
POV melody
Usai berbincang dengan Zico seniornya, melody pun lekas menuju kelas ospeknya, setelah memasuki kelasnya ia tak mendapati temanya Miska dan para Maba ospek yang sekelas denganya.
mungkin mereka sedang ke kantin untuk istrahat disana, pikirnya kemudian melangkahkan kakinya menuju ke tempat duduknya, belum sempat mendaratkan bokongnya, ia di kagetkan dengan suara berat seseorang yang sedang berbicara di dekat telinganya .
"Rupanya kau disini gadis kecil" ucapnya disamping ku dengan kepalanya yang menunduk pas di dekat telinga ku
sontak membuat ku kaget dengan suara dan nafasnya yang menerpa buku kudukku membuat merinding ketakutan, akupun memberanikan diri menolehkan wajahku, dan betapa terkejutnya aku saat melihat wajahnya yang dekat, sontak membuatku memisahkan jarak agar menjauh secepat mungkin darinya.
"kenapa, lo terkejut hmm"ucapnya menampilkan senyum yang penuh arti.
melody menatap takut pada lelaki didepannya ini, yang membuatnya takut adalah ia melupakan janjinya untuk menemui laki" didepanya ini, sontak ia menunduk takut, alasan apa yang harus ia berikan jika lelaki yang di hadapinya ini menatapnya dengan tajam, membuat nyalinya menciut.
"kenapa menunduk lagi hm, angkat wajah lo" bentak Derrel
"ma-maaf ka-kak se-senior" ucapku menatapnya takut
"kemana aja lo ha!!! gue paling gak suka menunggu seseorang apalagi orang itu Lo!" bentak Derrel
"Ma-maaf kak senior, ta-tadi a-aku tak sempat menemui ka-kak"ucapku terbata bata diikuti takutnya
__ADS_1
"gue bilang jawab pertanyaan gue, Lo kemana aja tadi ha!!" bentak Derrel dengan emosinya
"a-aku a-aku ta-tadi ,..."belum sempat melanjutkan ucapanya, Derrel sudah memotong bicaranya
"Bertemu dengan Zico begitu hmm" jawab Derrel dengan tatapan tajamnya
"i-itu a-anu kak Zico tadi...."belum sempat aku berbicara kak Derrel pun menarik tanganku berjalan menuju perpustakaan
"ka-kak Derrel mau bawa aku kemana?"ujarku takut .
"sekarang Lo ikutin gue, Lo itu udah buat kesalahan dengan membuat gue menunggu, dan Lo harus di hukum" ucapnya dengan menarik kasar tanganku
"ta-tapi kak tangan ku sakit" ucapku menahan sakit pada pergelangan tangan yang memerah.
ternyata ia membawaku menuju perpustakaan tempat yang ia menyuruhku untuk menemuinya.
setelah sampai di dalam perpustakaan ia memencet tombol yang berada di balik vas bunga, yang membuatku terkejut, didalamnya ada ruangan rahasia dan bertapa terkejutnya aku melihat dalam ruangan tersebut menampakkan ada sekitar 4 orang laki2, sontak membuat ku lebih ketakutan.
"yaallah tolonglah hambamu ini, apa yang akan di lakukan kak Derrel padaku" gumanku takut berdoa memohon pertolongan
melihat raut wajah melody yang memucat karena takut membuat nya menyeringai.
__ADS_1
"kenapa lo takutt?"tanya kak Derrel menampilkan smirknya dan berjalan mendekat padaku
"ka-kak Derrel sebernarnya a-apa yang mau kak Derrel perbuat pa-padaku"ucapku menelan ludah susah payah.
"haha...gadis kecil, Lo pikir gue mau apa jangan kege'eran deh, Lo juga bukan tipe gue "ucap kak Derrel menatapku remeh
"sekarang Lo cukup ikutin gue ke sana"tunjuknya pada 4 org di yang belum sadar adanya kami berdua
"ta-tapi kak buat apa kesana?"tanyaku takut
"Ckk, Lo ikut aja BODOH!!" kesal kak Derrel
.
.
.
.
apa yang hukuman yang akan diberi Derrel pada melody ???...
__ADS_1
Tunggu selanjutnya yah kak🙏
bersambung....