
usai berpamitan dengan orang rumah, Paijo langsung berangkat ke sekolah menggunakan si bebek kesayangannya. meski hanya motor sejuta umat, namun bagi Paijo si bebek ini sangat berperan penting dalam hidupnya.
bagaimana tidak ??? si bebek lah yang selalu setia mengantarnya ke sekolah maupun ke tempat-tempat lainnya.
meski bunda kerap kali menawarkan membeli motor lagi yang lebih laki, namun Paijo dengan keras menolaknya, bukan karena sayang duit, tapi baginya si bebek sudah seperti kekasihnya sendiri selama hampir 3 tahun ini selalu menemani setiap perjalanannya.
memang sejak kelas satu, dia sudah di ijinkan bunda menaiki motor sendiri saat ke sekolah, dengan catatan tidak akan digunakan yang tidak-tidak saat di luar sana.
tapi tetap tak boleh ditiru ya gaes, tetap patuhi aturan yang berlaku dan harus sudah memilki SIM jika akan membawa kendaraan bermotor....hihihi
setelan melewati jalanan dengan pemandangan hamparan sawah yang luas, Paijo akhirnya sampai di depan gerbang sekolahnya. di depan sana seperti biasa, dia sudah ditunggu kedatangannya oleh sahabat terlaknatnya sejak tadi, untuk apa lagi selain u mencontek PR kimia nya.
dengan sengaja Paijo terus melajukan motornya tanpa menghiraukan sandi, namun nahas karena sandi sudah lebih dulu mencekal tasnya.
" Weitsss...main tinggal aja! ngikut lah aku." katanya saat Paijo berusaha kabur darinya.
Paijo berdecak sebal saat tasnya berhasil di cekal oleh sandi, tanpa basa-basi lagi sandi langsung naik di jok belakang motor Paijo dan mereka langsung menuju parkiran untuk memarkirkan si bebek kesayangan paijo supaya lebih aman sebelum masuk ke kelas.
" Jo... seperti biasa ya? aku nyontek PR kimia punya kamu." Paijo memandang datar kerah temannya seraya melepaskan helm ia pakai.
" mau sampai kapan kamu kaya gini san?." sandi hanya menyengir kuda saja saat ditanya seperti itu oleh sahabatnya.
Paijo heran dengan sahabatnya ini, selalu saja merepotkan untuk masalah PR, alasan hanya klasik!! katanya sih rumus-rumus kimia dan fisika terlalu rumit untuk otaknya yang tumpul.
lah... bagaimana bisa sandi bisa masuk ke kelas IPA 1 yang kebanyakan muridnya anak-anak pintar??? jika alasannya seperti itu??? benar-benar edan pikir Paijo.
__ADS_1
"Jo...boleh yah? boleh lah??? kamu gak kasihan apa sama aku? kalo sampai di hukum sama Bu Astri guru terkiller nya SMA karang Mulya?." rayunya lagi, membuat Paijo mendengus sebal.
saat ini mereka sedang berjalan di selasar sekolah, hendak menuju ke kelas mereka. memang letak parkirannya ada di dekat kelas satu, membuat mereka harus berjalan memutar melewati kelas satu dan dua untuk sampai ke kelasnya.
selama melewati kelas satu dan dua, banyak sekali adik kelas cewe yang menyapa dan berusaha mencari perhatian dari mereka, lebih tepatnya Paijo ya? hahahaha....maaf sandi kamu terlalu biasa untuk dijadikan idola oleh mereka.
iya lah Paijo !! jarang-jarang kan, ada manusia modelan kaya Lee min hoo masuk sekolah sini. biarpun Lee min hoo kw tapi tetap saja mereka berasa lihat aktor tampan yang ada di drakor-drakor yang sering mereka tonton.
" pagi kak jo."
"hai kak jo."
" kak jo mampir dong ke kelas kita."
" kak jo sarangheyo"
dan ada yang lebih gila dari ini, bukan hanya sekedar ngefans dengan Paijo, namun orang itu sudah tergila-gila dengan Paijo, dan sudah melabeli Paijo sebagai future husband nya.
dia adalah Tuti Nastiti anaknya bude Siti jolekha makhluk yang sangat di hindari oleh Paijo selama di sekolah.
jika kehadirannya sudah terdeteksi oleh paijo, pria berbibir merah muda itu lebih memilih melarikan diri dari pada harus mengahadapi kegilaannya.
" jadi gimana? boleh yah? janji ini yang terakhir." rayunya lagi, janji tinggal lah janji, yang terpenting saat ini pr nya bisa beres pikirnya.
" hemmm... iya iya, tapi janji ini yang terakhir yah? bentar lagi kita ujian loh, kalo kamu gak belajar gimana bisa kamu menghadapi ujian nanti. emangnya kamu mau gagal dan ngulang lagi di kelas 3?" jelasnya membuat sandi langsung menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal saat disindir temannya, jika di pikir-pikir Paijo ada benarnya.
__ADS_1
memang benar sebentar lagi mereka akan lulus, dan Paijo merasa kasihan dengan temannya jika sampai gagal nanti dan harus mengulang kelas 3 lagi atau jika harus ikut ujian susulan.
" ya aku janji ini yang terakhir aku nyontek PR kamu." jawabnya mantap.
" tapi kamu juga harus bantu aku setelah ini?." lanjutnya lagi.
Paijo menoleh kearah sahabatnya dengan alis menyatu.
" apa? jangan aneh-aneh kaya yang sudah-sudah loh yah?." sandi hanya tersenyum menyeringai.
pasalnya Paijo memang kerap di buat pusing jika sudah di mintai bantuan sama sandi. meskipun Paijo sering kali kesal setelah membantu temannya tetap saja dia akan luluh lagi jika sandi meminta bantuannya kembali.
kadang membuat Paijo heran, entah kenapa Paijo suka merasa kasihan dengan sahabatnya saat dimintai tolong pada sahabatnya.
" ehmmm... gak kok kali ini aku gak bakal macem-macem, aku cuma minta di ajarin rumus-rumus kimia sama fisika aja kok!!." jawabnya seraya menganggukkan kepala saat ada seseorang yang menyapa.
" entah kenapa aku kalo belajar sendirian, otak aku gak nyampe-nyampe Jo. berasa buntu!!." lanjutnya lagi, Paijo langsung menghela nafas kasar namun tetap mengiyakan permintaan sandi.
tak apalah pikirnya, ini lebih baik dibandingkan dengan temannya yang setiap hari harus mencontek padanya.
" makasih ya Jo, awakmu memang yang terbaik lah pokoke!!!."ucapnya dengan wajah berbinar.
dia senang karena tidak akan mengalami kesulitan lagi jika belajar dengan Paijo, karena Paijo adalah bintangnya SMA karang Mulya. selain memiliki wajah yang tampan di juga terkenal dengan kecerdasannya. bahkan dia juga sudah banyak menyumbang piala untuk sekolahnya setelah mengikuti berbagai lomba dan olimpiade sains.
sandi merangkul bahu sahabatnya saat memasuki kelas. di dalam kelas seperti biasa suasana kelas IPA 1 sangatlah hening. tak pernah ada kegaduhan meskipun ada jamkos.
__ADS_1
kelas IPA 1 memang sudah terlatih untuk menjadi kelas yang tertib. tingkat kompetitif di dalam kelas IPA 1 pun sangatlah ketat, Mereka tak akan pernah saling meminjam pr dengan yang lain terkecuali sandi dan Paijo.
sebelum jam pelajaran dimulai, sandi sudah mulai mengebut untuk menyalin pr kimia milik Paijo, sedangkan Paijo hanya duduk anteng disamping temannya dengan membaca buku untuk pelajaran pertamanya nanti.