Paman I Love U

Paman I Love U
kerinduan


__ADS_3

04:50


sesampainya   Leon di rumah sakit ,ia segera mandi membersihkan tubuhnya,meskipun ia tadinya sudah membersihkan tubuhnya di salah satu apartement yang ia miliki..tapi ia merasa masih ada bau anyir di tubuhnya..bagaimanapun ia tidak ingin ada orang yang curiga,ia ingin mencari tau siapa yang hendak menargetkan kekasihnya..hanya dengan cara ini ia bisa  bebas bergerak...dia ingin mengelabuhi musuhnya ..dan membuat musuhnya berfikir dia tengah koma.


.


.


.kamar mandi


leon tengah berdiri di depan cermin dan menatap bayangannya..sambil tersenyum dan bergumam..


"beraninya bermain main denganku..aku tidak sabar bertemu denganmu ,yang ingin menyentuh kekasihku,ha ha ha. . tidak akan aku biarkan tikus kecil sepertimu berkeliaran di sekitarku"ucap Leon geram dengan kepalan tangan kuat ia menghantam cermin di depannya hingga retak ,darah mengaliri  dari  kulit tangannnya yang sobek ,dengan masih menahan geram ia pun tersadar akan apa yang ia perbuat ,dia pun membasuh  tangannnya yang berdarah dan segera keluar dari kamar mandi menuju ranjang pasienya yang beberapa hari ini menjadi saksi bisu sandiwaranya...sebelum ia merebahkan tubuhnya ia pun membuka laci meja di sampingnya dan mengambil sesuatu yang memperlihatkan senyum manis seseorang yang membuatnya mempertaruhkan nyawa demi dirinya..tentu saja dindanya..wajah yang tadinya dingin dan kaku ,kini berubah menjadi lemah lembut ..dan ketulusan yang terpancar di mata tajamnya....bahkan mungkin anak buahnya pun pasti akan terkejut jika tau ternyata tuannya mempunyai sisi lembut dan itu hanya pada dinda..."bersabarlah,aku akan kembali padamu jika sudah menemukan tikus itu..dan jangan coba coba berpaling dariku"ucap Leon tersenyum gemas memandang foto dinda di layar handphonenya.

__ADS_1


saat tengah tersenyum memandang foto dinda ,tiba tiba senyumnya perlahan memudar dan menampilkan wajah dingin,,ya saat ia sadar bahwa ia tengah di intai seseorang di dalam kamarnya sendiri,.setahu dia dari pertama datang dari luar dan masuk ke kamar mandi dia pastikan tidak ada yang mencurigakan,,pengawal yang di minta kakaknya untuk menjaganya pun telah ia beri obat tidur agar ia bebas keluar.."haaah [menghela napas] sepertinya sudah ketahuan"gumamnya...ia berdiri dan berjalan mendekati korden yang terbentang di jendela di kamar rumah sakit vvip itu,,dengan cepat menyibak dan memperlihatkan seseorang yang tengah berdiri dibalik korden itu...


.


.


.


kamar dinda


perlahan dinda sadar dan terbangun dengan berurai air mata,,"huhuhu,hanya mimpi..jika hanya di mimpi aku bisa berbicara dan melihatmu tersenyum meski bukan padaku ,aku rela om,,menahan sakit didada ini"lirih Dinda


"leon,aku rindu,,kapan kau akan sadar"ucap dinda menghapus air matanya yang masih setia mengalir di wajah cantiknya..

__ADS_1


"aku gak bisa gini,,ini sangat menyiksa"ucapnya berdiri dan berjalan ke arah lemari mengambil switer ,dan berjalan keluar rumah ,ya dinda tidak bisa menahan rindunya terhadap Leon ,dia segera pergi ke rumah sakit dengan menaiki motor kecilnya menuju rumah sakit...meskipun dia agak takut di jamepat pagi seperti ini yang terbilang masih sepi..ditambah lagi dinda merasa akhir akhir ini setelah kejadian penembakan itu,ia merasa selalu ada seseorang yang mengikutinya..entah hanya perasaannya atau tidak ...


.


.


.


Rumah sakit..


sampailah dinda di depan kamar vvip leon...dinda agak terkejut saat melihat para pengawal yang menjaga leon tertidur pulas...tapi dinda tak ambil pusing ia berpikir mungkin mereka ngantuk dan tertidur  ..tanpa ia curiga sama sekali


ceklek kriet..

__ADS_1


dinda memasuki kamar dan terkejut saat melihat ranjang   ,leon tidak ada di sana ,tapi kemudian dia mendengar suara seseorang tertawa samar dan di susul suara keras sepeti kaca pecah..dinda pun menutup mulut karena kaget saat tiba tiba gagang pintu kamar mandi di putar.. tanpa berpikir panjang dinda segera bersembunyi di balik korden karena itu tempat terdekat untuknya...dia mengintip dari balik korden betapa terkejutnya dia melihat leonnya sudah sadar dan berdiri tegak dan dinda masih mengintip dan melihat leon mengambil sesuatu di laci meja,,dan dinda tau saat ini leon tengah memandangi foto dirinya,,tanpa sadar dinda tersenyum ,dan berpikir ternyata bukan hanya dirinya yang merindukannya tapi leon pun merasakan hal yang sama,,tapi satu hal yang menjadi pertanyaannya "apakah selama ini om leon pura pura..? tapi untuk apa ?"pikirnya..ia pun melihat leon berdiri dan menelusuri setiap sudut kamar  dengan mata tajam dan  wajah dinginnya,,dan sumpah dinda merinding karena ini pertama kali dia melihat leon dengan aura yang menurutnya berbeda bukan leon yang lembut yang ia kenal,,tapi seperti ada orang lain yang ada dalam diri leon...dinda tambah tremor saat leon tiba tiba berbalik dan berjalan kearahnya,yang membuat dinda semakin membekap mulutnya agar helaan napasnya  sekecil apapun tidak didengarkan oleh leon,,,harapannya sia sia leon tengah berdiri di hadapannya saat ini dengan pandangan yang tidak bisa di mengerti...dindapun masih diam mematung...,lelaki yang berdiri didepannya saat ini yang dia yakini hanya ada di dalam mimpinya,,,tapi  ini benar benar nyata bukan mimpi,,,dinda pun menumpahkan air matanya,,dinda tidak peduli lagi tentang apa yang menjadi alasan leon berpura pura selama ,,mengapa dia membohongi semua orang..dinda tidak peduli yang terpenting baginya saat ini ..leon benar benar nyata dan tengah berdiri di  hadapannya saat ini...leon masih diam ..tidak ada reaksi bahkan ketika melihat dinda menangis,dia hanya diam ,,tapi tiba tiba dia berbalik dan meninggalkan dinda yang masih menangis...dinda ingin mengejar tapi,,,


cklek,,suara pintu yang di kunci oleh Leon..ya leon pergi untuk mengunci pintu...kemudian dia berbalik  menghampiri Dinda tanpa berkata apa apa leon menggendong dinda ala bridal style..dan menidurkannya di ranjang rumah sakit itu,untung saja ranjang vvip itu besar...dengan cepat leon melahap bibir manis dinda ,,,dinda tidak berhenti terkejut setelah tahu leon sudah sadar dan kini pun dia harus di kejutkan lagi dengan leon yang langsung melahap bibirnya tanpa permisi...dinda tidak bisa berbohong bahwa dia pun menginginkannya.


__ADS_2