PacarKu Cupu

PacarKu Cupu
part 36


__ADS_3

"Hah?? ta-tapi kak?" belum sempat melody berbicara cowok itu malah mengancamnya.


"Gue nggak terima penolakan, atau gue bakal memberi tahu kan pada staff untuk memutuskan beasiswa yang Lo di kampus ini, gimana?" ancam Derrel membuat melody membeku.


gadis itu mengerjap, menatap tak percaya, pada pria yang baru saja memaksa nya menjadi pacar, mustahil paskanya, ia bukan tipe gadis incaran Derrel_pria terkenal sangat tampan, mempesona seorang Badboy kampus, selain itu ia sudah memiliki kekasih primadona kampus NUSA jaya .


apa ini hanya mimpi, ia merasa ini hanya bualan semata seniornya, sungguh ia menggeleng tak percaya , dia hanya seorang gadis cupu, yang bahkan tak sebanding dengan Feli pacar Derrel.


"bu-bukannya kakak su-sudah pu-punya pacar?" tanya melody takut-takut


"nggak usah banyak tanya sekarang Lo pacar gue, dan jangan coba-coba untuk menolak" ucap Derrel tegas tak mau di bantah.


"i-iyah ka-kak" ucap melody kemudian menunduk .


"sekarang Lo balik ke kelas dan jangan memberitahu siapa pun, hanya Lo dan temen gue yang tau soal ini" ancam Derrel sebelum melody melangkah pergi


"ngertii nggak!!!" bentak Derrel


"me-mengerti kak"ucap melody


"udah balik sana" ucap Derrel melihat melody

__ADS_1


yang sudah pergi .


sepanjang jalan, gadis itu berlari dengan matanya yang berkaca-kaca menahan air matanya, menuju taman belakang kampus yang tak ada orang, kemudian duduk menyendiri merenungkan nasibnya.


"ya Allah kenapa, nasib ku selalu sja dihina, semua orang menatap rendah kasta, mereka selalu merendahkan ku" guman melody lirih manghapus buliran air matanya yang membasahi pipi cabinya.


"Rupanya kau disini"ucap seseorang menepuk pelan bahu melody , membuatnya buru-buru menghapus sisa-sisa buliran air mata, kemudian menetap pria yang sejak dari kapan sudah Duduk di samping nya.


"aku mencari mu kemana-mana dan menayakanmu pada temanmu, ternyata kau disini" ucap Zico ? yah dia pria yang menepuk pundak adik tingkatnya .


"ka-kak Zico, ke-kenapa mencari ku?" tnya melody yang sudah mulai tenang.


"ini,,,aku hanya mau mengembalikan ini padamu" ucap Zico memberikan sebuah buku pada melody


kemudian di balas anggukan dari pria tampan itu.


"aku sudah mendapatkan tanda tangan semua senior" ucap Zico pada melody membuat gadis itu melongo


"Hah?? ce-cepat sekali kak" ucap melody tak percaya


"kenapa kaget, sudah ku bilang ini hanya masalah kecil" ucap Zico membanggakan dirinya.

__ADS_1


"wahh, kak Zico hebat sekali" ucap melody polos membuat Zico terkekeh kecil.


"iya dong,, secara pria tampan siapa yang bisa menolak" ucap Zico bangga


"makasi yah kak" ujar melody sembari tersenyum tulus pada Zico.


"sebagai imbalannya, bagaiman setelah kuliah kau harus pulang bersama ku" ucap Zico


"ha!! ta-tapi ka-kak"ucap melody yang langsung di potong Zico cepat


"tak ada penolakan, harus pulang bersamaku lagi pula Oma menyuruh ku untuk membawa mu lagi ke mansion" ucap Zico


"maksud kak Zico , nenek?" tanya melody yang tidak biasa menyebut Oma melainkan nenek


"hmm" jawab Zico


"ba-baik kak"ucap melody membuat Zico tersenyum dengan kepolosan melody


"kalau begitu ody kembali ke kelas dulu kak" pamit Ody yang di angguki Zico


"baru mengenalnya saja membuat ku merasa nyaman bersamanya, tingkah polosnya menginginkan ku pada Kinan" guman Zico menatap punggung melody yang menjauh .

__ADS_1


"sepertinya akan menyenangkan, jika mengenalnya lebih dekat" ucap Zico pada diri sendiri sembari tersenyum geli, mengingat wajah polos melody


__ADS_2