
Nonton apa!? Lo pasti mikir yang aneh aneh **deh ucapku pada bunga
Aku pun menyodorkan ponselku dan mengklik salah satu aplikasi yang menayangkan film yang semalam aku tonton.
"Oh! Kirain gue nonton yang aneh aneh" cengirnya
"Makanya tu otak refresh sekali kali" godaku pada bunga.
Bunga pun hanya bisa mengerucutkan bibirnya menanggapi ku.
Bandara...
Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama sampailah kami di bandara dan turun dari taxi yang mengantarkan kami
"kayaknya paman gue udah landing deh.. Udah lewat dari jam perkiraan" lirihnya
"gue telpon bentar ya" ujarnya padaku
Karna bosan aku pun berjalan di sekitar area celingak celinguk gak jelas mengamati sekitar, sampai saat aku akan berbalik...
BRUGH...
"Awww... Aku pun mengusap dahiku yang lumayan sakit, karna tertabrak sesuatu.
Sontak aku melihat jelas dada bidang seseorang yang menabrakku.
Aku pun mendongak ke atas melihat wajah si penabrak.
" Astaga... Aku beruntung melihat karya ciptaan Tuhan paling sexy yang saat ini berdiri di hadapanku.. Bagaimana tidak?
Dengan tubuh tingginya yang bak model,sepasang bola mata biru dengan tatapan tajamnya, wajah oval dengan cetakan bibir tipis berwarna merah, hidung mancung dan dagu yang di tumbuhi sedikit bulu yang menambah kharisma kedewasaanya..
Membuat detak jantungku tak terkontrol..
__ADS_1
Aku begitu terpesona melihat pria didepanku ini.. Sampai saat seseorang menyadarkan ku dari lamunanku
"PAMAN...!! Teriakan cempreng seorang gadis seketika membuyarkan lamunanku
Gadis itu pun menghampiriku,membuatku terkejut untuk ke dua kalinya
" Paman... Dinda kalian saling kenal? Tanya nya menyelidik
"Paman..? Tanyaku balik dengan wajah kaget
" ia dia paman aku din jawabnya
" Kenapa kaget.. Aku pikir kalian saling kenal ujar bunga
" Ngak.. (sahut paman dan dinda bersamaan)
Membuat bunga masih tidak mengerti dengan yang dia lihat sekarang
"Kalo ngak lalu kalian ngapain sekarang? Tanya bunga menunjuk tangan pamanya yang masih setia merangkul pinggang dinda, dan tangan dinda yang masih bertengger di lengan pamannya.
Dinda begitu malu dan menundukkan wajah merah nya
Begitupun dengan pria di sampingnya mencoba bersikap biasa meski tidak bisa di pungkiri saat ini dia juga malu dan menyembunyikan wajah merahnya
"Ehemm... Tadi paman ngak sengaja menabrak temanmu.. Dan hampir terjatuh untuk itu paman merangkulnya ujar pamannya
Oh!... Gitu sahut bunga dan menarik tanganku
"Kalo gitu kenalin paman ini sahabat aku dinda dan dinda kenalin ini paman aku namanya Leon ucap bunga memperkenalkanku pada pamannya
Paman nya pun mengulurkan tangan nya dan kusambut dengan mencium tangannya
Maklum anak baik hormat sama orang tua hehe.
__ADS_1
Pffp...
Aku menoleh ke arah bunga yang tampak menahan tawanya
Begitupun dengan paman nya yang tersenyum manis menatapku
"apa ada yang aneh denganku" bathinku
Selang beberapa saat celetuk bunga pun memecah kesunyian
"Paman kami belum sarapan.. Gimana kalo kita makan dulu baru pulang usulnya
Baiklah.. Paman juga lapar sahutnya tersenyum menatapku
Setelah mengisi perut kami pun naik taxi menuju pulang yang sebelumnya sudah di pesan bunga.
Dalam taxi..
Aku duduk di jok belakang dengan bunga sedangkan pamannya duduk di jok depan sebelah sopir taxi
Aku masih hanyut dalam lamunanku sampai celetuk bunga menyadarkanku
"Din makasih ya lo udah antar gue jemput paman gue ujarnya
" Santai aja.. Kayak lo sama siapa aja"sahutku
"Paman.. Kita antar dinda pulang dulu ya" ujarnya ke pamannya yang hanya di angguki pamannya
Akupun melihat ke depan melihat kemacetan tanpa sengaja aku melihat ke spion..
DEG
DEG
__ADS_1
DEG
Tatapanku bertemu denganya**.