
Slash...!
Seorang pendekar tertebas oleh sebuah pedang,namun ia tetap berdiri dan menebas semua musuh yang ada di sekitarnya.Dengan darah yang bercucuran di tubuhnya,pendekar itu terus-terusan membunuh lawannya hingga tak tersisa.Ia melakukan hal itu untuk melindungi sebuah kota,setelah pertempuran berakhir ia pun tumbang di tengah medan perang.
"Ginn..!!!!".Teriak XXX(Ren)
XXX pun berlari menuju ke tempat Gin yang sudah terkapar di tanah dengan berlumuran darah.
"Hei..bertahanlah Gin..!".Ujar XXX dengan begitu cemas.
"Ahaha...uhuk...kita berhasil kan..me~melindungi kotanya..?".Ujar Gin dengan terbata-bata.
"Bertahanlah aku akan menyembuhkan mu...ayolah..! ughnn...".Ujar XXX menggunakan sihir penyembuhan.
"Ugh..uhuk..uhuk...tenanglah XXX,au belum bisa mengendalikan Kitab cahaya mu kan..?".Ujar Gin yang melihat XXX.
"Ma~maafkan aku...a~andai saja aku bisa mengendalikan-nya..Ak--".
"Ahaha..kau tak perlu minta maaf,aku sudah punya hidup yang hebat dan aku sudah puas akan hal itu.Mati demi melindungi kampung halaman ku,tak ada hal yang lebih baik dari ini.Aku ingin meminta satu hal padamu apa boleh?".Ujar Gin.
"A~apa itu..? aku..aku akan melakukan nya.!".Balas XXX sembari memegang tangan Gin.
"Jika...jika ada seseorang yang menderita suatu penyakit atau kutukan...aku..aku ingin kau,menggunakan kekuatan Kitab cahaya untuk menyembuhkan mereka...".Ujar Gin dengan nafas terakhirnya dan mati dengan wajah yang menunjukan senyuman lebar.
"I~iya...hiks..aku...aku akan melakukannya...aku berjanji..".Balas XXX dengan menahan tangisnya.
......................
...****************...
......................
Setelah para kesatria dari Duke Fotress meminta maaf pada Ren,putri Aria pun menanyakan alasan kenapa mereka menatap Ren dengan tatapan membunuh.
Para kesatria itu pun menjawab jika mereka semua mencintai nona Maria.Mendengar hal itu Ren pun menjadi heran,dengan kaitan Maria itu dengan dirinya.
"Maria? siapa itu?".Ujar Ren dengan heran.
"Apakah yang mulia tak tahu nama tunangan anda?".Ujar kesatria.
"Tidak,aku hanya di beritahu aku akan bertunangan dengan putri dari Duke di negara ini".Ujar Ren.
"Kasian sekali Nona Maria...".Gumam para kesatria.
Setelah itu putri Aria pun menanyakan hal lain yang membuat mereka menatap Ren.Para kesatria itu pun menjawab kalau mereka mendengar sebuah rumor yang mengatakan jika pangeran sering bermain dengan wanita dan membunuh mereka jika tidak merasa puas.
"Oy..! apa-apaan rumor itu..!".Teriak Ren dengan ketus.
"Itu benar..! walaupun yang mulia adalah pangeran yang buruk,dia tak mungkin melakukan hal seperti itu".Ujar Efil.
"Huft...kesamping kan hal itu,kenapa bisa ada rumor tentang ku?".Ujar Ren.
"Ah,penyanyi dari Silford sering datang kemari dan menceritakan anda dengan cara yang menarik".Ujar para kesatria.
"Bukankah orang yang menghina keluarga kerajaan harus di hukum!?".Ujar Alfred.
"Itu benar,namun penyanyi-penyanyi itu hanya menceritakan soal pangeran nakal dari kerajaan besar".Jelas Aria.
Ren pun menghela nafas panjang.
"haha..ayolah pangeran Ren,naik ke dalam kereta saya hingga sampai ke wilayah Duke".Ujar Aria.
Di dalam kereta terdapat seorang wanita lagi yang duduk di samping putri Aria,ia adalah Kayla pengawal sekaligus pelayan pribadi Aria.Kemampuan bertempur nya bisa di setara kan dengan seorang pemimpin kesatria.
"Oh ya,Maria itu orangnya seperti apa?".Ujar Ren.
"Ah,Maria itu adalah teman masa kecil ku,tapi ia punya ANDROPHOBIA yang sangat parah hingga ia tak bisa berinteraksi dengan laki-laki".Jelas Aria.
Oy..oy..apa-apaan itu!
Aku bertunangan dengan orang yang tak bisa dekat dengan laki-laki..?
Tidak..tidak kalau begini aku bisa membatalkan pertunangannya kan..!
"Begitu yah..ahahah".Ujar Ren.
"Walaupun begitu,ia tetap ingin masuk ke akademi kesatria dan diterima di departemen sihir peringkat atas".Sambung Aria.
"Tapi,bagaimana bisa ia di tunangan padaku yang merupakan orang asing? bukannya hal itu sedikit mustahil mengingat ia punya adrophobia..".Ujar Ren.
Dalam perjalanan yang damai menuju ke wilayah Duke,Ren bernyanyi di dalam kereta kuda sembari melihat keluar jendela.
"Ada seorang pangeran nakal♪...terlalu nakal..♪ dia buat orang kesal,dan buat orang kesal...dalam perjalanan ke negeri tetangga,di dalam kereta kuda♪ ketepak-ketepuk..dan dia pun tiba♪".Ren menyanyi santay di dalam kereta.
__ADS_1
"Yang mulia Ren,itu tadi lagu yang sedih...apa sebegitu tak bahagianya anda tentang pernikahan ini?".Ujar Aria.
"Aku tak ingin orang tua ku mengatur pernikahan untuk ku...bukannya putri juga berpikir demikian...".Balas Ren.
"Aku terlahir dengan fisik yang lemah,jadi aku tak bisa berkata demikian...dan seseorang yang mempunyai kemampuan inkuisitor kelas satu seperti ku.Aku berpikir tidak ada yang mau dengan ku karena aku akan mengganggu".Ujar Aria.
"Tidak ada masalah selama tidak berbohong kan? lagi pula anda memiliki kecantikan yang lebih dari cukup".Ujar Ren.
"Benarkah begitu?".Tanya Aria.
"Tentu,putri anda sangat cantik".Balas Ren.
"Bukan bohong..! aku sangat bahagia".Ujar Aria dengan senyuman lebar di wajahnya.
Tak lama kemudian mereka pun sampai di kediaman Duke Fotress.Disana mereka di sambut langsung oleh Duke.
"Selamat datang di kediaman saya,perkenalkan saya adalah kepala keluarga dari Duke Fotress,Grey G. Fotress.Tolong izin kan saya untuk berterima kasih karena telah menyelamatkan kan nyawa putri dari kerajaan kami,terima kasih banyak".Ujar Grey.
"Kami hanya melakukan hal yang perlu dilakukan".Balas Alfred.
Duke itu pun mengantarkan Ren,Alfred dan Efil menuju ke dalam mansion.Disana mereka di sambut oleh para pelayan dan 2 anak dari Duke.
"Ren,jangan coba-coba mengintip ruangan ganti para pelayan..".Bisik Alfred.
"Oy kau kira aku akan melakukannya..!".Balas Ren pelan dengan ketus.
"Nama ku Nene,putri kedua keluarga Fotress!".Ujar putri kedua Nene.
"A~aku Luna...".Sambung putri ketiga sambil bersembunyi di belakangan Nene.
"Luna,tolong perkenalkan diri mu dengan benar!,tak kusangka kamu tak bisa memperkenalkan diri dengan benar".Ujar Grey.
"Sa~saya mohon maaf..!".Ujar Luna.
"Ah,maaf yang mulia...tapi putri tetua saya sedang tak ada di kediaman,dia sedang mengikuti ujian di akademi kesatria".Ujar Duke Grey.
"Istri saya juga kondisinya tak begitu baik untuk memperkenalkan dirinya sendiri karena penyakit yang ia derita".Sambung Grey.
"Begitu yah,semoga cepat sembuh..".Ujar Alfred.
"Saya Alfred Fon Silford pangeran pertama".
"Saya Ren,pangeran ke empat".Sambung Ren.
"Ugh...jadi benar-benar banjingan..kasian sekali kak Maria".Ujar Nene
Duke Grey pun memukul kepala Nene dan meminta maaf pada Ren dan Alfred atas ketidak sopanan anaknya itu.Setelah itu Alfred dan Efil di mintai oleh putri Aria untuk ikut melaporkan hak yang terjadi di perjalanan tadi.Grey pun meminta Nene dan Luna untuk menemani Ren sebentar selagi dia pergi.
"Apaa..!!".Ujar Nene yang tak terima.
......................
...****************...
......................
Di sebuah ruang makan,suasananya begitu hening.Seorang pelayan pun mengantarkan secangkir teh untuk Ren dan 2 lainnya.
Suasananya...begitu canggung..
Ren pun mengambil sebuah kertas dan membuat origami berbentuk angsa,dan burung.
"Sekarang aku akan memberikannya nyawa..".Ujar Ren.
"Haa..kau bodoh atau bagaimana? itu kan hanya sebuah kertas..!".Ujar Nene.
Ren pun menggunakan sihir angin Float untuk membuat origami itu mengambang di keatas.Pada saat itu Luna yang sedari awal takut pada Ren,tiba-tiba mendekat.
"Wah..! Kak..Luna juga mau..!".Ujar Luna menarik baju Ren.
"Boleh,mari kita buat bersama".Balas Ren dengan tersenyum.
Mereka berdua pun membuat banyak sekali origami dengan berbagai bentuk,setelah cukup lama Ren pun ingin pergi ke toilet.
"Maaf aku mau ke toilet dulu..".Ujar Ren bangun berdiri dari kursi.
"Luna yang antar!".Ujar Luna.
Ting...ting..ting!
Nene pun membunyikan sebuah bell untuk memanggil seorang pelayan.Kemudian pelayan itu pun tiba.
"Anda memanggil saya nona?".Ujar pelayan itu.
__ADS_1
"Hana,antar orang ini ke kamar mandi!".Ujar Nene.
"Baik nona..".
Hana pun mengantar kan Ren ke kamar mandi yang ada di lantai dua.Setelah selesai Ren pun keluar dari kamar mandi untuk turun kembali.Namun ketika berjalan ia mendengar suara orang batuk.
"Cough...cough..uhuk..!".Suara batuk yang begitu keras.
"Batuknya begitu menyakitkan...".Ujar Ren yang mendengar suara itu.
"Suara itu berasal dari ruangan tempat nyonya beristirahat".Ujar Hana.
"Aku akan menyapa nyonya..".Ujar Ren sambil berjalan menuju ruangan nyonya.
"T~Tolong jangan..! beliau sedang beristirahat di ruangan karena penyakitnya menular!".Teriak Hana.
"Kamu diluar saja,aku hanya sebentar".Ujar Ren mengabaikan ucapan Hana dan membuka pintu ruangan.
Dalam ruangan itu terdapat seorang wanita yang duduk di kasur sembari menutup mulutnya dengan tangan untuk menahan batuknya.
"S~siapa yah..uhuk..".Ujar wanita itu.
Ren pun menggunakan sihir pelindung pada dirinya menggunakan elemen cahaya.Ia pun mendekat ke wanita itu.
"Perkenalkan saya Ren Fon Silford,saya datang kesini untuk menjadi menantu".Ujar Ren.
"Ara...yang mulia repot-repot datang untuk menyapa saya secara pribadi.Saya istri dari Grey,nama saya Sasha...uhuk...kamu tidak boleh tertular..uhuk...jadi tolong segera kel-".Ujar Sasha.
"Uhuk..uhuk...!".Kemudian Sasha pun batuk keras hingga mengeluarkan darah.
Batuknya berdarah..!
Tidak ! seluruh tubuhnya juga mengalami gejala yang berbahaya...energi sihirnya tak terkendali...
Terlebih lagi ini sebuah kutukan..!
"Maaf nyonya...saya sudah berusaha untuk menghentikannya!".Ujar Hana.
"Mohon maaf..".Ujar Ren sembari mendekat ke nyonya Sasha.
Ren pun mendekat ke nyonya Sasha dan merapalkan beberapa sihir cahaya yang berfungsi untuk menenangkan,dan menekan sebuah kutukan dan rasa sakit.
"Eh..? saya merasa sedikit baikan..".Ujar nyonya Sasha.
"Rupa anda juga terlihat membaik!".Ujar Hana yang senang melihat majikannya membaik.
"Terima kasih,yang mulia Ren.Sepertinya menantu yang dipilih adalah orang yang luar biasa!".Ujar Nyonya Sasha dengan senyum di wajahnya.
"Saya bisa membuat anda merasa lebih baikan lagi,apakah anda bisa percaya pada saya?".Ujar Ren.
"Kalau itu yang mulia katakan...saya akan percaya!".Ujar Sasha.
Ren pun memejamkan matanya dan memfokuskan fikiran nya.Tak lama kemudian tiba-tiba Duke Grey,Alfred dan Efil tiba di kamar itu.
"Bukankah aku sudah bilang,kalau kau tak bisa bertemu dengan istri ku karena penyakitnya menular!".Ujar Grey dengan ketus.
Namun Ren mengabaikannya dan tetap memfokuskan dirinya.Setelah kefokusannya berada di tingkat yang baik dan energi sihirnya stabil.
"Bintang kehidupan! Hatiku dan tubuhku dilahirkan untuk menjadi cahaya pelindung.!!! penuhila panggilan ku! Sky Of Starlight !!!".Ujar Ren.
Kemudian muncul lah sebuah Kristal berbentuk bintang berwana emas di depan Ren.Orang yang melihat hal itu pun hanya tertegun diam.
Ren pun meloncat menjauh dan membentuk sebuah lingkaran sihir di udara.Tak lama kemudian muncul sebuah aura hitam dari tubuh nyonya Sasha.Aura itu pun terserap ke arah lingkaran sihir yang dibuat oleh Ren.
"Huft...sekarang anda hanya perlu istirahat yang cukup dan anda bisa beraktivitas seperti normal lagi".Ujar Ren.
"Sayang..yang mulia Ren sudah menyembuhkan penyakit ku...tubuhku sudah tak panas lagi dan batuk-batukku juga hilang..".Ujar Sasha dengan gembira.
"Apa! mana mungkin...istri saya itu terkena sebuah kutukan yang parah..!".Ujar Grey keceplosan dan langsung menutup mulutnya.
"Ternyata benar....".Gumam Sasha.
"Ren,apa benar kau sudah menyembuhkan penyakit nyonya?".Ujar Alfred dengan ragu.
"Begitulah..."Ujar Ren sembari menghilangkan pedangnya.
"Huh..? kalau ayah tau tentang kemampuan mu,beliau tak mungkin membiarkanmu menjadi menantu angkat".Ujar Alfred sembari menghela nafasnya.
Aku sudah memenuhi janjiku Gin...
......................
...****************...
__ADS_1
......................
To be continue....