
Dinda masih diam melihat seseorang yang berada didepannya, meskipun suasana agak remang tapi dia masih bisa mengenali wajah pria itu...
"Om Leon!? ...... Aku ki.. Kira ma.. Maling om ucapku gugup
Aduh...! Ni mulut gak bisa di saring kalo ngomong, jangan sampe si om tersinggung gue kira maling bathinku
" Om belum **tidur... Om mau ambil minum juga" tanyaku dengan napas yang mulai teratur
" si om kok diam aja ya?... Jangan jangan dia marah gue kirain maling bathinku yang mulai takut
" Om... maaf kalo aku bikin om kesel karna ngira om maling.. aku benar benar takut tadi om.. "Ucapku dengan wajah memelas
Om Leon masih diam seribu kata tidak menanggapiku.. Dia hanya menatapku intens membuatku semakin gugup dengan tatapan nya itu.
Ayolah om kalau mau marah, marah aja om jangan bikin aku bingung... Aduh! Nie jantung juga bisa tenang dikit gak sih... Jangan sampe gue mati berdiri didepan om ganteng bathinku mulai meracau.
Selang beberapa jam (eh.. menit maksudnya ya.. Kalo jam beneran mati berdiri dindanya😄😄) Leon masih diam dengan tatapannya yang semakin tajam membuat dinda semakin canggung
" Om kalo gitu aku naik duluan.." Ujarku mulai melangkahkan kakiku meninggalkan om yang masih setia dengan kebisuannya
Saat berjalan beberapa langkah tiba tiba tanganku ditarik, tubuhku didorong kedinding oleh om leon dan....
Cup..
Degh
Jantungku berdetak cepat.. Wajahku terasa panas, meskipun hanya sebuah kecupan tapi mampu membuatku diam beberapa saat
Sampai tangan seseorang mengelus pipiku lembut yang membuatku sadar kembali
__ADS_1
Dia masih menatapku tapi tidak bisa dijelaskan arti tatapannya padaku.
" Maaf.. Ucapnya singkat padaku dengan tanganya yang masih setia mengelus pipiku yang saat ini merah seperti udang rebus
Aku masih diam mencerna ucapannya..
" Kenapa om minta maaf.. "tanyaku dengan suara lembut yang hampir berbisik
" Apa kamu tidak marah saya mencium kamu.. "tanyanya lembut
" Tidak... Jawabku menundukkan wajah merahku karna malu
" Lihat saya.." ujarnya mengangkat daguku agar aku menatapnya dan saat itu tatapan kami bertemu, ada rasa yang aneh menjalar di tubuhku, aku begitu terpesona dengan mata itu
Tubuhku seakan tidak bertulang... Lemas dan hampir jatuh kalau saja dia tidak merengkuhku.
Sampai saat desiran napasnya perlahan menerpa wajahku dekat dan semakin mendekat membuat aku perlahan memejamkan mataku..
Begitu lama dia mencium keningku.. Membuatku merasa nyaman dan tidak ingin mengakhirinya.
" Om.." panggilku lembut padanya yang masih mencium keningku.. Sampai dia sadar dan menatapku.
" Kenapa?.. Kamu udah ngantuk.." tanyanya padaku dengan suara seraknya
Aku pun menggeleng..
" Ini sudah malam tidurlah.." ucapnya
Dan sekali lagi dia mencium keningku..
__ADS_1
" good night happy nice dream" ucapnya
Aku masih bingung mau bilang apa... Otakku benar benar kacau dengan apa yang terjadi denganku... Masih tidak percaya ciuman pertamaku dengan om ganteng..
Aku pun mulai melangkahkan kakiku tanpa bicara lagi.. Meninggalkan om leon
Kenapa rasanya tidak ingin berpisah dengannya ... Akupun berbalik dan melihatnya masih berdiri disana menatapku..
Tanpa aku sadari aku berjalan cepat kearahnya dan memeluk erat tubuhnya mengusel ngusel wajahku kedada bidangnya.. Menghirup dalam aroma tubuhnya.. Yang kurasakkan sangat nyaman..
Leon pov..
Aku menciumnya sekilas entah apa yang merasukiku... Aku begitu tertarik kearahnya. Aku sadar dia lebih sangat muda dariku.. Tapi entah kenapa aku begitu menginginkannya.. Saat pertama bertemu di bandara.. Aku yang tidak tau dia adalah sahabat keponakkanku,melihatnya berjalan sendiri yang kupikir mungkin dia menjemput pacarnya... Saat aku berjalan tanpa sengaja aku menabraknya... Dan saat itu mata kami bertemu.. untuk pertama kalinya jantungku berdetak cepat...
malam ini aku melihatnya menuruni tangga.. Tanpa aku sadari langkah kakiku mengikutinya.. Dia begitu terkejut mendapatiku berdiri di belakangnya dan berteriak sontak saja aku menutup mulutnya agar tidak membangunkan seisi rumah...
Aku terkejut melihatnya menangis.. Aku mencoba menenangkanya...
Saat dia tenang aku melepaskan tanganku dari mulutnya..
Sekarang dia baru tenang saat tau aku paman bunga..
Aku masih diam menatapnya mendengarkan ucapan dan pertanyaanya yang tidak ku jawab dan membuatnya canggung.
Dan aku suka melihat kegugupan dan kecanggungannya itu
Sampai saat dia akan pergi.. Aku tidak rela sontak aku menarik tangannya dan menciumnya..
Aku begitu menginginkannya tidak ingin jauh darinya.. Aku masih tidak mengerti padahal aku baru bertemu denganya.. Kenapa perasaan ini begitu gampang luluh kepadanya.
__ADS_1
Dan kupikir perasaanku terbalaskan saat dia engan jauh dariku dengan memelukku.. Aku begitu bahagia kubalas pelukkannya dengan erat.. Begitu nyaman dan hangat yang aku rasakan saat ini**.