
Pagi hari yang cerah Ren pergi menuju ke akademi karena sudah 1 minggu lebih ia tak masuk.Saat di akademi tersebar sebuah rumor tentang orang yang membunuh iblis berada di kelas A.
Orang yang di rumorkan adalah pahlawan yang di panggil oleh kerajaan Rinzel.Ren tak memikirkan nya,karena jika ada orang yang mengclaim jika mereka yang mengalahkan iblis itu.
Bagi Ren itu adalah sebuah keberuntungan karena ia tak perlu repot atau menjadi terkenal di kalangan siswa di akademi.
Saat jam istirahat Ren pergi menuju ke sebuah taman di akademi bersama dengan Hana,Aria dan Erica.
"Aku kesal sekali!".Ujar Hana.
"Soal apa?".Tanya Aria.
"Tentu saja soal rumor kalau pahlawan yang mengalahkan iblis,padahal Ren-sama lah yang mengalahkannya".Jawab Hana.
"Tak perlu memikirkannya,aku tak peduli soal itu".Ujar Ren.
"Tapi...".Ujar Hana.
"Sudahlah,ah...ngomong-ngomong pahlawan ini seorang perempuan atau laki-laki?".Tanya Ren penasaran.
"Pahlawan yang di panggil oleh kerajaan Rinzel adalah seorang perempuan".Ujar Aria.
"Hmmm...apa semua pahlawan itu perempuan?".Tanya Ren.
"Tentu saja tidak,ada juga yang laki-laki seperti pahlawan yang di panggil oleh kerajaan Azpire.Kenapa Ren-sama bilang kalau pahlawan itu wanita semua?".Ujar Aria sambil bertanya.
"Ah...soal itu,karena pahlawan yang pernah ku temui adalah seorang wanita".Balas Ren.
"Tak ada kebohongan".Gumam Aria.
Teng...teng...!
Suara bell tanda masuk berbunyi,Ren dan yang lainnya pun masuk ke kelas dan mengikuti pelajaran dari Erik-sensei.
Setelah pulang dari akademi Ren,Hana dan Efil pergi menuju ke guild petualang untuk mengambil quest pertama mereka.Karena baru mendaftar mereka berada di rank-F dan misi untuk rank itu hanyalah misi-misi yang mudah seperti mengumpulkan tanaman herbal,mencari kucing yang hilang,membersihkan selokan dan lain sebagainya.
"Hmmm...".Gumam Ren sambil memegang dagunya melihat papan quest.
"Hei bocah,kulihat kau bersama 2 gadis cantik di samping mu.Bisa kau berikan pada kami?".Ujar seorang pria berbadan besar yang mabuk sambil memegang pundak Ren.
"Maaf,tapi mereka berdua adalah temanku".Balas Ren dengan datar yang masih melihat papan quest.
"Karena itulah aku menyuruh mu meninggalkan mereka! kau ini pemula bukan,jangan remehkan petualang! bocah seperti mu sebaiknya pulang saja!".Ujar pria itu dengan ketus sambil menarik kerah baju Ren.
"Kami ini petualang kelas C,ayo kita selesaikan masalah ini berdua!".Sambung pria tadi.
"Kau,dari tadi kurang ajar sekali!".Ujar Hana pada petualang itu.
"Kalian juga,tak perlu pedulikan bocah ini.Lebih baik bersama kami,itu pasti menyenangkan".Ujar pria itu.
Namun Hana mengabaikannya dan berbicara dengan resepsionis guild mengenai misi yang cocok untuk mereka kerjakan.Pria itu pun merasa di abaikan dan marah.
"Berani sekali kau mengabaikan ku!".Teriak pria itu sambil menarik kerah baju Hana.
Baammm!!!
__ADS_1
Pria itu pun terlempar dan menghantam meja temannya.
"Berani sekali kau menyentuh ku,dan dari tadi aku selalu menahan nya.Berani sekali kau menghina Ren-sama,asal kau tahu Ren-sama itu adalah-".Ujar Hana dengan ketus.
"Hana!".Sela Efil.
"Ah! maaf!".Hana pun spontan menutup mulutnya.
...Jadi ini kemampuan petualang rank-C? bukankah itu terlalu lemah?...
"Huft...aku sudah menentukan misi yang mau di ambil".Ujar Ren sembari menarik kertas dari papan misi.
...Aku tak mengira kalau Hana sekuat itu,dia emang pernah bilang kalau dia lulusan terbaik dari akademi kesatria....
...----------------...
Hutan bagian selatan ibu kota,Ren dan yang lainnya sedang mengumpulkan tanaman herbal untuk quest mereka.
"Anoo...Ren-sama,bukannya lebih bagus kalau kita mengambil misi pemusnahan saja?".Ujar Hana.
"Bukannya misi itu untuk Rank-E keatas?".Ujar Ren heran.
"Haaa...sepertinya Ren-sama tak tau soal peraturannya.Aku akan menjelaskannya,setiap petualang bisa mengambil misi yang berada 1 tingkat di atas rank nya.Jadi kita yang masih berada di rank-F bisa mengambil misi yang berada di rank-E".Jelas Hana.
"Begitu yah...tak perlu memikirkannya lagi,kita hanya perlu menyelesaikan misi yang kita ambil sekarang dan mengambil misi baru lagi nanti".Ujar Ren.
Agar cepat menyelesaikan misinya mereka pun berpencar untuk mencari tanaman herbal.
"Tanaman ini...bukannya aku punya banyak di storage ku? aku lupa kalau aku pernah membeli tanaman ini saat pertama kali sampai di ibu kota ini".Gumam Ren sembari menepuk keningnya.
...Tapi aku akan tetap mencari nya,aku tak akan berbuat curang seperti itu....
Namun saat dalam perjalanan menuju tempat pertemuan Ren,di kejutkan oleh teriakan seseorang.Ia pun lekas berlari menuju ke arah teriakan tersebut.
Saat sampai disana ia melihat seorang wanita bertelinga hewan yang duduk ketakutan di hadapan seekor Blood Grizly.Ren pun langsung bergerak dan menyerang beruang itu dengan pedang nya.
Namun pedang itu tak menggores beruang itu karena kulitnya yang tebal.
...Sepertinya pedang biasa tak bisa menembus kulitnya yang keras......
"Hei,apa kau baik-baik saja?".Ujar Ren.
Namun gadis itu tak menjawab Ren,dan hanya menunduk ketakutan.
"Cih...Aku lah angin dingin yang berhembus dan membekukan segalanya! hatiku dan tubuhku di tercipta dalam badai es! penuhilah panggilan ku! Heart Of Cold Serenity!".Teriak Ren.
Swooffftt!!
Udara dingin pun menyelimuti sekitaran Ren dan membuat pohon-pohon menjadi es.Ren pun menghentakkan kakinya ketanah dan muncul sebuah kristal es yang pecah dan membentuk 2 bilah pedang es.
...Tubuh ku sudah tak merasakan hawa dinginnya lagi,ini berkat Blizzard yang telah menyesuaikan kekuatannya pada tubuh ku....
"Waktunya ronde ke 2 tuan beruang".Ujar Ren dengan tatapan serius.
Ren pun langsung bergerak maju dan menebas tubuh beruang itu,namun tetap saja karena kulitnya yang keras Ren hanya bisa melukainya sedikit.
__ADS_1
...Apa! bahkan glasial hanya bisa menggores nya saja!? Sekeras apa bulu beruang ini? Sepertinya memang berbeda jika melawan monster dan manusia,manusia lebih mudah mati.Sedangkan monster punya kelebihan yang berbeda-beda....
Gwarrrr!!!
Boomm!! daarr!
Pohon-pohon di sekitar hancur di hantam oleh beruang itu yang mencoba menyerang Ren,namun selalu di hindari Ren.
"Tch! hei kau cepat lah lari!".Teriak Ren pada gadis bertelinga hewan itu.
Namun gadis itu tetap saja tidak bergerak karena rasa takut yang menyelimuti dirinya.Tak lama kemudian Efil dan Hana pun datang karena Ren yang tak muncul di tempat pertemuan.
"Ren-sama!".Teriak Hana yang tiba.
"Blood Grizli!?".Gumam Efil kaget.
"Kau tau tentang monster ini Efil!?".Teriak Ren sambil menghindar dari serangan beruang itu.
"Ya! monster ini adalah monster rank-A,seharusnya habitatnya tidak ada di sekitar sini".Ujar Efil.
"Hei Efil! apa kau tau tentang kelemahannya!?".Teriak Ren.
"Ya! Blood Grizli lemah terhadap elemen api!".Ujar Efil.
"Tapi,tak ada diantara kita yang bisa menggunakan elemen api kan?".Ujar Hana.
Dalam alam bawah sadar Ren...
"Hei Fyn,apa aku bisa menggunakan kekuatan mu hanya sedikit saja?".Ujar Ren.
"Ya,asalkan yang lain tak memusatkan kekuatannya lagi pada tuan.Jadi aku bisa menyesuaikan kekuatan ku pada tuan walau hanya sementara".Balas Fyn.
"Itu sudah cukup".Ujar Ren.
Kembali ke pertarungan...
Baamm!!
Saat beruang itu menghantam pohon Ren pun langsung meloncat mundur sejauh mungkin.
"Aku lah hawa panas yang dapat meleburkan segalanya,hati ku dan tubuhku di ciptakan oleh api yang membara! penuhila panggilan ku! Hell Fire Arrow!".Teriak Ren.
Woossshhh!!!
Sebuah api menjalar keluar dari sekitar Ren dan bergerak membentuk sebuah busur panas yang berapi-api dengan anak panah sihir api.
"Pemanas sudah selesai,saat nya untuk menghabisimu beruang sialan!".Ujar Ren sambil memegang busur panah tersebut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...----------------...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
To Be Continue....
__ADS_1
*Hallo semua,sorry yah karena up nya lama.Insyaallah aku bakal up perhari lagi seperti dulu.Jadi misal ada kata-kata typo tolong di maklumi soalnya masih baru2 nulis.
Mohon dukungannya lagi semuanya*