Paman I Love U

Paman I Love U
Kekhawatiran


__ADS_3

Rumah sakit..


Dinda telah tiba di rumah sakit,setelah mengabari bunga dan ibunya  ia langsung menyusul ke rumah sakit


dia duduk termenung ,terlihat kegelisahan di kedua matanya,menangis adalah caranya mengatasi gelisahannya..banyak pertanyaan yang bertengger di pikirannya...tapi yang paling dia takuti saat ini adalah melihat sang kekasih yang sedang berjuang di dalam sana,mampukah dia bertahan,,sejenak pikiraan itu terlintas di benaknya,yang segera dia  hempaskan...tidak dia kuat dia lelaki dia pasti bertahan ...Leon bertahanlah ,aku disini menunggumu..bathin dinda,,


'


'


tap...tap...tap..


dua orang wanita  setengah berlari setelah mendengar leon masuk rumah sakit akibat insiden penembakan


dia adalah bunga dan ibunya


"Din?!" panggil bunga ..dinda pun menghampiri dan memeluk bunga ,menangis  dan menumpahkan segala emosi di dirinya,ketakutan,kecemasannya..dia ingin bersandar dan mengadu pada seseorang bahwa saat ini dia amat tidak baik baik saja.


Bunga ":din..lo tenang ya sekarang lo aman..om Leon pasti baik baik aja..gue yakin" dinda masih menangis "din,coba lihat gue" ,,bunga menangkup kedua pipi dinda untuk melihat padanya dan meyakinkan dinda leon pasti bisa melewati masa kritisnya

__ADS_1


"om leon pasti kembali dia pasti baik baik aja ok..kita berdoa aja ,operasinya berjalan lancar"ya dinda memohon pada dokter untuk segera melakukan operasi karena keluarga leon belum tiba dan dokter pun menyetujuinya karena takut leon akan kehilangan banyak darah..


"din..."panggil ibu bunga yang juga kakak leon  setelah mengurus semua administrasi rumah sakit .".tante" jawab dinda..ibu bunga pun menghampiri dan memeluk dinda ."din jangan khawatir leon pasti baik baik saja dia pasti bisa melewati masa kritisnya.."


..


..


1 minggu kemudian


"OM...kapan om bangun..kalau om masi betah dengan tidur panjang plus cantik om ..lebih baik aku cari cowok lain saja di luar sana,," ucap dinda dan berharap leonnya mendengar dan merespon ucapannya ...ya saat ini leon koma  dan dokter pun menyarankan keluarganya untuk selalu memberinya dukungan dan mengajaknya bicara karena meski tubuhnya tertidur tapi dia masih bisa mendengar perkataan  orang di sekitarnya.


"om,besok aku akan kembali lagi ,awas saja kalau om masih tidak mau bangun,dinda pun mendekatkan bibirnya pada telinga leon dan membisikkan sesuatu ..."aku tau dan berhentilah.."itulah kata kata terakhir yang diucapkan dinda sebelum keluar dari ruang rawat leon..


.


.


jam 01:00 dinihari..

__ADS_1


"cari terus dan temukkan siapa yang telah berani menyentuh milikku"ucap pria yang tengah menelpon seseorang untuk menyelidiki sesuatu...karena sedikit keteledorannya dia hampir membahayakkan orang terkasihnya ,ya bila saja waktu itu dia terlambat sedikit saja entah sudah menjadi apa dia saat ini.


dia kembali teringat dengan perkataan kekasihnya ,yang ingin mencari pria lain yang lebih muda dari dirinya dan lebih tampan katanya,,,seringai iblis terpancar di raut wajah tampannya.."tidak semudah itu baby...sebelum hal itu terjadi mungkin pria itu sudah berada di alam lain," ucapnya dengan memainkan pisau di tangannya dan menatap lurus  pada seseorang didepannya yang tengah terikat diatas kursi...selangkah demi langkah dia memutari pria yang dia yakini dalang dari penembakkan itu.


"jadi kau masih mau bungkam ...aku tanya sekali lagi ,ini yang terakhir " ucapnya dengan penekanan yang membuat sang sandera merinding karena dia baru menyadari targetnya ini bukan orang sembarangan dia jelmaan iblis dan dewa secara bersamaan...ya selama ini dia telah mengikuti dan bahkan menyelidikinya tidak ada yang aneh bahkan terbilang targetnya orang biasa yang mempunyai kehidupan  orang biasa pada umumnya...tapi dia sungguh salah besar..dia hanya menerima pekerjaan ini lewat telepon dan dia tidak pernah tau rupa orang yang memerintahkannya ,brengsek!!! jika dia tau targetnya sekelas ini dia pasti sudah lama mundur,,,itulah penyesalan yang ada di benaknya,tapi sudah terlambat,dia tidak bisa memutar kembali waktu...sampai saat dingin pisau itu menyayat  kulit pipinya dan mengeluarkan darah segar..


"A  AHHH... AHHH teriak nya  " tuan am..ampuni saya ,saya  benar benar tidak tau siapa yang  menyuruh saya ...saya hanya menerima perintah dari telepon jadi saya tidak tau rupa orang itu tuan.." ucapnya menahan sakit.


"tidak  masalah kau tidak tau siapa yang menyuruhmu   aku bisa mencari tau sendiri ,tapi kau harusnya tau siapa targetmu bukan.."  Leon kembali menyayat wajah pria tersebut dengan senyum iblisnya ..pria itupun berteriak memohon ampun tappi sayang saat ini leon tengah mode iblisnya siapapun tidak akan ada yang bisa menghentikannya.


"mahakaryaku di wajahmu ini untuk kekasihku yang coba kau tembak" ucapnya geram  dan ..leon menurunkan pisau itu kearah jari sang penembak.


"Tuan to..tolong jangan ampun tuan" ,,mohon pria itu menangis menahan rasa sakit dan perih di wajahnya yang telah berlumuran darah ,,,HA..HA...HA..HA  tawa membahana dalam ruangan gelap dan lembab itu siapapun mendengarnya pasti merinding ,begitu pula dengan orang yang berjaga di luar ruangan itu yang tidak lain adalah anak buah sang LION yang sedang mengeksekusi buruannya ..


leon kembali menancapkan pisaunya diatas jemari pria itu dan memotong satu persatu...teriakan kesakitan memekakan  telinga dan membuat orang berjaga di luar merinding dan takut ..beberapa jam telah berlalu sudah tidak terdengar teriakkan lagi,pintu pun terbuka ,dan muncullah leon dengan darah disekujur tubuhnya


CKLEK..KRIEET.." bersihkan dan bakar" ucapnya datar yang membuat semua anak buahnya bergetar takut..meskipun mereka sudah sering menyaksikan bagaimana sang Tuan mengeksekusi buruannya,,tapi kali ini terlihat berbeda...


leon pun segera kembali ke rumah sakit ...

__ADS_1


__ADS_2