Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)

Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)
Kim Yoo Joon


__ADS_3

di belahan bumi lain, lebih tepatnya negara yang memiliki 4 iklim yaitu Korea. seorang pria yang masih saja tampan di usianya yang ke 40 tahun, tengah menahan amarahnya terhadap orang yang sedang ada dihadapannya saat ini. yang mana dirinya telah di tipu oleh sang bibi selama 18 tahun.


Kim Yoo Joon baru saja mengetahui fakta yang begitu menyentakkan hatinya, tentang konspirasi yang dilakukan sang bibi. orang yang sangat dia hormati dan dipercayai oleh joon setelah kematian orangtuanya, tega berbuat demikian hanya karena ingin menguasai apa yang dia miliki.


harta, tahta,dan kekuasaan ternyata telah membutakan hati bibinya, sehingga rela melakukan apa saja.


" joon, mau sampai kapan kamu mau hidup sendiri seperti ini?." tanya seorang wanita baya padanya.


Kim Yoo Joon tersenyum miring kearah wanita baya itu, kemudian melirik ke arah wanita berpakaian **** yang duduk di samping bibinya saat ini. ingin rasanya dia menyeret dua wanita licik itu segera keluar dari ruangannya saat ini juga, rasanya begitu muak jika harus lama-lama bersandiwara dengan orang seperti mereka.


" kenapa jika aku tak mau menikah imo?" Joon mulai memancing Bibinya.


" kamu butuh keturunan untuk meneruskan kerajaan bisnis mu kelak Joon." jawabnya membuat Joon seketika terbahak. kedua wanita yang ada dihadapannya saat ini saling melirik dengan dahi mengernyit.


" tidak perlu menikah pun aku bisa mendapatkan keturunan imo, imo tahu mungkin di luaran sana aku sudah memiliki seorang keturunan sebagai pewaris ku nanti." katanya santai namun penuh intimidasi.


" maksud kamu keturunan hasil dari ******-jalangmu begitu ?." pria tampan itu mengendikkan bahunya.


" apa kamu gila Joon? kamu itu bukan orang sembarangan, pengaruh kamu besar di negara ini. bagaimana bisa kamu memiliki keturunan dari seorang ******! setidaknya carilah wanita yang berkelas yang akan melahirkan keturunanmu." lanjut bibi dengan nada sedikit tinggi.


"maksud imo wanita seperti apa yang pantas untuk melahirkan keturunan-keturunanku?" tanyanya seraya melirik kearah wanita yang saat ini terlihat santai mendengarkan perdebatan antara dirinya dan bibi.


" seperti Jessica mungkin? menikahlah dengan dia. Jesicca sepadan dengan kita, orang tua dia juga mengenal baik dengan keluarga kita, mereka juga dulu pernah menjalin kerjasama dengan mendiang orang tuamu Joon, mendiang orangtuamu pasti sangat setuju jika kamu bisa memiliki pendamping seperti Jessica." terang bibi membuat Joon mengepalkan tangannya dibawah sana. dia tidak terima jika nama mendiang kedua orangtuanya keluar dari mulut kotor sang bibi.

__ADS_1


sementara Jesicca terlihat tersenyum menggoda ke arah Joon yang saat ini tengah menatap kearahnya, dia yakin Joon tidak akan menolak permintaan dari Bibinya yang sudah Joon anggap sebagai orang tuanya sendiri, selama ini Joon sangat menghormati sang bibi. tak ada perkataan dari Bibinya yang pernah Joon bantah selama ini. itulah kebodohan Joon, dia begitu mempercayai semua perkataan bibinya selama ini.


" sepertinya akhir-akhir ini imo terlalu mencampuri kehidupan pribadiku. untuk bisnis-bisnis ku sendiri imo tak perlu khawatir, karena aku sudah memiliki penerus kerajaan bisnis ku ini, dan kelak jika waktunya sudah tiba aku akan memperkenalkan nya kepada imo." katanya membuat dua wanita itu menatapnya tak percaya.


baru kali seorang Kim Yoo Joon membantah kata-kata bibinya, dan Jesicca terlihat sedang menahan amarahnya saat ini, wajahnya memerah saat mendapat penolakan secara tidak langsung dari seorang Kim Yoo Joon.


"maksud kamu apa Joon, kamu menolak saran dari imo, ini seperti bukan dirimu yang imo kenal selama ini? ada apa dengan dirimu sebenarnya." tanya bibi berpura-pura bersedih saat keponakannya mulai menolak dirinya.


" sudahlah imo, tidak usah memaksa oppa Joon untuk menikah denganku. sepertinya oppa lebih suka bermain ****** daripada bermain dengan wanita seperti diriku." Joon tersenyum miring kearah Jessica saat wanita itu mulai mengambil perannya.


"kau benar Jessi, aku sangat tidak tertarik untuk menikah denganmu. kamu tau kenapa?." Jesicca menatap kearah Joon ketika pria itu menyebut dirinya.


" aku memang lebih suka bermain dengan ******-****** ku. setidaknya walaupun mereka berkerja sebagai ****** tapi mereka masih memiliki hati yang tulus, hatinya lebih bersih dari pekerjaannya. tidak seperti perempuan yang merasa dirinya terhormat tapi memiliki hati ******. benar begitu imo?." lanjutnya lagi melirik ke arah bibinya, membuat dua wanita beda generasi itu tertohok oleh perkataan dari Joon.


Jesicca diam-diam meremas pakaiannya sendiri, menahan kesal oleh penghinaan yang di lakukan oleh joon kepadanya, secara tidak langsung Joon membandingkan dirinya dengan seorang ******.


" maaf imo, bukan aku mau mengusir imo, tapi aku harus segera pergi, sebentar lagi akan ada rapat yang harus aku kunjungi." ucapnya lagi.


mau tak mau membuat kedua wanita itu harus keluar dari ruang kerja Joon dalam keadaan marah, berlama-lama disana pun tak ada untungnya bagi mereka. bukan hasil yang mereka dapat malah penghinaan dari Joon yang mereka terima.


setelah dua wanita keluar, seorang pria masuk kedalam ruangan Joon dan menyerahkan sebuah amplop cokelat kepadanya.


Joon membuka amplop itu, dan begitu terkejut dengan apa yang dia lihat saat ini. beberapa foto yang dia ambil lewat orang-orang yang ia suruh.

__ADS_1


foto pemuda tampan dan seorang wanita yang masih sangat cantik, berusia sekitar 36 tahunan. terlihat sangat bahagia walaupun berkehidupan sederhana. tak lama Joon menyunggingkan senyumnya saat melihat foto-foto tersebut.


" mereka terlihat bahagia dengan kehidupannya." gumamnya yang masih terdengar orang suruhannya.


" ya anda benar tuan, mereka sangat bahagia dengan kehidupannya. jika anda melihat tuan muda secara langsung, Anda pasti akan sangat terkejut, karena dia mirip sekali dengan anda namun versi mudanya." ucapnya membuat Kim Yoo Joon tertawa sangat kencang.


" ya kau benar Hwang...dia begitu mirip saat aku muda." jawabnya yang masih dengan tawanya.


Hwang sangat senang melihat tuannya terlihat sangat bahagia, selama ini dia merasa kasihan kepada tuannya yang hidup dalam kelicikan dari keluarga saudara tiri ibu dari tuannya. usahanya ternyata tak sia-sia selama ini membongkar kedok sang bibi tiri dari tuannya, berawal saat dirinya tak sengaja mencuri dengar wanita baya itu yang sedang membahas tentang masalalu dari tuannya.


betapa kagetnya hwang saat itu, dia tidak menyangka kalau wanita yang terlihat begitu menyayangi keponakannya dari pada anak kandungnya sendiri, ternyata sangat licik dan serakah. ada maksud tertentu yang ingin ia capai, apalagi kalau bukan harta yang keponakannya miliki, sejak dulu memang bibinya begitu iri dengan apa yang sudah dimiliki oleh ibu dari Joon. puncaknya saat ibunya Joon dinikahi pria kaya membuat jiwa irinya semakin menumpuk.


saat itulah Hwang bertekad untuk menyelidiki langsung apa yang sebenarnya terjadi dengan tuannya saat itu, dan membongkar semua kebohongan-kebohongan lainnya yang sudah dilakukan oleh bibi dari tuannya itu.


" lalu kapan Anda akan menemui mereka tuan? sepertinya saat ini adalah yang paling tepat, karena tuan muda sebentar lagi akan Lulus dari sekolahnya, dan menurut info yang saya dapat, tuan mendapatkan beasiswa ke Inggris karena kecerdasannya, tapi dia bingung jika harus meninggalkan omma nya." terangnya lagi.


Joon semakin bangga dengan anaknya, tak salah jika pemuda itu benar-benar keturunannya, selain memiliki wajahnya dia juga memiliki kecerdasan dari Joon juga.


" atur keberangkatan saya kesana Hwang, dan jangan sampai wanita licik itu tau tentang semua ini, sebelum mereka sah menjadi bagian dari hidupku." Hwang menganggukkan kepalanya dan tak lama di pun pamit keluar.


setelah Hwang keluar dari ruangannya, Joon kembali melihat-lihat foto yang ada di mejanya, kemudian tangan terulur mengambil salah satu dari foto tersebut, foto seorang wanita yang sudah melahirkan satu keturunan untuknya, dimata Joon wanita itu masih saja terlihat cantik meski dalam kesederhanaannya.


bibir Joon berkedut menyunggingkan sebuah senyuman, dia baru menyadari bahwa dulu ada pelayan mansionnya yang begitu cantik, kenapa Joon tidak menyadarinya sejak dulu. apakah dulu dia terlalu abai dengan keadaan mansionnya? sampai-sampai memiliki pelayan yang sangat cantik saja dia tak tau, bahkan dia sampai menodainya pun Joon tak ingat, hatinya mulai tersentil.

__ADS_1


" maaf sudah membuat mu kesusahan sendirian selama ini, kamu pasti ketakutan saat itu mengahadapi kegilaan bibi." monolognya saat mengusap foto cantik Ningrum saat sedang tertawa bersama Paijo.


" aku janji setelah ini akan membuat kalian bahagia, tunggu aku dan terima aku untuk menjadi bagian dari kalian juga." lanjutnya lagi seraya mengecup foto tersebut.


__ADS_2