Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)

Paijo ( Pewaris Yang Tersembunyi)
Mbah Lanang vs Kim Yoo Joon


__ADS_3

seorang pria paruh baya baru saja turun dari ojeg yang sempat ia naiki di depan sebuah rumah sakit swasta di daerah tersebut, dengan di kawal oleh beberapa orang asing di belakangnya yang sudah beberapa hari ini terus menjaga dan mengikutinya kemanapun pria tua itu pergi.


meskipun kesal, mbah Lanang tetap tak bisa mengusir orang-orang itu karena akan percuma saja. sebab orang-orang itu tidak akan pernah menghiraukan perkataan mbah Lanang, sebanyak apapun Mbah lanang mengusirnya mereka akan tetap mengawasinya meski dari kejauhan, jadi Mbah Lanang putuskan untuk tak menghiraukan keberadaan mereka.


dengan langkahnya yang cepat dan tergesa-gesa pria tua itu seolah melupakan umurnya yang sudah tak muda lagi kerena ingin segera sampai di kamar rawat anaknya secepat mungkin dan ingin memastikannya sendiri kebenarannya. Mbah Lanang begitu penasaran dengan apa yang sudah cucunya ceritakan saat di rumah tadi.


namun saat sudah berada di dalam kamar rawat Ningrum, mata Mbah Lanang membola seketika saat tak menemukan anaknya di dalam sana. ranjang yang sudah tampak di rapikan seperti tidak ada lagi tanda-tanda seorang pasien disana, namun mbah Lanang langsung menuju ke kamar mandi dan menggedor nya berharap ada sahutan dari Ningrum di dalam sana, disana pun tetap nihil tak ada sahutan dari dalam, kemudian Mbah Lanang segera keluar dari kamar tersebut dengan wajah khawatir dan Bingung membuat para pria yang menunggunya di depan ruangan tersebut menatapnya heran.


salah satu dari mereka pun mendekati Mbah Lanang.


" ada apa tuan?" tanya pria tersebut.


mbah Lanang menoleh kearahnya." anak saya tidak ada di dalam kamarnya, kalian pasti tahu dimana anak saya sekarang. ini semua pasti karena majikan kalian kan?." ucap mbah Lanang dengan wajah marah menatap satu persatu dari mereka.


" sebentar tuan, saya akan mencari tahu."


dan yang lain mendekati mbah lanang untuk menuntun pria tua itu ke sebuah kursi di depan ruangan tersebut.


"lebih baik tuan duduk dulu biar teman saya yang akan mananyakan langsung pada teman kami yang menjaga nyonya Ningrum." katanya yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Mbah lanang.


tak lama kemudian pria yang mencari tahu keberadaan anaknya mendekat.


" nyonya Ningrum ternyata sudah di pindahkan ke kamar VVIP tuan, mari saya antarkan kesana." ucap pria itu lagi dan Mbah lanang langsung beranjak dari sana.


langkahnya mengikuti pria yang saat ini menjadi bodyguardnya menuju lantai dimana anaknya berada.


tidak heran lagi bagi Mbah lanang seperti pertama kalinya saat melihat beberapa orang pria berpakaian hitam-hitam tengah berjaga di depan kamar rawat Ningrum.


namun ada dua orang asing yang belum pernah Mbah lanang lihat sebelumnya, salah satunya adalah orang yang memiliki wajah oriental seperti cucunya.


melihat kedatangan Mbah Lanang, orang-orang yang berjaga disana langsung menunduk hormat.


mata Mbah Lanang terus memindai wajah yang serupa dengan cucunya membuat hawang yang saat ini sedang ditatapnya sedikit ketar-ketir.


apa ini orang yang dimaksud si Paijo ya? ganteng sih? tapi kurang ajar sekali dia peluk-peluk anakku. minta di sunat dia kali ini orang, tapi....apa dia sudah sunat ya? kayanya sih belum kalo di lihat dari wajahnya.... batin bapak saat melirik ke arah Hwang asisten Kim Yoo Joon.


tanpa berkata apapun Mbah Lanang langsung masuk ke dalam kamar rawat putrinya membuat dua orang yang sedang saling diam di dalam sana terlonjak kaget saat mendengar suara teriakan dari Mbah lanang disaat pintu kamar di buka secara kasar.


" Ningrum....!"teriak Mbah lanang.


ningrum sampai mengelus dadanya sendiri, tak lupa juga mengucapkan kalimat istighfar saking kagetnya.


astaghfirullah....

__ADS_1


sementara Kim Yoo Joon yang sedang menerima panggilan dari orang-orangnya tanpa sadar langsung mengumpat kesal, dia belum menyadari siapa yang sudah membuatnya sekaget itu.


shittt....!!!


baru kali ini ada orang yang berani meninggikan suara dihadapannya, di tempat asalnya bahkan dengan musuhnya sekalipun tidak ada yang berani bersuara dengan lantang saat di hadapan Kim Yoo Joon.


karena butuh keberanian yang besar untuk melakukan itu semua.


" ada apa? kau mau marah dengan ku?." kata Mbah lanang saat melihat mata Kim Yoo Joon melotot karena marah.


Kim Yoo Joon yang mendengar itu langsung mendelik tak suka seolah Mbah Lanang sedang menantangnya.


Ningrum yang melihat wajah marah mantan majikannya itu seketika langsung bersuara. dia takut pria yang menjadi ayah biologis anaknya itu melakukan sesuatu pada bapaknya, Karena Ningrum sangat tau tabiat dari mantan majikannya itu.


"maafkan ayah saya tuan, dia tidak tahu ada anda disini." ucap Ningrum tiba-tiba dengan bahasa Korea membuat Kim Yoo Joon dan Mbah Lanang menoleh seketika kearahnya.


" ngomong opo koe nduk? gak ngerti bapak!!" bapak kesal karena anaknya berbicara dengan bahasa yang tidak dia mengerti.


sedangkan Kim Yoo Joon langsung menoleh kearah Mbah lanang setelah mengetahui bahwa pria tua yang baru saja masuk ke dalam kamar Ningrum dengan caranya berteriak adalah ayah dari Ningrum, Kim Yoo Joon langsung membungkuk hormat ke arah Mbah lanang.


Mbah lanang yang mendapatkan perlakuan seperti itu dari Kim Yoo Joon langsung mengernyitkan dahinya, dia heran dengan pria yang baru saja terlihat marah kepadanya tiba-tiba menunduk hormat kearahnya.


Mbah lanang menoleh kearah putrinya yang kini juga syok melihat kelakuan pria yang memliki pengaruh cukup besar di beberapa negara.


dia sendiri juga bingung kenapa tiba-tiba mantan majikannya itu bersikap demikian kepada bapaknya.


ningrum masih saja tidak percaya saat melihat itu padahal dia sudah menyaksikannya sendiri di depan matanya.


apa mataku tak salah lihat? ada apa dengan tuan Kim saat ini?, batin Ningrum.


dia berkali-kali mengucek matanya dan mencubit tangannya sendiri yang kemudian langsung mengaduh karena sakit.


namun benar apa yang dia lihat memanglah nyata.


matanya masih melihat jelas dengan apa yang saat mantan majikannya memberi penghormatan kepada bapaknya.


" awwss...." desis Ningrum pelan sangat pelan namun masih terdengar oleh telinga Kim Yoo Joon yang memiliki tingkat ketajaman pendengaran yang tinggi.


mendengar pekikan dari ningrum membuat Kim Yoo Joon langsung menghampirinya.


" ada apa? apa ada yang sakit lagi?" tanyanya penuh khawatir.


ningrum langsung menggeleng pelan karena masih merasa takut dengan Kim Yoo Joon saat ini.

__ADS_1


" tu--tuan...apa yang tadi tuan lakukan? kenapa tu--tuan memberikan penghormatan kepadanya bapak saya?" tanya Ningrum pelan karena takut Kim Yoo Joon akan marah. padahal itu pertanyaan yang tak seberapa namun ningrum begitu takut jika pertanyaan itu malah akan membuat mantan majikannya marah.


Kim Yoo Joon tersenyum mendapat pertanyaan itu wanita yang sudah memberikannya seorang pewaris yang sangat tampan.


" tak apa, aku hanya ingin menghormatinya saja karena dia orang tua mu bukan?" ningrum mengangguk pelan dengan wajah yang masih menunduk karena tak berani menatap wajah dari mantan majikannya itu.


"eehhhemm....." mbah Lanang yang merasa di cuekin langsung mengeluarkan suaranya untuk menyadarkan mereka yang melupakan keberadaan pria tua itu.


Kim Yoo Joon tersenyum ramah kearah Mbah lanang, namun pria Baya itu langsung memasang wajah tak bersahabat dan mendekati ranjang anaknya.


" bapak kenapa kesini? bukannya bapak seharusnya datang besok pagi?" tanya Ningrum saat bapaknya sudah duduk di tepi ranjangnya.


" bapak takut kamu di bawa kabur sama orang asing." Jawab Mbah lanang ketus seraya melirik kearah Kim Yoo Joon yang sedang memandang wajah cantik Ningrum.


ningrum mengernyitkan dahinya mendengar perkataan bapaknya.


di culik? siapa orang yang akan menculiknya yang sudah setia ini, pikir Ningrum.


namun melihat tatapan tak Suka Mbah Lanang pada tuan Kim, Ningrum sekarang paham.


pasti Paijo sudah menceritakan semuanya kepada bapaknya, pikir Ningrum.


Ningrum jadi menggigit bibirnya sendiri.


" apa Paijo sudah menceritakan semuanya, pak?" tanya Ningrum lagi kepada bapaknya.


bapak mendelik kearah anaknya." menurut mu piye ? opo Paijo Ra bakal crita mbe bapak?" jawab bapak ketus membuat ningrum meremat tangannya sendiri.


( menurut kamu bagaimana? apa paijo gak bakalan cerita sama bapak?)


" kenapa?" tanya Kim Yoo Joon saat melihat wajah Ningrum yang terlihat sedih saat berbicara dengan bapaknya.


meski Kim Yoo Joon tidak mengerti apa yang Ningrum dan bapaknya bicarakan, dia bisa tahu saat ini percakapan mereka pasti ada sangkut pautnya dengan kedatangannya secara tiba-tiba.


mendapatkan pertanyaan seperti itu dari Kim Yoo Joon tak membuat Ningrum langsung tenang, wanita itu malah menangis sesegukan membuat bapak menghembuskan nafas berat dan Kim Yoo Joon semakin bertambah bingung.


" hei...tenang, aku akan menyelesaikan semuanya untuk itu aku datang kesini. oke...? katanya lagi menenangkan ningrum.


melihat Ningrum menangis seperti itu hati Kim Yoo Joon sakit, entah kenapa dia jadi merasa bersalah dengan perbuatannya belasan tahun silam terhadap wanita ini.


dia bersumpah akan membuat hidup ningrum bahagia terus setelah masalah ini selesai.


dia akan membuat mereka menjadi keluarga yang paling bahagia nantinya.

__ADS_1


Kim Yoo Joon tidak akan membiarkan air mata wanita yang sudah memberikan satu anak itu turun lagi selain air mata kebahagiaan saja.


__ADS_2