Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)

Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)
ningrum dan bapak


__ADS_3

" dimana anak itu sekarang?" tanya Kim Yoo Joon pada asistennya.


" tuan muda ada di rumahnya, tuan." jawab Hwang dengan jelas pada tuannya.


saat ini mereka sudah berada di dalam mobil, mereka akan menuju ke sebuah rumah yang akan menjadi tempat tinggal Kim Yoo Joon selama di kota ini.


semua sudah di persiapkan secara terinci oleh Surya atas perintah tuan yang sudah menyewa jasanya.


sebuah rumah berlantai satu namun begitu luas. banyak pepohonan yang tumbuh dihalaman membuat rumah itu begitu asri, juga adanya taman yang memanjakan mata ketika memasuki gerbang rumah yang tidak terlalu tinggi itu .


bahkan di halaman belakang juga ada sebuah taman yang juga tak kalah indahnya dari yang ada di halaman depan. dilengkapi dengan kolam ikan dan sebuah gazebo sangat cocok dijadikan tempat untuk bersantai bersama keluarga.


Kim Yoo Joon keluar dari dalam mobil setelah Surya membukakan pintu mobil.


tak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di rumah itu setelah menempuh perjalanan selama hampir 20 menit karena letak rumah itu sendiri tak jauh dari rumah sakit tempat Ningrum dirawat.


sedangkan Hwang mengikutinya dari belakang.


" dimana kamar saya?" Surya yang mengerti itu langsung menunjukkan kamar yang sudah dipersiapkan untuk tuannya.


kamar utama yang lumayan luas dibandingkan kamar lainnya, meskipun bagi Kim Yoo Joon ini sangatlah sederhana dibandingkan kamarnya yang ada di penthouse yang dia beli saat di Jakarta namun cukup nyaman untuk ia tiduri selama di sini.


" selamat beristirahat tuan." ucap Surya kepada Kim Yoo Joon.


setelah mengantarkan tuannya masuk kedalam kamar dan hanya di jawab tatapan datar saja oleh Kim Yoo Joon. Surya kemudian berlalu dari sana.


malam ini tugasnya selesai sampai disitu, namun tidak menutup kemungkinan dia akan mendapatkan panggilan lagi dari asisten tuannya karena orang-orang besar seperti Kim Yoo Joon sangatlah tidak bisa di prediksi.


" apa anda membutuhkan sesuatu, tuan?" tanya Hwang saat mengikuti tuannya masuk kedalam kamar.


Kim Yoo Joon menjawabnya hanya dengan gelengan kepala saja tanpa menoleh kearah Hwang.


" kamu bisa keluar, saya ingin istirahat." Hwang mengangguk patuh saat tuannya mulai menginterupsinya.


pria yang begitu setia pada tuannya itu pun keluar dari dalam kamar tuannya.


selepas asistennya pergi Kim Yoo Joon pun segera masuk kedalam kamar mandi, dia menanggalkan semua pakaiannya tanpa sisa.

__ADS_1


tubuh yang begitu atletis dan kekar tidak akan ada yang mengira jika umur pria itu sudah menginjak 41 tahun. bukan tanpa sebab Kim Yoo Joon memiliki tubuh seperti itu karena dia begitu menjaga pola makan dan olahraganya.


air hangat mulai mengalir ke tubuhnya dari atas shower setelah dia mengaturnya lebih dulu, Kim Yoo Joon begitu menikmati mandinya kali ini.


di setiap air yang melewati tubuhnya, dia membayangkan wajah kesal Ningrum yang sangat menggemaskan ketika menolak keputusan darinya.


Kim Yoo Joon jadi tersenyum-senyum sendiri di dalam kamar mandi.


cantik.


dia terlihat seperti seorang anak remaja yang baru merasakan rasanya jatuh cinta.


i am crazy...


dia menggelengkan kepalanya pelan dengan kekehan kecil.


cukup lama dia berada di dalam kamar mandi, Kim Yoo Joon langsung menyambar handuk yang ada didalam kamar mandi dan langsung di lilitkan ke pinggangnya setelah dia membilas tubuhnya.


ceklekkkk...


aroma sabun menguar setelah pintu kamar mandi terbuka. Kim Yoo Joon keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan yang sudah segar dan wangi.


Hwang mengerjakan semua dengan sangat baik, dia adalah asisten yang begitu cekatan dalam hal pekerjaan juga kebutuhan tuannya, maka dari itu Kim Yoo Joon menggajinya dengan gaji yang cukup besar.


setelah meminum teh yang sudah asistennya sediakan, Kim Yoo Joon merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang tidak terlalu besar itu.


tubuhnya benar-benar begitu lelah, dari bandara dia langsung menemui Ningrum di rumah sakit tanpa istirahat lebih dahulu.


hingga tak lama matanya mulai berat dan terlelap begitu saja.


......................


sedangkan dirumah sakit seorang bapak dan anak sedang membicarakan hal yang serius untuk kedepannya.


Ningrum yang duduk diatas ranjang sedangkan Mbah Lanang duduk di kursi yang ada di samping ranjang Ningrum.


" setelah itu apa yang akan kamu lakukan? akan tetap kekeh dengan pendirian mu itu ?"tanya Mbah lanang pada anaknya dengan nada yang cukup serius.

__ADS_1


tatapan pria tua itu seolah mengintimidasi Ningrum. membuat nyali ningrum menjadi ciut saat ingin mengelak untuk membahas masalah ini.


wanita cantik yang sudah memiliki satu orang anak itupun seketika menghembuskan nafasnya pelan, dia sendiri bingung.


kehadiran Kim Yoo Joon begitu tiba-tiba untuknya, dia tidak siap dengan apapun kemungkinan yang akan terjadi kedepannya.


" jujur-- aku sendiri bingung pak, rasanya aku mau kabur saja bawa Paijo pergi sampai orang itu gak bisa nemuin kami lagi, tapi-- itu gak mungkin. bapak tahu sendiri kan seberapa kuasanya orang itu." mbah Lanang sendiri langsung tertegun dengan jawaban Ningrum.


pria tua itu sendiri sebenarnya sangat tidak suka dengan kehadiran mantan majikan anaknya itu, apalagi secara tiba-tiba seperti ini.


namun bapak mulai berpikir ulang, anaknya itu sudah terlalu jauh lari dari masalahnya mungkin sekarang saat ningrum menyelesaikan semua masalah dari masa lalunya itu.


jika Ningrum terus menghindar Mbah lanang khawatir dengan keadaan paijo, karena pria tua itu sangat tahu bagaimana perasaan cucunya saat ini.


dengan kekuasaan yang dimiliki seorang Kim Yoo Joon, mungkin apapun bisa dilakukan dengan hanya menjentikkan jarinya saja.


lalu apa yang sebenarnya Ningrum takutkan dari mantan majikannya itu ?


" pikirkan perasaan anakmu juga, rum? cobalah berdamai dengan masalalu mu itu? jangan sampai sikap egois mu itu semakin membuat luka hati anak kamu." Mbah lanang mencoba memberikan saran kepada ningrum.


suasana hening setelah Mbah lanang mengucapkan itu, mungkin saat ini ningrum berusaha mencerna setiap ucapan bapaknya.


" kamu sudah ketahuan membohonginya selama hampir 17 tahun dia hidup, rum. bapak sangat tau bagaimana perasaan anakmu itu." terang bapak lagi membuat ningrum langsung menetes kan air matanya seketika.


ningrum sadar kalau selama ini secara tidak langsung sudah menyakiti hati anaknya.


" ayahnya dari anakmu itu datang ingin bertemu dengan anakmu, setidaknya tanyakan dulu perasaan anakmu bagaimana ? jangan memutuskan sesuatu sendiri lagi tanpa melibatkan paijo disana." bapak terus memberikan wejangan kepada anaknya karena tak ingin Ningrum sampai mengambil langkah yang salah lagi dan nantinya akan membuat hati Paijo semakin terluka.


perasaan ningrum saat ini benar-benar rumit, rasanya ingin sekali dia bersikap egois.


rasanya ingin berkata menjauh lah dari kehidupan kami pada Kim Yoo Joon.


namun ningrum tidak memiliki kuasa untuk itu.


Ningrum menggelengkan kepalanya." bagaimana Paijo sekarang pak? apa dia kecewa dengan rum, pak?" tanya Ningrum lagi. mendengar itu bapak tersenyum miring.


dia teringat keadaan Paijo saat siang tadi, kacau, sangat-sangat kacau." menurut mu?" tanya bapak balik.

__ADS_1


bapak menghela nafas untuk kesekian kalinya."maaf--- bapak tidak bermaksud menggurui kamu rum. bapak tau kamu lah yang disini yang paling tersakiti. tapi bapak hanya ingin kamu dan Paijo bisa hidup berbahagia kedepannya. entah itu bersama dengan masalalu mu atau tidak, jadi berfikir lah lebih bijak lagi saat mengambil keputusan." ucap bapak lagi dan Ningrum mengangguk saja sebagai jawaban.


__ADS_2