
Di ruangan tahta,raja memberi tahu jika Ren akan di pergi ke kerajaan tetangga yakni Rinzel.
"Apa yang harus ku lakukan disana..?".Tanya Ren.
"Ouh,kau hanya perlu menjadi menantu dari keluarga duke disana".Ujar sang raja.
"Haa..!! apa kau bercanda..! maaf saja tapi aku menolaknya..!".Balas Ren tak terima.
"Tenang lah Ren,kau kesana juga untuk pergi ke akademi,pertunangan juga adalah hal yang penting untuk para bangsawan seperti kita..".Ucap Alfred menenangkan Ren.
"Tenanglah nak,tujuan utama mu kesana adalah untuk bersekolah,pertunangan ini hanyalah bentuk kerja sama negeri kita.Walaupun kau memang harus memiliki tunangan untuk pasangan hidup mu di masa depan kelak..".Ujar sang raja.
Raja pun menjelaskan soal keluarga duke yang akan bertunangan dengan Ren.Keluarga bangsawan itu memiliki 3 anak perempuan,namun istri nya mengidap suatu penyakit dan tak bisa mengharapkan untuk punya anak laki-laki lagi.
Lalu kepala keluarga itu memutuskan untuk menikahkan anak perempuan tertuanya.Ren akan bersekolah di sekolah yang sama dengan anak tertua,di akademi kesatria dan sihir yang ada di Rinzel.Pernikahan itu akan di lakukan setelah acara kelulusan.
"Kenapa tak kak Reinhart saja yang pergi? dia juga belum punya tunangan bukan...?".Ucap Ren.
"Tunangan Reinhart sudah di tetapkan,ia putri dari Grand duke yang ada di kerajaan kita..".Balas Raja.
"Tapi kan-".
"Tak ada tapi-tapian...kau akan berangkat lusa nanti,lagi pula umur mu sudah masuk ke 15 tahun.Jadi kau wajib untuk masuk ke akademi".Ujar sang raja.
"Huft...baiklah..tapi jika pertunangan ini di batalkan tak masalah kan..? aku akan pergi ke sana hanya untuk sekolah,soal pertunangan aku tak peduli..".Ujar Ren pergi keluar dari ruangan tahta.
"Haahh..anak itu,Efil aku minta tolong pada mu untuk mengawasinya di Rinzel nanti".Ujar sang raja pada Efil.
"Siap laksanakan yang mulia..".Balas Efil dengan hormat.
......................
...****************...
......................
Di sore hari itu Ren pergi ke taman istana,ia duduk di bangku taman sembari menikmati angin yang berhembus pelan.
Tunangan yah...
Aku tak ingin terlibat dengan urusan yang merepotkan seperti itu...
Ren pun menghela nafas panjang dan bersandar di kursi taman."Kerajaan Rinzel yah...eh tunggu sebentar,jika aku kesana aku bisa bermalas-malasan sepuas ku kan..hehehe".Gumam Ren sambil tersenyum sendiri.
"Itu gak akan terjadi yang mulia...saya akan ikut bersama anda ke Rinzel sebagai pelayan dan penjaga anda".Ujar Efil yang mendengar gumaman Ren yang duduk di kursi taman.
"E~Efil..!!".Ren pun kaget karena Efil tiba-tiba muncul di belakangnya.
__ADS_1
"Harap anda bersikap seperti keluarga kerajaan ketika berada disana..".Ujar Efil.
"Haa..? apa yang kau bilang Efil,aku adalah pangeran yang tak berguna dari Silford.Mana mungkin aku akan menunjukan sikap seperti keluarga kerajaan yang terhormat".Balas Ren.
Waktu pun berjalan dengan cepat hingga hari dimana Ren akan berangkat pun tiba.Di ruangan tahta semua anggota keluarga berkumpul.
"Jaga dirimu baik-baik yah Ren".Ujar sang ratu.
"Iya ibu..".Balas Ren dengan lembut.
Setelah berpamitan Ren pun keluar dari ruang tahta dan pergi menuju gerbang istana ditemani oleh Alfred,Efil dan raja.
"Apa hanya kak Alfred dan Efil saja yang menjadi pengawal ku..?".Ujar Ren pada ayahnya.
"Yah,lagi pula tempatnya dekat, kemampuan Alfred dan Efil sudah tidak diragukan lagi...kau akan aman dalam perjalanan ke sana".Ujar sang raja.
Ren pun berangkat dengan menaiki kuda,perjalan menuju ke Rinzel hanya memakan waktu 5 hari perjalanan.Perjalanan pun begitu cepat hingga mereka sudah sampai di kota perbatasan Silford.
Di depan pintu gerbang sebuah ke diaman bangsawan,ada seorang penjaga yang menyambut kedatangan mereka."Yang mulia Alfred, yang mulia Ren selamat datang..!".Ujar penjaga itu sambil memberi hormat.
"Jika anda berkenan,bagaimana jika anda beristirahat sebentar di mansion kami..?".Tawar penjaga itu.
"Terima kasih atas tawarannya...tapi aku ada urusan lain,jadi aku akan pergi secepatnya".Balas Alfred.
Di saat Alfred masuk ke dalam mansion,ada seorang gadis kecil yang mendekati Ren sambil membawa keranjang yang berisikan bunga.
"Hei..! beliau ini adalah seorang bangsawan..jangan berbicara dengannya seperti sedang menjual bunga..!!".Ucap penjaga itu dengan tegas.
"Ma~maafkan aku..".Ucap gadis itu sedikit ketakutan.
"Sudah...sudah,bunga yang cantik ya,berapa harganya?".Ujar Ren dengan tersenyum.
"Eh..satu ikat ini 50 Zell..".Balas Gadis itu dengan muka yang masih sedikit takut.
"Aku ingin beli semua yang ada di keranjang apa ini cukup..?".Ujar Ren menunjukkan koin emas.
"Koin emas.!!! maaf tapi,aku tak punya kembaliannya..".Ucap gadis itu dengan kaget.
"Kembaliannya untuk mu..".Balas Ren.
Gadis itu merasa tak enak dan enggan menerimanya."Sudahlah,dengarkan perkataan orang..ucapkan terim kasih dan kau pergilah".Sela penjaga gerbang.
Gadis itu pun menerima koin emas dari Ren dan menundukkan kepalanya sembari mengatakan terima kasih."Dengan ini luka ibuku bisa di sembuhkan..".Gumam gadis kecil itu.
"Apa ibu mu sakit?".Tanya Ren yang mendengar gumaman gadis itu.
"Ah..ehmm,yah..".
__ADS_1
Kemudian Alfred tiba-tiba datang dan menyodorkan ramuan penyembuhan kelas menengah pada gadis itu.Pada awalnya gadis itu enggan menerima barang mahal seperti potion itu.
"Sudahlah bawa saja".Ujar Alfred pada gadis itu.
Gadis itu pun menerimanya dan mengucapkan terima kasih,kemudian berjalan pergi kembali kerumahnya.
"Ren,kau sangat baik pada anak-anak yah...namun sayangnya kau tak terkenal".Ujar Alfred.
"Berisik..!!".Balas Ren dengan ketus.
Mereka pun melanjutkan perjalanan menuju ke Rinzel.Di sebuah hutan dalam perjalanan terdengar suara pedang yang saling beradu dari kejauhan.
"Yang mulia...seperti nya ada pertarungan di depan sana..!".Ucap Efil.
"Yah...ayo kita lihat kesana,Ren kau tetap lah berada di belakang kami..!".Ujar Alfred.
Mereka pun mempercepat langkah kudanya menuju ke arah pertarungan itu.Ren hanya mengikuti Alfred dan Efil dari belakang,ia tak berniat untuk ikut campur dalam pertarungan.Kecuali ada sebuah hal yang mengancam nyawa kakaknya ataupun Efil.
Sesampainya disana mereka melihat sebuah kereta kuda yang di kepung oleh kawanan bandit.Kereta kuda itu memiliki lambang dari bangsawan kerajaan Rinzel.
"Ren carilah tempat bersembunyi..! aku dan Efil akan mengatasi mereka..!".Teriak Alfred sembari maju menerjang para bandit bersama dengan Efil.
Ren hanya berdiam diri di balik pohon menonton pertarungan itu."Hmm...sepertinya pertarungan ini akan segera berakhir,kakak dan Efil bukanlah tandingan bagi para bandit itu".Gumam Ren yang menonton pertarungan.
Setelah pertarungan usai,Ren pun mendekat secara perlahan.Para bandit pun di ikat oleh prajurit yang mengawal kereta itu.Para prajurit itu pun berkumpul.
"Tuan kesatria...kami ucapkan terima kasih..! berkat anda kami semua selamat..!".Ucap para prajurit secara bersamaan.
"Aku adalah pangeran pertama dari kerajaan Silford,Alfred Fon Silford dan ini adalah adik saya Ren...".Ujar Alfred dengan berdiri tegak.
"Saya pangeran ke-4, Ren Fon Silford".Sambung Ren.
"Oh ternyata anda dari keluarga kerajaan...".Ujar prajurit itu duduk memberi hormat pada Alfred dan Ren.
"Saya sedang mengantar adik saya untuk perjodohan,siapa tuan dari kereta ini?".Ujar Alfred.
Kemudian pintu kereta kuda itu pun terbuka,dan nampak seorang perempuan turun dari kereta kuda itu.Ia memiliki rambut berwarna pirang,dengan mata berwarna biru langit.
"Yang mulia Alfred,yang mulia Ren...saya ucapkan terima kasih atas bantuannya".Ujar wanita itu keluar dari kereta.
"Saya putri kedua dari kerajaan Rinzel, Aria A. Rinzel".Ucap Wanita itu memperkenalkan dirinya.
......................
...****************...
......................
__ADS_1
To be continue....