
Dinda **masih mengejar Leon .. Sampai" tempat Parkir Leon segera menaiki mobilnya ... Dinda segera masuk mobil Leon.
Tanpa bicara apa apa Leon melajukan mobilnya membelah jalanan kota
Sesampainya di apartemen leon turun dan Dinda masih mengikuti meski tidak ada kata kata yang terucap.. Dinda masih memberi Leon waktu untuk meredam emosinya..
Dinda duduk disofa ruang tamu sedangkan Leon langsung masuk kamar, 1 jam Dinda menunggu Leon tidak keluar juga... Akhirnya dengan ragu Dinda memberanikan dirinya masuk..
"om.... Apa aku boleh masuk? tanya Dinda ragu
Leon pun berdiri dari duduknya dan menarik tangan Dinda..
Cup
Leon mencium bibir Dinda dengan rakusnya menyalurkan semua emosi yang sampai saat ini masih ia pendam.. Dinda hanya pasrah menerima ... Meskipun ia mulai kehabisan napas.. Jika ini bisa membuat Leon tidak marah lagi padanya.
Leon membaringkan Dinda ditempat tidur dan menghimpitnya... Leon benar benar tidak bisa mengontrol emosinya tanpa ia sadari tangannya menelusup masuk ke dalam pakaian dinda mengelus punggung mulus Dinda dan kembali menciumi bibir Dinda...tidak sampai disitu saja Leon membuka pakaian Dinda dan menciumi seluruh tubuh atas Dinda dengan rakusnya.. Hingga meninggalkan beberapa tanda merah.. Dinda merasa tubuhnya panas ia menginginkan lebih dari itu ...
Begitupun Leon dia tidak bisa berhenti dia mulai meremas gundukan didada Dinda, menyesapnya seperti bayi yang kelaparan membuat Dinda semakin meronta di bawah tubuh Leon... Dinda tidak mau kalah dia menciumi bibir Leon dengan rakusnya membelitkan lidah saling menukar saliva... Dinda sudah berada diatas tubuh Leon
"sayang.. Aku kepanasan" ucap Leon terengah engah
Dengan lihainya jari Dinda membuka satu persatu kancing kemeja yang dipakai Leon...
"sayang kamu yakin? Tanya Leon memastikan Dinda sadar akan perbuatannya
__ADS_1
Dinda hanya mengangguk dengan wajah merah dan napasnya yang memburu dia benar benar sudah dikuasai nafsu
Leon merubah posisinya yang kini diatas Dinda..
Dia segera melepas pakaian hingga tidak ada satu pun kain yang menempel di badan mereka ...
Dinda merasa malu dengan keadaan tubuhnya yang tanpa sehelai kain pun, apalagi Leon yang mengamati setiap jengkal tubuhnya..
"sayang ... Apa kamu yakin?.. Aku tidak akan memaksa" ucap leon dengan nada lembutnya
Dinda mengangguk ragu... Tidak bisa dipungkiri dia juga takut ... Apalagi dia pernah dengar untuk yang pertama kali akan teramat sakit..
Leon memeluk Dinda .. Menghimpit tubuh Dinda dan mencium keningnya.. Dinda terkejut saat dia merasakan sesuatu yang mengeras dipahanya..
Leon tau Dinda belum siap maka dari itu dia tidak berniat melanjutkanya.. Leon merebahkan dirinya disamping Dinda
" aku ingin melakukannya nanti ..
" Kapan?
" Saat malam pengantin ...
Pipi Dinda merona merah saat mendengar jawaban Leon
" Om akan menikahiku ?
__ADS_1
Pertanyaan Dinda membuat Leon mengernyitkan dahinya
" aku serius tentang hubungan ini sayang..! Apa kamu pikir aku tidak serius .?buat apa aku menjalaninya selama ini ... Apa ketulusanku tidak meyakinkanmu?
Dinda terharu mendengar keseriusan Leon... Meskipun Dinda tau besarnya cinta Leon ke Dinda... Tapi Dinda ingin mendengarnya langsung dari Leon.
" Aku tau ... Kamu amat mencintaiku ucap Dinda menghambur ke pelukan Leon.
Mereka begitu bahagia malam itu meski belum bersatu sepenuhnya .. Tapi mereka akan mewujudkanya segera.. Malam itu pula kesalahpahaman diselesaikan begitupun Leon yang menceritakan tentang perjodohannya..
" Lalu kenapa om tidak memberitahuku tentang perjodohan itu? Tanya dinda yang masih resah
" Kamu masih dalam ujian sayang ... Aku tidak ingin membebanimu dengan masalah yang tidak penting" ujar leon memeluk Dinda
" aku tidak ingin kamu berpikir macam macam..ujar Leon
" Terima kasih tidak berpaling dariku dan sudah mencintaiku... Ini sudah lebih dari cukup untukku... Jangan lagi menyembunyikan sesuatu dariku kita harus saling terbuka agar tidak ada kesalahpahaman lagi.. Ujar Dinda yang semakin menyembunyikan wajahnya didada Leon
" Baiklah sayang... Tapi .. Jangan seperti ini kamu membangunkanya lagi " Ujar Leon mengarahkan tangan dinda ke adik kecilnya
" AAHH... om mesum ..
Leon pun tertawa dan semakin mendekap Dinda kepelukannya
" Sekarang masalahnya tinggal Bunga..
__ADS_1
" apa lebih baik kita katakan yang sebenarnya tentang hubungan kita? Tanya Dinda
" Tentu saja ... Aku tidak ingin anak itu main menjodohkan kamu... Karena kamu sudah aku tandai sayang " ujar Leon meneliti tubuh dinda yang penuh dengan kissmark**.