
Di rumah (dinda)
Malam pun menjelang saat ini dinda sudah selesai dengan ritual mandinya.
Dia pun masih memikirkan kejadian tadi pagi, dimana dirinya bertemu dengan pamannya Bunga, dari tabrakan, berkenalan, makan bersama hingga saat di dalam taxi, dimana keduanya saling menatap dalam diam.tanpa exspresi
Mengingat kejadian itu membuat wajah Dinda memanas, jantungnya tidak berhenti berdetak kencang, hingga membuatnya senyam senyum sendiri seperti orang gila.
"Ada apa ini kenapa jantung gue deg degan gini dan seperti ada kupu kupu terbang di perut gue setiap inget wajah paman Leon" gumamku
(menghela napas) mungkin gue kecapean, mending tidur aja deh siapa tau mimpiin paman Leon hihi gumamku
Aku pun mematikan lampu dan menarik selimut ku dan terlelap dalam tidurku
Di rumah (bunga)..
Seorang lelaki terlihat masih fokus di depan layar persegi memainkan tanganya di atas keyboard, sampai datang seseorang mengalihkan perhatian nya
"Leon.. Panggil seorang wanita paruh baya,
Widya sebastian yang tidak lain kakaknya sekaligus ibu bunga.
" Mbak.. Mbak belum tidur? tanya leon
"Mbak belum ngantuk....
.
.
.
__ADS_1
" Leon, apa kamu sudah bisa melupakan nya" tanya ibu widya sendu.
"Aku ngak mau membahas ini mbak" sahut Leon memalingkan wajah nya
"Tapi ini sudah hampir 3 tahun Le (panggilan pendek Leon)...... Hidup harus berjalan, jangan terus diam dan melihat ke belakang.... Karna di depan kamu jalan masih panjang.
" Mbak yakin ....di depan sana **kebahagiaan sedang menantimu...mbak gak mau kamu terkurung dalam masa lalu... Kamu harus kluar Le ucap kakaknya sedih
" Maaf mbak aku belum bisa... aku hanya butuh waktu lagi"sahutnya mencoba tenang
"mbak hanya ingin kamu bahagia Leon" ucap kakaknya
(menghela napas**) " Ya sudah tidurlah, kamu pasti capek ujar kakaknya dan berjalan kluar meninggalkan leon.
Leon pun masih merenungkan nasehat kakaknya.
" Ia benar sudah saatnya aku menata hidupku" gumamnya.
"Morning dinda" , sapa bunga
"Pagi pagi ngelamun.. Awass! Kesambet loh lirihnya.
Yey..yang ngelamun siapa coba!? Elak ku
" ya deh gak nglamun.. Kalo gitu mending lo temenin gue ke kantin yookkk ajak nya
"Ngapain? Tanyaku
" Berenang, jawabnya asal
"Ya makan lah say, gue gak sempet sarapan tadi di rumah..
__ADS_1
" Ia sama gue juga tadi ngak sarapan.. Ya udah yuk ujarku menarik tangannya
Di kantin..
"Nga, gue boleh nanya gak?
" ya elah biasanya juga lo langsung nyrocos kayak mercon gak pake ijin celetuknya
"Lo mau nanya apa gue jawab" sahut bunga sambil menyuap mie goreng ke mulutnya
"Paman lo udah nikah belum? Tanyaku pada bunga yang sontak membuatnya
Uhuk.. Uhuk...uhuk air mana air........ Knapa lo tiba tiba nanya paman gue? tanya nya padaku
" ya elah ditanya malah nanya balik.. Jawab aja knapa lirihku
"Belum,singkat nya
Owh.. Aku pun semakin semangat bertanya
" Trus kalo pacar? Tanyaku lagi
Hmmm... Kalo itu gue gak tau sahut nya
"Knapa lo nanya nanya, jangan bilang lo mau nyalonin diri buat jadi bibi gue? Celetuk nya
" Kalo ia, gue dukung lo, jangan tanya kenapa?secara lo sahabat gue, gue pasti dukung"lirihnya membuat pipiku bersemu merah
"Tapi kayaknya paman lo gk suka gue deh, dilihat dari umur gue pasti dianggap bocah, apalagi paman lo tampan dan dewasa gitu seleranya pasti cewek cewek sexy berdada besar sedangkan dada gue rata gini ujarku merajuk.
HAHAHA.. Lo nyadar juga" tawa keras bunga memegangi perutnya saking lucunya.
__ADS_1