Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat

Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat
Chapter 8 : Ideal


__ADS_3

3 minggu setelah peristiwa besar di Asylum,Ren pun kembali ke kerajaan Silford.Setelah melawan pahlawan dan akhirnya Ren kembali menjalani kehidupan malas nya setelah pulang ke Silford.


"Ah...sudah kuduga kedamaian adalah yang terbaik".Gumam Ren tiduran di atas sofa.


......................


...****************...


......................


Jam 4 sore di dalam istana,tepat nya di kamar Ren."Yang mulia..!!".Teriak Latifa dengan ketus membangunkan Ren.


"Setelah anda kembali,berapa jam anda ingin tidur tanpa memberi laporan pada yang mulia raja..!? ini sudah jam 4 sore loh..! jam 4 sore..!!".Teriak Latifa.


"Ehhmm...pada akhirnya aku bisa pulang ke Silford,aku ingin menebus jam tidurku yang kurang waktu di Asylum...bangunkan aku besok jam 6 sore..".Balas Ren yang masih tiduran di atas kasur.


"Yang muliaaa..!!! cepat bangun..!!! selama anda tidur kepala pelayan mengambil cuti..".Ucap Latifa dengan ketus.


"Maksudmu Efil..?".ujar Ren.


"Ya..! kepala pelayan yang bekerja seperti budak perusahaan itu..! yang mulia tidak tahu..!?".Balas Latifa.


"Apa..yang..ah..".Ren pun teringat soal perjanjian yang ia buat dengan Efil ketika duel di Asylum.


"Hehe..itu tuh..yah saat kita di Asylum aku bertaruh padanya,jika aku tak takut dan langsung pulang...maka dia harus mengambil liburan ke pemandian air panas..".Ucap Ren dengan senyum di wajahnya dan tengkurap di atas kasur di dalam selimut.


"E~eh..!! jadi rumor jika anda membujuknya itu benar..!!".Ucap Latifa kaget.


"Hahaha...kejutan besar bukan..? kau boleh memuji ku loh..".Balas Ren sambil tertawa.


"Karen suatu alasan rasanya agak...ah! jangan-jangan rumor satunya pun..".Balas Latifa.


"Berapa banyak sih rumor tentangku..?".Gumam Ren pelan.


"Rumor tentang anda yang mengalahkan pahlawan di Asylum".Ucap Latifa.


Mendengar hal itu Ren pun terdiam sejenak dan bangun dari posisi tidurnya dan duduk di atas kasur."La~latifa..".Ucap Ren.


"Ya..!".Balas Latifa.


"Aku yang pemalas seperti ini mengalahkan pahlawan..? jika kau percaya dengan rumor itu,buatlah yang lebih menyakinkan..".Ujar Ren dengan senyuman mengejek.


"Saya tak percaya..!! saya tak percaya dengan itu..! saya marah loh jika anda berbicara seperti itu hmph..!".Balas Latifa sambil memukul Ren dengan bantal.


Tok..tok..tok..!


Terdengar suara ketukan pintu,dan orang itu adalah pangeran pertama Alfred."Maaf mengganggu kesenangan kalian,ayah memanggil mu...bersiaplah Ren..".Ujar Alfred.


Ren pun bersiap-siap di bantu oleh Latifa.Setelah selesai Ren pun berjalan bersama Alfred menuju ke ruangan tahta.Saat di lorong di luar ruangan.


"Kau tak perlu menjemput ku juga kali kak..".Ucap Ren.


"Efil sedang liburan,jadi aku yang menggantikannya untuk menjemputmu.Oh yah raja Zen juga mengirimkan surat terima kasih untuk mu,setelah Efil kembali dari liburan nya aku dan ayah ingin mendengar cerita dari mu..".Ujar Alfred.


Ren pun mengalihkan pandangannya."Aku tak ingin mendengar tentang perang,aku ingin mendengar apa yang kau lakukan di sana...Ren".Ucap Alfred dengan tersenyum melihat ke arah Ren.

__ADS_1


"Ceritaku..?".Tanya Ren heran.


"Yah,tentang yang tadi juga...aku akan menunggunya besok saat kau sudah lebih bugar.Seperti nya kau punya cerita yang menarik..!".Balas Alfred.


"Bagaimana kehidupan mu di Asylum..? apa kau dapat teman?".Sambung Alfred bertanya.


"Uhmm...ya...aku dapat,tapi menyebutnya sebagai teman itu agak..".Balas Ren sambil menggarut kepalanya.


Melihat tingkah adiknya itu Alfred pun tertawa kencang."Ahahaha...itu kemajuan yang pesat..! selamat datang kembali Ren...kau sudah melakukan yang terbaik".Ucap Alfred dengan senyuman tulus di mukanya.


......................


...****************...


......................


Malam sebelum Ren kembali ke Silford.Ren sedang tiduran di bangku luar istana kerajaan Asylum seorang diri melihat langit malam yang penuh bintang.


Besok aku akan kembali ke silford yah...


melelahkan sekali jika belum terbiasa...


Aku berhasil melindungi Asylum...tak ada satu pun yang mati dan menang perang...semuanya sesuai rencana.


Aku...demi diriku menggenggam pedang,demi orang lain aku mengayunkan pedang...sekarat dan tertawa..


Sudah kuduga hidup seperti itu...tak bisa jika tak di dampingi oleh seseorang...


Gumam Ren dalam hatinya sambil mengangkat pedang Rozen keatas.Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki seseorang yang mendekat.


"Santai sekali ya..kemana pelayan mu?".ucap Iris yang berjalan mendekati Ren.


"Ouh..bagaimana dengan mu? kau tidak senang dengan pesta?".Tanya Iris.


"Aku tidak terbiasa dari dulu,aku lebih senang sendiri..".Balas Ren.


"Apa aku mengganggu..?".Ucap Iris sembari duduk di kursi lain yang dekat dengan Ren.


"Nggak juga,kau punya urusan dengan ku bukan..? jika sebentar aku akan mendengarkannya..".Ujar Ren.


"Ya...kalau begitu aku akan mengatakannya,pertama kenapa pangeran Ren memikirkan pasukan bala bantuan...? kau sendiri bukan yang bilang kalau kau tak peduli pada kami,aku bingung kenapa ayah sangat menghargai dirimu".Ucap Iris.


"Ughh...tanyakan sendiri pada orangnya".Balas Ren mengenai ayahnya Iris yang begitu menghargai Ren.


"Tapi...diriku yang berfikir seperti itu,aku akhirnya sadar kalau aku bodoh...kau sebenarnya adalah orang yang serius dan baik.Kau akan di pandang orang lain seperti yang ku lakukan dulu...sejujurnya aku tak tahan..tapi...".Sambung Iris.


Iris pun mengingat kejadian setelah perang usai di kantor ayahnya.Disana Iris bersama dengan perdana menteri menghadap ke raja.


"Kenapa..? yang mulia..! kenapa anda merahasiakannya..!? Ren Fon Silford adalah pahlawan kita..! Asylum harus mengumumkan ini dan terus bersahabat dengan Silford..".Teriak Perdana menteri.


"Tidak boleh...hal ini tak boleh di ketahui oleh rakyat kita ataupun negeri lain...Terutama jangan sampai kekaisaran mengetahui soal ini..!".Balas Raja Zen dengan tatapan tajam.


Perdana menteri dan Efil pun tersentak diam."Dia bukan hanya seorang teman,dia juga orang yang dermawan...bersamanya aku juga harus melindungi keberadaannya..".Sambung raja Zen.


Setelah mengingat hal itu."Itu semua keinginanmu bukan..?".Ujar Iris pada Ren di bangku taman itu.

__ADS_1


"Ah,memang...aku itu pangeran yang tak berguna,jika kau merasa berhutang budi padaku perlakukan aku seperti itu..".Balas Ren dengan muka sombong.


Iris pun bangun dari tempat duduk dan berjalan mendekati Ren."Maka dari itu,malam ini adalah kesempatan terakhirku.Bukan sebagai pangeran tak berguna tapi sebagai pahlawan yang menyelamatkan Asylum Ren Fon Silford bukan..?".Ujar Iris.


"Apa yang ingin kau katakan..!?".Balas Ren sedikit kesal dan bangun dari tidurnya.


"Saya mohon maaf atas perilaku kasar saya tempo hari,saya meminta maaf sedalam-dalamnya.Berkat anda kita semua dapat terus hidup...saya Iris Haste Asylum berterima kasih mewakili atas negeri ini.Saya ucap kan terima kasih,telah menyelamatkan negeri ini".Ucap Iris dengan tulus sambil menundukkan kepalanya.


"S~sama-sama...".Balas Ren pelan.


Ren pun menyodorkan pedang yang di berikan oleh Rozen padanya ke Iris.Iris yang melihat hal itu pun menjadi bingung.


"Tadinya ingin kubawa pulang,ini adalah pedang milik kesatria yang setia pada negeri ini.Tidak cocok untukku,lebih baik negeri ini yang menyimpan nya...".Ucap Ren sembari memberikan pedang itu pada Iris.


"Hemm..padahal tak apa kau menyimpannya...tapi ada satu syarat..".Balas Iris.


"Syarat..?".Ucap Ren dengan heran.


"Boleh kah aku mengajakmu berdansa..?".Ujar Iris.


"Dansa itu sedikit agak..".Balas Ren dengan ragu.


"Ya..ajakan dansa ala kita berdua...kau akan menerimanya kan?.Yang mulia pangeran Ren Fon Silford..".Ujar Iris sambil mengeluarkan pedangnya.


Malam itu Ren dan Iris pun berdansa atau bisa di bilang sparing...


Ting..! ting..!!


Suara pedang yang saling beradu terdengar pada malam itu di taman istana."Aku iri padamu..!! kenapa pada saat itu bukan aku yang berdiri disana...jika aku sekuat dirimu,pasti tidak akan ada yang mati.Hei..beri tahu aku bagaimana cara nya agar sekuat dirimu..!!".Teriak Iris ketika beradu pedang dengan Ren.


"Siapa peduli..! setelah kau menggenggam senjata atau menjadi kuat,hal yang akan menanti mu bukan lah hal yang kau ingin kan..!!".Balas Ren.


Ren pun mengingat masa lalunya.


Ya..lebih baik jika aku lemah...


Jika aku lemah,aku bisa mati bersama mereka...jika kau kuat yang menunggu mu disana hanyalah kesepian...


"Aku ingin melindungi mu..!! aku tak ingin kau menjadi baj**ingan seperti ku..!!".Teriak Ren pada Iris.


"Pedang itulah yang mencoba langsung untuk melindungi seseorang..! aku hanya melakukan sesuai keinginan nya..! menjadi kuat bukan hanya untuk melindungi seseorang...! berapa kali pun mereka yang tak dapat ku lindungi akan terluka..!!".Sambung Ren.


"Meski begitu...aku ingin menjadi kuat!! aku tidak akan membiarkan siapapun mati..! karena itu...aku ingin menjadi kuat dan melindungi mereka semua..".Balas Iris.


Latih tanding mereka pun berakhir,keduanya menyarungkan pedangnya kembali.


"Itu memang ideal...tapi sulit untuk di jangkau,namun aku tak akan menyangkal idealisme mu itu".Balas Ren dan memberikan pedang milik Rozen pada Iris.


Iris pun menerimanya dengan senyuman yang begitu tulus.


"Ya..mau gimana yah...aku tak bisa melakukan sesuatu untuk mu.Tapi,jika kau merasa galau kau boleh mengandalkan ku ,gunakan kekuatan mu demi orang lain...kau harus kuat agar bisa melindungi orang lain.Upaya mu itu, aku harap suatu hari akan terbayarkan.Karena...itu akan bagus jika terwujud".Ucap Ren menyemangati Iris.


......................


...****************...

__ADS_1


......................


To be continue....


__ADS_2