
Lelaki itu menarik, kemudian memasuki ruangan perpustakaan yang melody lihat tak ada orang disana, hanya mereka berdua, yang membuatnya semakin ketakutan adalah Derrel, pria itu mengunci pintunya. Dan berjalan mendekati melody sehingga melody mundur dan membuat nya terhimpit di dinding rak buku.
karena tak ada jalan baginya untuk melarikan diri, dengan Derrel yang sudah mengunci pergerakan nya, dengan menaruh tangannya di antara bahu sisi sebelah kanan dan kiri melody.
"kak-kak Der-rell"ucap melody dengan nafas nya yang tercekat
"Kenapa,,,Lo kaget hmm?" Ucap Derrel dengan muka datar nya
"A-ada a-apa,,, kak Der-rel me-menarik ku?"ucap melody menelan ludah susah payah
Melihat raut wajah melody yang ketakutan membuat Derrel, nampak tersenyum nakal, ada sebuah ide yang melintas di pikiran nya, untuk menakuti pacar taruhannya ini.
"Selama seminggu ini pastinya Lo seneng kan? nggak ketemu sama gue"ucap Derrel menatap tajam, dengan menunduk dikarenakan perbedaan tinggi melody yang hanya semampai batas dada bidang Derrel
"Iya,,,emm ma-maksud ku ti-tidak kak!"ucap melody takut
"Oh jadi Lo selama seminggu nggak seneng kalo gue nggak ketemu sama Lo?" Ucap Derrel dengan muka datar nya tapi lain dengan hatinya yang sedang habis-habisan menahan tawanya saat melihat ekspresi melody yang ketakutan.
__ADS_1
"Bu-bukan be-begitu kak,,a-aku,,,aku"ucap melody seraya merasakan tenggorokan nya tercekat
"Kenapa?? Apa kau rindu dengan ku hmmm?" Sarkas Derrel mengubah kata panggilan dengan menyebut dirinya sendiri "aku" sengaja menggoda melody.
"Ti-tidak kak maksud ku,,,aku hanya?"ucap melody menggantung kini ia kehabisan kata-kata, karena posisinya dengan Derrel sangat dekat membuat jantungnya berdegup kencang. Melainkan ketakutan
"Hanya apa sayanggg!!"ucap Derrel dengan mengangkat dagu melody untuk menatap wajahnya.
"Kak-kak ma-maaf kan a-aku jika aku membuat kesalahan, tapi tolong lepaskan aku" mohon melody yang menunduk serta menitiskan air matanya. Sungguh ia sangat ketakutan
Melihat melody yang sudah menitiskan air mata, rasa iba yang ada di dalam Derrel pun timbul, membuatnya mundur selangkah sengaja membiarkan melody tenang. Usai melihat melody sudah mulai tenang ia pun angkat bicara.
"Terima kasih kak"ucap melody saat mau berbalik pergi, namun tangannya di cekal kembali oleh Derrel
"Ada a-apa kak?"ucap melody menunduk takutt untuk menatap wajah Derrel
"Mana punya hp Lo?"tanya Derrel
__ADS_1
"Untuk apa kak?" Tanya melody dengan polosnya
"Ck, banyak nanya amat Lo, mana hpnya !!" Ucap Derrel kesal membuat melody dengan sigap mengeluarkan hpnya yang jadul
"I-ini kak Derrel" ucap melody memberikan hp jadulnya pada Derrel
"Ini hp Lo??"tanya Derrel tak percaya, menatap hp jadul milik Melody,apa di jaman yang sudah serba canggih begini, masi ada orang seperti melody memakai hp yang menurutnya mungkin sudah tak pantas di pakai.
"Iyah kak, itu headphone punya ku, memangnya kenapa kak?" ucap melody dengan wajah polosnya
"Lo masi nanya kenapa!!! Headphone jadul gini Lo masi pake?" Tanya Derrel
"I-iyah kak, yang penting kan bisa chat dan menelpon" jawab melody polos membuat Derrel melongo
"Ah sudahlah, gue udah isi Nomor gue di situ, dan nomor Lo udah gue save, kalo gue nelpon Lo harus angkat secepat nya, jangan sampai terlambat dalam 5 detik" ucap Derrel tegas
"I-iyah kak" ucap Melody menunduk
__ADS_1
"Ya udah, Lo boleh balik ke kelas" ucap Derrel
"Ody permisi balik ke kelas kak Derrel" ucap melody sedikit membungkuk sebagai rasa hormat pada seniornya yang di angguki derrel kemudian pergi