
Kedua bola mata melody terbuka lebar setelah Melihat siapa yang ia tabrak, dengan tergesa-gesa ia berdiri dari posisinya yang terjatuh.
"Maaf kak, aku benar-benar nggak liat kalau ada kak derrel di belakang ku"ujar melody sembari menunduk takut.
Bukannya menjawab permintaan maaf gadis didepannya ini, Derrel malah menyudutkan melody pada lemari yang sudah tertata susunan berbagai macam buku perpustakaan
"Kenapa Telfon Gue gak Lo Angkat?"tnya Derrel dengan Mata tajamnya memandang melody yang sedang memilin sisi rok panjang nya di sertai rasa takut .
"A-anu waktu kak telfon,aku udah tidur eng--"cicit ciut melody
"Gak terima alasan Apapun"sergah Derrel cepat
Suara Bass nan berat itu membuat sang gadis gelagapan sendiri. Dari balik bulu matanya yang tak seberapa lentik, ia bisa melihat jelas urat-urat pada lengan pria famous di kampusnya ini sedang menahan kekesalan pada dirinya.
"Sebagai hukumannya Lo ikut gue"
tampak banyak bicara Derrel menarik tangan melody kasar. membawanya kesebuah tempat yang tak melody ketahui dimana ia akan dibawah dan di beri hukuman apa.
sepanjang perjalanan. mulut melody tak berhenti melafalkan doa agar ia tidak diberikan hukuman yang aneh-aneh. bukan merasa dirinya percaya diri akan hukuman diluar nalar yang diberi Derrel padanya, tapi semua orang tau sifat berandal pria tarkaya dan berkuasa di kampus nya ini jika memberi hukuman tidak pernah tanggung-tanggung.
__ADS_1
"kak Derrel mau bawa aku kemana?"
"Diamm!!!"sentak Derrel seketika melody diam tak berkutik dengan langka tergesa-gesa mengikuti Derrel yang menarik tangannya.
Sesampainya di sebuah ruangan yang diketahui milik pribadi Derrel tersebut. menyadarkan melody dari Landa rasa takut karena ruangan itu tidak sembarang orang masuk terkecuali pemilik ruangan itu mengizinkan .
setelah masuk kedalam ruangan tersebut. ternyata tidak ada seorangpun didalamnya hanya lah mereka berdua, ditambah rasa takut yang mendominasi saat melihat Derrel mengunci pintunya dan memasukkan kunci kedalam saku celana di sertai seringai devil yang membuat melody merasa cemas dan takut.
mata melody mengarah pada Derrel yang berjalan mendekatinya sontak saja ia berjalan mundur hingga punggung nya terbentur dinding dengan posisi melody yang dikungkung oleh Derrel.
Beberapa detik hanya diisi dengan keheningan,mata abu-abu itu menatap tajam pada gadis cupu didalam kungkungannya yang sedang menunduk takut.
Derrel menyentuh dagu melody
Menolehkan kepalanya ke kanan dan kiri memeriksa wajah melody seakan dapat menemukan sebuah ide hukuman yang akan diberikan nya agar gadis cupu ini segan padanya.
"Hukuman apa yang cocok buat gadis cupu kayak Lo ,hmm?" Suara serak basah milik Derrel memecah keheningan keduanya.
Melody tak menjawab dan hanya meremas kedua sisi rok panjang nya yang kusam,
__ADS_1
berharap tak akan terjadi sesuatu padanya disaat tangan Derrel berpindah dari dagu menuju tengkuk meremasnya pelan tak lupa tangan lainnya memainkan rambutnya yang dikepang.
"Gue gak suka ada yang lalai sama peringatan yang udah gue buat"
"a-aku minta maaf kak, hp ku enggak aku nyalain deringnya beneran i-itu--"lagi-lagi perkataan melody di potong Derrel
"Sutttttt, gue gak mau denger"sergah Derrel
menatap tajam melody, tangannya kini menyentuh bibir mungil melody mengusapnya pelan.
hingga tanpa sadar posisi Derrel semakin merapatkan keduanya...
Kira-kira apa yang akan dilakukan Derrel pada melody?
maaf yah guys baru up☺️ Jangan lupa like komennya biar author semangat 🙏🏻
semoga suka sama cerita ku yang tak seberapa 🙏🏻☺️
Bersambung..........
__ADS_1