
Jam dinding **sudah menunjukkan pukul 6 pagi dinda masih setia meringkuk di bawah selimut ...seulas senyum tampil di bibirnya sebelum membuka mata... Mengingat saat ini dia tlah menjadi kekasih seseorang... Tidak bisa menyembunyikan bunga bunga yang tumbuh dihatinya .... Menorehkan senyum setiap mengingatkanya pada seseorang.
Di sekolah..
"DUARR..." aku kaget saat seseorang menepuk bahuku yang ternyata tidak lain adalah Bunga
"iiihhh... Apaan sih lo nga pagi-pagi mau bikin jantung orang copot cetusku
" ye... Siapa suruh nglamun sambil jalan pake senyum senyum gak jelas .. Kan gue pikir lo nya kesambet kecoak dari mana gitu.. "ujar asal bunga yang saat ini tengah berjalan menuju kelas
" asal aja lo ngomong... Pagi pagi udah horor aja" cetusku
"gue penasaran aja dari raut muka lo gue rasa lo kelihatan bahagia gitu .. Lo gak rencana buat berbagi kebahagiaan gitu sama gue .. Berbagi itu indah loh din.." ujarnya membuatku geli sendiri mendengarnya
" kasih tau gak ya" godaku pada bunga yang saat ini kami sudah berada dalam kelas
"Nanti juga lo tau sendiri..."ucapku
" yah .. Lo main rahasiaan sekarang sama gue... Sedih gue" ucap bunga dengan wajah sedih yang dibuat buat
"udah nanti lo pasti tau dengan sendiri kok tanpa gue kasih tau" ucapku yang membuat bunga terlihat kebingungan
"ok deh... Pokoknya apapun yang membuat lo bahagia gue juga ikut bahagia dan gue akan selalu dukung lo" ucap bunga membuatku terharu dan merasa beruntung mempunyai sahabat sepertinya..
"tapi gue masih penasaran.. Kasih tau dong" ujar bunga cengengesan
__ADS_1
Membuatku memutar bola mataku
"huh... ( menghela napas) dasar lo perusak suasana haru ucapku berjalan keluar kelas .
" din .. Lo mau kemana ? Gue ikut.."rengeknya mengikutiku
Kantor Leon..
Seorang lelaki tengah berdiri didepan jendela dengan seulas senyum yang terlihat .. Melihat jam ditangannya .. Dan merogoh benda persegi dalam saku celananya...menekan salah satu nomor telpon yang beratas namakan "gadisku" yang tidak lain adalah gadis yang dicintainya yang hanya dalam semalam mengubah status mereka menjadi pasangan kekasih
Tuuut tuuuuutt tut
Gadisku :halo ...
Leon : apa aku mengganggumu ?
Gadisku : tidak .... Oom sahutnya gugup meskipun tidak bisa dipungkiri membuatnya olahraga jantung
Leon : aku rindu.... Bisakah kita bertemu malam ini ajak leon pada dinda yang membuat dinda senyum bahagia disebrang sana
Gadisku : ba baiklah om...kirim saja alamatnya nanti aku menyusul kesana.
Leon : tidak biar aku yang akan menjemputmu ... Bersiaplah
Gadisku : baiklah aku tunggu.
__ADS_1
Tut..
Dindapun segera membuka lemari pakaiannya mengeluarkan semua isi lemarinya ... Memilah milah baju apa yang akan hendak dia pakai
Lima belas menit kemudian akhirnya dia menemukan drees yang cocok menurutnya
Dengan polesan make up tipis dinda sudah terlihat cantik karna memang dinda mempunyai kecantikan yang alami walau pun tanpa make up
Setengah jam kemudian terdengar sebuah mobil terparkir di halaman rumahnya ...
Dengan cepat dinda menuruni anak tangga dan berpamitan pada ibunya... Yang sebelumnya dinda sudah ijin dan ibunya pun mengijinkan.
Saat hendak keluar dan membuka pintu dinda terkejut karena leon sudah berdiri disana...
"om... Knap ... Ucapan dinda terpotong karna disela leon cepat
" apa ibumu ada? Tanya leon
" a ada om... Sahut dinda
Dari dalam rumah terdengar ibu dinda bertanya
" din kok belum berangkat ..? Tanya ibu dinda menghampiri dinda
" loh... Leon...? leon kan ? Tanya ibu dinda terkejut dengan keberadaan leon**.
__ADS_1