Paman I Love U

Paman I Love U
Cemburu


__ADS_3

Saat ini **Dinda dan Leon tengah menikmati makan siang di sebuah restoran ...


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan mereka dari kejauhan


Orang itu pun menghampiri meja Dinda Leon..


" Ifan.. Ujar Dinda terkejut


" Hai Din.. Bolehkah aku bergabung " ujar Ifan tanpa malu


" Siapa dia? Tanya Leon


"om .. Kenalin ini teman sekolah aku..


" om pamannya Dinda? Tanya Ifan


" saya ifan om.. Ujar Ifan mengulurkan tanganya


" hmmm.. Sahut Leon dingin.


" duduk fan..


Ifan pun duduk disebelah Dinda yang sontak membuat Leon tidak suka ... Dinda melirik kearah Leon... Tatapan mata Leon yang tajam seolah menusuk kulitnya


Seulas senyum terbit di bibir Dinda.. Dia senang mengetahui Leon yang saat ini terlihat cemburu ...


Dinda semakin ingin menggoda Leon..


" Ifan .. Kamu tidak pesan makan"tanya Dinda

__ADS_1


" aku sudah makan siang... Jawab Ifan tersenyum


"kalau begitu ... buat apa kamu disini" tanya Leon dengan nada dinginnya.


Yang membuat Dinda merasa tidak enak dengan Ifan.


Ifan pun membalas dengan senyuman manisnya..


" saya hanya ingin menyapa Dinda..karena saya merindukan Dinda " jawab Ifan enteng tanpa merasa malu.


Dinda begitu terkejut dengan ucapan Ifan .. Dia tau Ifan memang blak blakan, tapi dia tidak menyangka akan mendapat pernyataan ini.


" apa maksud ucapan Ifan?.. Resek loe fan lo udah bangunin singa tidur" bathin Dinda.


Dinda langsung melirik ke arah Leon dan ifan yang masih menatap Dinda dengan penuh cinta


Dinda masih menatap leon, dia yakin saat ini Leon marah... Bagaimana dia harus menghadapi Leon nanti pikir Dinda, satu hal yang baru Dinda tahu sekarang Leon memang posesif...


"om... Kita pulang sekarang! Ajak dinda


" Tapi Din .. Ini kamu belum menghabiskan makananmu !? Ujar Ifan cepat


Dinda pun langsung pergi keluar dari restoran itu tanpa menghiraukan Ifan


Ifan bingung dengan sikap Dinda yang terkesan buru buru dan menghindarinya.. Apalagi dengan sikap pamannya yang terlihat tidak menyukainya.


"apa aku ada salah " pikir ifan


Ifan berpikir sesaat.. Mengingat sesuatu yang mungkin membuat Leon tidak menyukainya...

__ADS_1


" Ok.. Anggap saja ini tantangan buat aku mendapatkan Dinda... Aku harus bisa mengambil hati pamannya Dinda.. Agar aku direstui" pikir Ifan


Apartemen Leon


Ceklek..


"om.. Om masih marah soal yang di restoran... Aku juga benar benar gak nyangka om kalo dia bisa bicara seperti itu.. Dia hanya becanda om.." rengek manja dinda menjelaskan.


" aku tidak marah... Hanya saja cemburu" ujar Leon yang saat ini berhadapan dengan Dinda


Dinda tersenyum mendengar pengakuan Leon..


Dinda pun semakin mendekatkan dirinya ke Leon dan berbisik di telinga Leon


" om.... Sexy kalau lagi cemburu" ucap Dinda yang seketika membuat Leon panas... Dan menjauhkan dirinya dari Dinda


"Kenapa om..? Kok menjauh..."goda Dinda yang kembali mendekat.


" Sayang jangan kayak gitu ya...nanti aku bisa khilaf" ucap Leon yang membuat Dinda semangat untuk menggodanya


"baiklah ... Kalau begitu aku lebih baik pulang.. Sepertinya kekasihku tidak menginginkanku disini" ucap Dinda beranjak pergi.


Grep


Leon menarik dan membawa dinda dalam pelukanya..


"Nyamannya... Satu kata yang keluar dari mulut Leon mampu membuat rona merah di wajah Dinda.


" Jangan pernah tinggalkan aku seperti tadi.. Aku tidak bisa tanpamu sayang,

__ADS_1


maaf.....aku terlalu posesif ... aku marah karena gadis yang aku cintai dan aku jaga segenap hatiku ternyata dicintai pula oleh orang lain... Aku begitu takut kehilanganmu**.


__ADS_2