
Di hutan Ren berhadapan dengan seekor Blood Grizli,karena beruang itu lemah terhadap elemen api,Ren pun menggunakan kekuatan dari Fyn yang seekor Phoenix.
Swooofftt. !
sebuah anak panah api melesat dan mengenai lengan beruang itu.
"Sial! tembakan ku malah meleset".Gumam Ren dengan ketus.
Gwaarrr!!!
Beruang itu pun mengaum kencang seperti kesakitan karena terkena panah api tersebut.Karena beruang itu kesakitan dan menyerang secara membabi buta, Ren dengan mudah untuk menghindari serangannya sambil menyerang balik menggunakan panah apinya.
Hingga pada akhirnya beruang itu pun tumbang.
Sssshhh...!
...Tch...walau hanya sebentar, tapi tangan ku tetap menerima luka bakar....
Ren pun mendekati gadis itu secara perlahan.
"Hei, apa kau baik-baik saja?".Ujar Ren.
"...ak~aku baik-baik saja...".Balas gadis itu terbata-bata.
"Gadis ini...dia seorang budak..".Gumam Efil.
"Eh? budak?". Ujar Ren heran.
"Ya, anda bisa liat dia memakai kalung budak. Seperti nya dia melarikan diri". Ujar Efil.
"Apa itu benar?".Tanya Ren pada gadis itu.
Gadis itu pun menjadi takut dan tak menjawab pertanyaan Ren.
Dalam alam bawa sadar Ren.
"Hei Viper, apa kau bisa mengangkat kalung budak itu?". Tanya Ren.
"Sepertinya bisa tuan, kalung itu menggunakan elemen kegelapan". Balas Viper.
"Kalau begitu kita akan melepas kalung itu". Ujar Ren.
...----------------...
Ren pun menunduk dan memegang kalung yang ada di leher gadis itu. Secara perlahan energi sihir Ren mengalir ke dalam kalung itu hingga membuatnya bisa di nonaktifkan dan lepas.
"Eh...? bagaimana yang mulia bisa melepas kalung itu?". Ujar Efil dengan heran.
"Huh? aku hanya mengalirkan energi sihir ku ke dalam kalung itu, menyamakan aliran sihirnya dan mematikan sistem kalung itu". Jelas Ren.
"Yah dengan begitu, kau sekarang bebas". Ujar Ren pada gadis itu.
__ADS_1
"A~Ak~aku be~bebas...?". Gumam gadis itu.
"Ya". Balas Ren dengan lembut.
Namun, tiba-tiba terdengar suara kereta kuda yang mendekat. Yang mendekat adalah kereta seorang pedagang budak, seseorang pun turun dari kereta itu dan mendekat secara perlahan.
"Maaf kan saya, tapi apa anda melihat seorang budak yang lewat di sekitar sini? dia berasa la dari ras beastman catsith". Ujar pedagang budak itu.
...Hmmm? oh, jadi gadis ini adalah budak yang melarikan diri yah....
Pedagang itu pun melihat gadis kucing itu, dan sadar jika itu adalah budaknya yang lepas. Tetapi ia heran kenapa kalung nya tidak ada.
"Tuan, gadis kucing disana adalah budak saya yang lepas. Tapi, kenapa kalung budaknya tidak ada?". Ujar pedagang itu dengan heran.
"Eh? ouh, kalung itu. Aku melepaskan nya". Balas Ren
"Apaa!? kau melepasnya!". Ujar pedagang itu kaget.
"Ya.., apa ada yang salah?". Balas Ren dengan heran.
"Huh.., kau tau nak, biasanya hanya pemilik bidak itu yang dapat melepas kalung nya. Sekarang aku harus memasang nya ulang lagi, huh...". Ujar pedagang itu.
Mendengar hal itu gadis kucing itu pun melarikan diri, karena ia tak mau kembali menjadi seorang budak. Melihat hal itu Ren, menyuruh Efil untuk menangkapnya.
"Hei, pedagang". Ujar Ren.
"Ya, ada apa nak?".
"Maksudmu gadis itu?". Ujar pedagang budak.
"Yah...". Balas Ren.
Mereka berdua pun mendiskusi kan soal harga dari gadis kucing itu. Dan setelah lamanya berdiskusi akhirnya mereka berdua sepakat soal harganya.
Namun pedagang itu memberikan sebuah, peringatan pada Ren. Dengan serius Ren mendengarkan peringatan itu beserta saran agar dapat mengatasi masalah yang berkaitan dengan peringatan itu.
Setelah itu Ren pun pergi dengan Hana mengejar Efil. Gadis kucing itu berlari dengan sangat cepat hingga Efil cukup kesulitan untuk menangkapnya.
Pada akhirnya mereka semua tiba di dermaga, gadis kucing itu pergi menuju ke sebuah gudang yang sudah tak di pakai.
"Huft.., huh.., barusan dia masuk ke gudang itu bukan..?". Gumam Efil dengan nafas terengah-engah.
Efil pun memasuki gudang itu untuk menangkap si gadis kucing. Namun, saat memasuki gudang itu tiba-tiba berbagai macam barang bergerak begitu cepat mengarah ke Efil.
Efil pun meloncat kesamping untuk menghindari hal itu. Barang-barang yang bergerak itu di lempar oleh gadis kucing.
"Hei, tenanglah. Kami tak berusaha menyakitimu". Ujar Efil.
"...". Gadis kucing itu hanya diam dan melempari Efil dengan berbagai barang.
Sambil menghindar Efil terus-terusan membujuk gadis itu agar tenang dan berhenti melempari barang-barang.
__ADS_1
"Berisik!, kalian semua hanya orang-orang jahat yang suka menyiksa!". Teriak gadis kucing itu dengan lantang dan wajah nya yang terlihat begitu marah.
Efil yang mendengar hal itu, terkejut dan terdiam sejenak.
"Kami bukanlah orang jahat, dan kami juga tak akan menyiksa mu". Ujar Efil.
"Bohong!, semuanya juga bilang begitu pada awalnya!". Teriak gadis itu.
Efil pun tak bisa lagi berkata-kata melihat wajah dari gadis itu yang begitu marah dan kesal.
"Semuanya, semuanya..., kalian semua hanya memiliki mulut yang manis tapi punya hati yang busuk!". Ujar gadis itu dengan ketus.
Tak lama kemudian Ren dan Hana pun sampai di gudang itu dan melihat Efil yang terdiam berdiri melihat gadis kucing itu.
"Apa yang terjadi Efil?". Tanya Ren.
"Eh?, Yang mulia. Tidak ada yang terjadi, hanya saja...". Jawab Efil.
Mata Ren dan mata gadis kucing itu pun saling berhadapan dengan tatapan yang tajam. Pada saat itu Ren pun mengerti situasinya.
"Apa kau bisa turun kesini kucing kecil?". Ujar Ren dengan tatapan sinis.
"Kuh.., aku tak akan mematuhi mu!". Ujar gadis itu.
"Heee, padahal aku sudah membeli mu dengan harga yang cukup mahal". Ujar Ren.
"Aku tak peduli!". Ujar gadis itu.
"Huft.., seharusnya aku tak melepas kalung itu". Gumam Ren sambil menghela nafas.
Ren pun berjalan perlahan mendekati gadis kucing itu sembari menghindari barang-barang yang di lempar gadis itu. Hingga sampai di depan gadis itu.
"Apa kau bisa tenang?". Ujar Ren.
"Apa yang ingin kau lakukan padaku!?". Ujar gadis itu dengan begitu waspada.
"Entahlah, mungkin aku akan menjadikanmu pelayan di ru-". Ucap Ren.
Namun gadis kucing itu, meloncat dan menyerang Ren dengan cakarnya. Ren yang kaget berhasil menghindarinya dengan goresan di pipi kirinya.
"Aku sudah menduga nya, kau sama saja dengan orang lain!". Ujar gadis itu dengan tatapan tajam.
...Sepertinya akan sedikit sulit untuk menjinakkannya. Kurasa dia sudah mengalami banyak hal, sehingga sulit untuk mempercayai orang lain....
"Aku tak tau apa yang kau alami di masa lalu, tapi aku tak akan menyakitimu". Ujar Ren sambil mengelap darah di pipinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
TO BE CONTINUE