Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)

Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)
kegalauan ningrum


__ADS_3

" Bun aku keluar sebentar yah?." katanya setelah membaca pesan dari temannya dan memasukan ponselnya lagi kedalam saku celananya


" mau kemana lagi kamu Jo?" bunda bertanya karena khawatir.


" gak kemana-mana. cuma mau jemput sandi di depan, dia bawain tas aku yang tadi gak aku bawa sama mau jenguk bunda sekalian katanya." bunda ber oh ria kemudian mengangguk.


"yasudah kamu samperin temen kamu dulu, kasihan kalau kelamaan nunggu." Paijo keluar setelah mendapatkan ijin dari bunda.


saat ini di dalam kamar rawat hanya ada bunda saja, sedangkan bapak sudah pulang sedari tadi. dia tidak ingin bapaknya juga ikutan sakit jika terlalu lama berada di rumah sakit.


setelah anaknya keluar, bunda bangun dari ranjangnya melangkah ke kamar mandi sedikit tertatih dengan tangan kanan memegang kantong infusan.


tak lama pintu kamar rawatnya di buka oleh seseorang berbarengan dengan bunda yang baru saja keluar dari kamar mandi. Ningrum kira itu adalah anaknya.


" cepat sekali kalian Jo ...?" bunda bertanya saat orang yang ia kira adalah anaknya tak bereaksi apa-apa ketika melihatnya kesulitan membawa kantong infusan di tangannya.


orang itu menyunggingkan senyumnya saat Ningrum belum menyadari keberadaannya didalam kamar rawatnya. dia tak mengerti apa yang baru saja wanita itu katakan. namun saat mendengar suara lembut Ningrum jantungnya berdebar-debar.


melihat Ningrum kesulitan untuk meletakkan infusannya ke tiang, Kim Yoo Joon langsung mendekatinya dan mengambil alih infusan itu dari tangan Ningrum.


" ah...susah sekali Jo...maaf bun----" matanya melotot tak melanjutkan kata-katanya lagi saat melihat seseorang yang tak pernah disangka ada di depannya saat ini. bibirnya seakan kelu tak dapat berbicara apapun dan tenggorokannya serasa kering seketika.


Kim Yoo Joon sangat menikmati wajah cantik Ningrum dari dekat, rasanya dia masih tak percaya bisa bertemu langsung dengan wanita yang sudah memberinya satu anak padanya.


" Mr. Kim." lirih Ningrum namun masih terdengar jelas di telinga Joon saat mulut wanita itu menyebutkan namanya.

__ADS_1


Joon tersenyum dan mengangguk sembari mengusap air mata yang sudah meleleh sejak tadi di pipi ibu dari anaknya.


air mata Ningrum semakin deras saat Joon mengusap pipinya dengan lembut membuat Joon bingung, dia sangat takut jika Ningrum kesakitan karena usapanya, tangis ningrum tak mau berhenti membuat dirinya panik dan menyuruh orang-orangnya untuk memanggilkan dokter.


" Hwang panggil dokter cepat." titahnya begitu kencang membuat Hwang yang sedang berbincang dengan Surya tersentak kaget.


belum ada pergerakan juga dari mereka membuat Joon kembali berteriak." apa yang kalian lakukan hah!! cepat panggilkan dokter bodoh!! wanitaku sedang kesakitan sekarang." Surya dan Hwang yang ikut panik segera berlari memanggilkan dokter.


sedangkan orang-orang yang berjaga di depan kamar Ningrum hanya menunduk saat di tatap tajam oleh joon. melihat kemarahan dari bos besarnya yang seperti itu saja membuat mereka merinding, tak bisa membayangkan apa yang terjadi pada orang-orang yang sengaja mengusik hidup bosnya. baru kali ini mereka melihat langsung orang yang memiliki aura yang begitu kuat hanya dengan tatapan matanya saja membuat nyali mereka langsung ciut.


Joon kembali masuk kedalam rawat Ningrum, wanita itu masih saja menangis meski sudah tak sekencang tadi.


" jangan menangis, dokter sedang kemari." ucapnya dengan lembut membuat wanita itu langsung menghentikan tangisnya dan memberanikan diri menatap Joon, namun itu hanya sekilas, karena Ningrum masih sangat takut untuk menatap wajah mantan majikannya itu, bayang-bayang saat Joon mengambil paksa mahkotanya masih sangat jelas di ingatannya.


" hey...kamu kenapa? sudah sembuh atau masih ada yang sakit? cepat katakan sebentar lagi dokter datang." ucap Joon lagi membuat Ningrum merinding Seketika.


majikannya yang dulu ia kenal sangat lah cuek dan dingin dengan orang lain selain keluarganya sendiri, bahkan kepada para pelayan mansionnya saja dia tak pernah menyapanya. tapi kenapa sekarang mantan majikannya itu sangat perhatian dengannya, apa ada maksud lain Ningrum tak tahu itu.


kenapa orang ini ada disini? apa dia kesini untuk mengambil Paijo dari ku? batinnya lagi bertanya-tanya sendiri.


" hey..are you oke?." tanyanya lagi saat Ningrum tak menjawabnya.


" oke... Mr. Kim" cicitnya pelan membuat Joon langsung menghembuskan nafas lega dan langsung memeluknya dengan tiba-tiba membuat Ningrum tersentak kaget dengan perlakuan mantan majikannya itu.


pintu ruangan terbuka saat Joon sedang memeluk Ningrum.

__ADS_1


" woy....apa yang sedang kamu lakukan dengan Bunda ku." Joon dan ningrum menoleh kearah pintu saat anaknya bersama temannya berdiri disana.


" Paijo..." lirih Ningrum dan langsung menoleh kearah Joon yang sedang terpaku menatap ke arah anaknya.


" Jo...cepat kamu pergi dari sini nak.!!" pekik Ningrum yang membuat semua orang menatapnya dengan heran.


" kenapa aku di suruh pergi bunda? dan siapa orang ini, kenapa bisa meluk bunda kaya gitu?." bunda memalingkan wajahnya tak menjawab, air matanya kembali menetes.


" sandi bunda minta tolong bawa Paijo pergi dari sini yah?" pintanya dengan suara yang sudah bergetar. sandi hanya diam, lalu menatap wajah Paijo dan orang yang sangat mirip dengan sahabatnya itu secara bergantian. melihat wajah bunda dari sahabat memelas padanya sandi jadi tak tega jika menolaknya.


" ayok...kita pergi dari sini." ajak sandi menarik lengan sahabatnya namun paijo menolak.


" gak"


" no"


katanya ayah dan anak itu berbarengan membuat sandi melongo seketika, selain memiliki wajah yang hampir sama merak juga sangat kompak pikir Sandi, fix perkiraannya benar kalau yang ada di depannya saat ini adalah ayahnya Paijo. merasa tak ada gunanya disini sandi memutuskan untuk pamit saja oada mereka, dia tak ingin mengganggu pertemuan antara Paijo dan ayahnya.


saat keluar dari kamar rawat bundanya elang, sandi menatap kearah orang-orang berjas hitam yang sedang berdiri di depan kamar rawat ibu dari sahabatnya. dia jadi berfikir mungkinkah ayah Paijo itu seorang mafia? Bundanya Paijo sakit anemia saja di jaga sangat ketat seperti itu. jika memang benar berarti dia selama ini berteman dengan anaknya mafia, bulu kuduk Sandi meremang seketika. dia tidak menyangka film drakor yang suka ia tonton bersama adiknya ada di dunia nyata, dan sekarang dia melihatnya sendiri. dimana-mana jika pimpinan mafia akan dijaga sangat ketat oleh orang-orang seperti ini.


" ehmmm..."


" jika mau keluar sebaiknya adek jangan hanya diam saja didepan pintu, takut mengganggu kenyamanan Mr. kim ." katanya dengan suara tegas membuat sandi langsung merinding dan langsung berlari menjauh dari kamar rawat Bunda sahabatnya.


sedangkan orang-orang yang berjaga disana menggeleng kepalanya melihat sikap aneh dari tuan mudanya. kemudian kembali memasang wajah tegas lagi saat dokter dan asisten dari tuan besarnya datang dan langsung masuk kekamar Ningrum.

__ADS_1


__ADS_2