
**Bruugggh..
"maaf saya tidak sengaja kamu tidak apa apa?" tanya seorang wanita yang saat ini berada di hadapan Dinda.
Saat ini Dinda tengah berjalan jalan dengan Bunga di salah satu pusat perbelanjaan, saat tengah berjalan menuju salah satu resto disana, Dinda di tabrak oleh seorang wanita , dan yang membuat Dinda syok adalah seseorang yang bersama wanita itu.yang membuatku tertegun
" loe gak apa? Tanya bunga menyadarkanku
" gue baik baik aja"sahut dinda memungut barang belanjaannya yang terjatuh.
"Din, gue gak nyangka kita ketemu disini" ujar lelaki yang tidak asing buatku dan saat ini berdiri dihadapanku.
" oh... Kalian saling kenal ?, kok bisa kebetulan banget ya?
" ia kenalin ini Dinda temen sekelas aku... Ujar ifan
Ya lelaki yang tidak asing itu adalah Ifan teman Dinda sekaligus pengagum Dinda... Ifan memang menaruh hati pada Dinda dari pertama mereka masuk sekolah, tetapi karena Ifan terlalu pengecut hingga sampai sekarang tidak berani mengutarakan perasaannya pada Dinda, ifan terlalu takut akan penolakan dari dinda, dan takut akan rusaknya hubungan pertemanan diantara mereka hingga dia lebih memilih memendam perasaannya... Tapi bukan berarti dia menyerah dia akan menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan cintanya
Ohhh... Jadi kamu Dinda ? Jadi kamu yang di su...
"Din... Bunga kenalin ini kakakku Safina" ucap Ifan cepat karena hampir saja kakaknya membongkar rahasianya
"perkenalkan saya Safina kakaknya Ifan..
"saya Bunga"
"saya Dinda" merekapun berjabat tangan
__ADS_1
"kalian mau kemana? Bagaimana kalau kita bergabung ... Sepertinya akan lebih seru jika beramai ramai" usul safina
"boleh juga kak fina" ucap Bunga
Mereka pun pergi bersama mengelilingi pusat perbelanjaan hingga makan malam , meskipun baru saling mengenal tapi mereka begitu nyaman dengan obrolan obrolan yang tiada habisnya ..begitu pun Ifan begitu bahagia karena bisa dekat dengan Dinda , Tanpa terasa waktu yang harus menyudahi kebersamaan mereka.
Apartemen Leon
Leon masih sibuk dengan beberapa berkas berkas kantornya...
" hah... Aku merindukannya.. Apa dia sudah tidur dijam ini... Bathin Leon
" tidak bisa lebih lama lagi " gerutu Leon yang langsung berdiri dan menyambar kunci mobilnya di atas meja.
Saat ini leon telah sampai didepan rumah Dinda, yang membuatnya frustasi... Yang membuatnya tidak fokus bekerja, yang selalu membayanginya, menghantui pikirannya, dan yang sangat dia rindukan..
Beberapa hari tidak bertemu sudah membuatnya menderita. Apalagi jika harus berbulan bulan pasti akan membuatnya gila
Tapi kali ini sepertinya Leon sudah tidak bisa lagi menahan rindunya..
Tut... Tuut
Dinda :..........
*Leon : apa kamu merindukanku?
Dinda :.........
__ADS_1
Leon : sepertinya hanya aku yang merindukanya , bahkan sekarang dia tidak mau bicara denganku sepertinya dia membenciku... Apa sebaiknya aku pergi?canda Leon*
Leon masih memperhatikan jendela kamar Dinda.. Dia berpikir mungkin Dinda lelah dan tertidur.
" selamat malam sayang.. Mimpi indah" ucap leon yang masih berbicara lewat handphone nya.
Ceklek
Leon terkejut saat seseorang memeluknya dari belakang.. Dan segera dia berbalik memeluk erat kekasih hatinya yang sangat ia rindukan.
" sayang... Kamu belum tidur?
Dinda hanya menggeleng dan semakin membenamkan wajahnya dipelukan leon.
Leon melepas pelukannya dan dinda hanya menundukkan wajahnya
" apa ujianmu lancar? Tanya leon
Dinda hanya mengangguk tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.
" sayang.. Apa kamu marah sampai tidak ingin melihat dan berbicara denganku? Tanya Leon lembut
Dinda pun hanya menunduk dan menggeleng
"sayang ..... kalau aku ada salah aku minta maaf tapi jangan diamkan aku" ujar leon memelas.
Hmmm..
__ADS_1
Dinda pun mendongak ke atas menatap Leon ... Dan tersenyum.
"aku tidak marah.. Aku hanya terlalu senang**.