Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)

Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)
Tuti berulah


__ADS_3

" eh... ibu-ibu pada dari mana nih,jok mukanya pada asem gitu sih?." sapa jolekha basa-basi seperti sayur kemarin kepada mereka.


" eh Bu jolekha...iya nih. kita-kita abis dari rumah Paijo tapi di usir sama orang-orang yang jagain rumahnya.." kata salah satu dari mereka.


" loh... kenapa di usir? memang kalian ngapain bisa sampai di usir? sombong Banget itu orang ngusir orang mau bertamu, padahal kan tamu itu raja. harus di terima dengan baik kehadirannya." kompor jolekha yang memenas-manasi mereka agar tak suka kepada keluarga ningrum.


" emmm... benar juga itu, sebenarnya kan kita mau nanyain rumah sakit tempat mbak Ningrum di rawat. niat kita sih mau nengokin Bu ningrum sekaligus mau minta maaf sama dia, tapi orang-orang itu malah ngusir kita-kita, yang kan mbak..." katanya lagi yang langsung diangguki yang lainnya.


" woaalahh.... sombong sekali itu si Ningrum, jadi simpanan aja bangganya naudzubillah." Tuti langsung menyenggol lengan ibunya seraya menatap wajah ibunya dengan merengut.


" ibu.... gitu-gitu kan calon mertuaku, harusnya ibu jangan ngomong yang gak-gak tentang Bunda Ningrum meskipun itu bener, gimana nanti kalo dia gak ngerestuin aku sama Paijo ? pokok kalo aku Sama Paijo sampai terhalang restu bundanya berarti semua itu gara-gara ibu, titik." sergah tuti seraya menghentakkan kakinya dan pergi meninggalkan ibunya disana bersama ibu-ibu yang lain.


wanita baya yang sudah melahirkannya anak gadis itu Hanya biasa menghela nafas kasarnya saja, dia tidak menyangka anaknya akan terobsesi sampai segitunya dengan anak dari seorang wanita yang beberapa waktu lalu sudah ia hina habis-habisan.


" Bu jolekha, itu si Tutinya ngambek." jolekha hanya bisa menatap nanar kepergian putri tunggalnya begitu saja tanpa berniat untuk mengejarnya.

__ADS_1


" tapi.....benar juga sih apa yang di bilang si tuti. Bu Ningrum kayaknya gak bakalan tuh ngasih restu buat Paijo sama si Tuti setelah di hina sama bu jolekha. berarti mereka bakalan putus donk, kebenaran sekali anak saya bisa maju buat gantiin si Tuti." lanjutnya yang lain membuat jolekha langsung mendelik tak suka kearah ibu itu, bagaimana pun Paijo masih menjadi kandidat untuk calon suami anaknya, meskipun dia sudah berkata kasar kepada Ningrum.


melihat wajah berbinar dari para ibu-ibu yang juga mengidam-idamkan Paijo menjadi menantu mereka membuat hati jolekha panas saat itu juga, pasalnya dia masih belum rela jika paijo tidak bisa menjadi menantunya. baginya paijo hanya pantas menjadi menantunya Karena diantara mereka hanya keluarga jolekha saja yang memiliki kedudukan yang lebih tinggi di masyarakat di banding mereka semua.


harga dirinya bisa turun jika mereka semua tau yang sebenarnya, kalo hanya si Tuti saja yang mengaku-ngaku kalau Paijo adalah kekasihnya. namun mereka semua percaya begitu saja saat jolekha sendiri juga mengakuinya ditambah tidak adanya sanggahan dari keluarga ningrum yang memang pada dasarnya tak pernah mau mencari masalah dengan siapa pun.


kelakuan keluarga jolekha semakin menjadi saat dia mengakui Paijo adalah calon menantunya yang membuat mereka semua harus mundur karena tidak ingin berurusan dengan keluarga jolekha yang terkenal akan sikap anarkisnya. mentang-mentang memiliki banyak harta dia selalu bersikap semaunya kepada siapapun. terutama pada hal yang menyangkut tentang kebahagiaan putrinya, baginya kebahagiaan Tuti sangat penting, semua permintaan putrinya harus mereka turuti termasuk tentang tuti yang ingin Paijo menjadi suaminya kelak.


"'eitttssss...enak saja kalian mau nyerobot Paijo dari anak saya, harusnya kalian mengaca dulu bagaimana rupa anak gadis kalian, apa pantas jika di sandingkan dengan Paijo nantinya???" cerocosnya berdecak pinggang kepada mereka.


"lebih baik kalian jodohin saja anak gadis kalian sama anaknya pak santo, dia juga tak kalah tampan dengan Paijo kok." lanjutnya lagi membuat mereka semua mengumpatnya dalam hati. pasalnya anaknya pak santo adalah pemuda yang yang terkenal dengan suka membuat ulah di kampung mereka dan tak pernah ada sopan santunnya dengan orang tua, enak saja anak mereka mau di jodohkan pada pemuda macam anak pak santo.


dia tidak ingin putrinya terus merajuk padanya, jika sampai terdengar di telinga mertuanya bisa-bisa jolekha bisa di ceramahi mertuanya itu yang sekali ngomel tidak pernah berhenti kaya gerbong kereta pas hari raya....panjangggggggggggggggg...


"aduh kemana itu si Tuti, kalau ngadu sama Mbah putrinya bisa kena amuk aku sama Mak lampir itu." cerocosnya seraya berjalan tergesa-gesa mencari anaknya.

__ADS_1


"eh, etinnnnn...kamu liat si Tuti anak ibu yang cantiknya hak ada lawannya gak?." etin yang di sapa dari ibu temannya itu menoleh, dia langsung menggeleng saat ditanya.


" enggak Bu, dari pulang sekolah kita belum ketemu lagi." jawab jujur namun wanita itu mendengus sebal kearahnya, entah kenapa jawabnya membuatnya sedikit marah.


" percuma dong ibu tanya sama kamu kalo jawaban kamu gak memuaskan hati ibu." sarkasnya membuat etin melongo seketika.


apa salahnya jika memang dia tidak tau dimana Tuti sekarang, sudah untung tadi dia jawab. dasar orang tua aneh pikir etin, dia sampai menggelengkan kepalanya saat melihat ibu dari sahabatnya itu pergi setelah mengumpatnya.


di depan rumah Paijo orang yang sedang di cari oleh jolekha sedang merayu para bodyguard yang sedang menjaga Paijo dari luar, gadis itu Terus ada saja merayu mereka sampai menawarinya pekerjaan bagus pada mereka jika membolehkan dia masuk menemui Paijo.


sejak di sekolah dia belum sama sekali bertemu dengan pujaan hatinya, rasanya hidupnya ada yang kurang jika tak memandang wajah Korean milik Paijo.


" ayo dong om... boleh yah, di dalam pacar aku lagi sedih. dia butuh aku saat ini. nanti kalau pacar aku bunuh diri gimana? ya...ya...ya ..boleh ya....?." mohonnya pada pria-pria bertubuh tegap itu mirip dengan algojo.


para bodyguard itu menatap Tuti dengan wajah datarnya namun tak membututi tajur malah semakin menjadi saat mereka menyuruhnya untuk pergi dari sana.

__ADS_1


" kalau om-om gak Ngijinin aku masuk, aku bakalan teriak kalau kalian mau ngapa-ngapain bunga desanya kampung ini, pasti om bakalan di giring ke balai desa SMA warga. kepala om bakal di botakin terus om di arak keliling dengan tubuh telanjang. memang om mau?" ancamnya membuat mereka yang tadi berwajah datar langsung menyemburkan tawanya karena ancaman dari bocah ingusan macan tuti.


Tuti yang melihat Mereka menertawakannya langsung mendengus sebal, dia langsung berteriak memanggil Paijo agar pemuda itu mendengarnya. para bodyguard itu langsung mendelik tak suka ke arahnya.


__ADS_2