nasehati ibu)
Ibu hanya tersenyum dan menganggukan kepala.Kemudian kita kembali kekamar masing masing.
Ketika kembali kekamar aku melihat suamiku Firman sedang tidur sangat pulas.Mungkin dia seperti itu karena dia kecapekan dikantor banyak sekali pekerjaan yang harus ia urus.Dan karena sekarang ia menjadi seorang manager mungkin tugasnya jauh lebih banyak.
Aku mengusap usap kepala suamiku dan mencium keningnya.Setelah itu aku melanjutkan tidurku.
__ADS_1
Dan ia membuka matanya melihatku tidur disampingnya dengan memiringkan badanku kearahnya .Ia tersenyum sambil melihatku.
Dan malam itu terlelap dalam mimpi yang indah.