Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat

Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat
Chapter 16 : Iblis


__ADS_3

Setelah di terima di akademi Ren mengikuti pelajaran disana,namun setelah beberapa saat ia pun tertidur karena merasa pelajaran itu membosankan.


"Tuan Ren! bangun kita masih dalam pelajaran!".Ujar Hana yang duduk di samping Ren.


"Bangunkan aku ketika selesai istirahat...".Gumam Ren.


"Tuan! hei bangunlah!".Ujar Hana sembari menggoyangkan tubuh Ren.


"Ren,apa kau bisa mendemonstrasikan sihir didepan?".Ujar Erik.


"Tuan anda di panggil oleh pak guru..".Ujar Hana.


Ren pun bangun dan mengeluarkan sihir api namun api itu sangat kecil dan langsung hilang dalam sekejap.Semua siswa pun tertawa melihat hal itu.


"Ahahahah...seperti yang di harapkan dari pangeran sampah".


"Itu benar,sihir tingkat rendah saja dia tak bisa ahaha..".


"Benar-benar tak berguna...".


Ejek para siswa di kelas tersebut.


"Mereka...bersikap tidak so-".Gumam Hana yang hendak berdiri.


"Kau tak perlu menyangkal mereka...".Ujar Ren menahan Hana.


"Ta~tapi tuan...".


"Semuanya harap tenang! ah,terima kasih Ren karena telah mendemonstrasikan nya.Tapi kau harus berlatih lagi menggunakan sihir".Ujar Erik.


...----------------...


Waktu jam istirahat Ren pun menghubungi Duke Grey.


"Ah,sudah jam istirahat yah".Ujar Grey.


"Ya,begitulah...jadi bagaimana? apa kau setuju soal putri Aria?".Tanya Ren.


"Haaahh...yah aku tak keberatan soal itu asalkan kau tetap memberi keturunan di keluargaku.Lagi pula sang raja lah yang menemukan mu untuk menjadi menantu angkat keluarga ku".Balas Grey.


Maaf saja tapi aku tak ingin menjadi penghasil benih...


"Oh yah,bagaimana keadaan ibu mertua?".Ujar Ren.


"Sasha baik-baik saja,dia sudah mulai bisa melakukan aktifitas normalnya seperti dulu".Balas Grey.


"Besok aku akan kembali kesana untuk mengangkat kutukannya".Ujar Ren.


"Terima kasih...".Ujar Grey.


Ren pun menutup panggilan sihirnya dan berjalan-jalan di taman sekolah di ikuti oleh Hana.


"Hei,Hana apa kau bisa membelikanku minuman?".Ujar Ren.


"Baik tuan!".Balas Hana.


Hana pun pergi dari sana untuk membeli minuman untuk Ren.


Ren pun duduk di kursi taman sembari menatap langit yang cerah.Tak lama kemudian Aria pun datang bersama dengan Erica.


"Yang mulia Ren".Sapa Aria.


"Oh,putri Aria.Ada perlu apa?".Ujar Ren.


"Apa aku boleh duduk di samping mu?".Ujar Aria.


"Ya".Balas Ren.


Ren pun menatap Aria dan teringat mengenai adiknya di masa lalu.


...----------------...


"Kakak bener-bener lemah yah...".Ujar Rias adik Ren di masa lalu.

__ADS_1


"Siapa yang kau panggil lemah hah...huh..ha..aku hanya tidak serius..".Balas XXX.


"Begitu kah? padahal mendapat pengakuan dari 3 makhluk sihir yang kuat dan mendapatkan senjata dari sihir mereka,tapi kakak sangat lah lemah".Ujar Rias.


"Kau kira mudah untuk mengendalikan mereka!".Balas XXX dengan ketus.


"Heee...bukannya itu karena kakak saja yang lemah?".Ejek Rias.


"Ka~kau ini yah...!".Balas XXX sembari menggepal tangannya karena kesal.


"Kalau begitu aku akan melindungi kakak,jadi kakak tak perlu takut cukup berlindung saja di belakang adik mu ini".Ujar Rias.


"Oy bukannya itu kebalik! seharusnya aku lah yang melindungi mu!".Balas XXX.


"Kakak melindungi ku? hahaha,katakan itu setelah kakak bisa mengalah kan ku".Ujar Rias sembari tertawa kecil.


"Baiklah,aku akan berlatih terus dan menjadi Lebih kuat agar aku bisa melindungi mu!".Balas XXX.


"Ahaha...kalau begitu aku akan menanti kan nya kak".Ujar Rias dengan tersenyum.


Hari demi hari,bulan demi bulan XXX selalu berlatih dan bertarung di medan perang untuk mengasah kemampuannya.


Namun di suatu hari di medan peperangan mereka terpojok oleh jumlah musuh yang begitu banyak,mereka dapat mengatasinya namun jumlah musuh selalu bertambah walau sudah di bunuh begitu banyaknya.


Hal itu membuat XXX dan teman-temannya kehabisan tenaga.


"Kakak awas!".Teriak Rias sembari berlari menuju XXX.


Slaasshhh!!!!


"Eh..?".


"R~Rias..!?".Ujar XXX yang melihat adiknya tertusuk oleh musuh.


Namun saat tertusuk Rias juga membunuh musuhnya.


"A~Apa kakak tak apa-apa?".Ujar Rias dengan terbata-bata.


"T~tidak mungkin...hei..bangunlah...Ri~Rias!!! hei..kau sedang bercanda kan!..".Ujar XXX.


"Be~risik...kau menyakiti telinga ku kak...".Ujar Rias pelan.


"Hei,Rias bertahanlah aku akan membawa mu ke kota untuk di obati!".Ujar XXX yang cemas.


"Uhuk..! ugh..ahaha,kau tak perlu melakukan hal itu kak...kurasa aku sudah tak akan bertahan lebih lama...".Ujar Rias.


"Hei...jangan berbicara seperti itu...".Ujar XXX sembari meneteskan air matanya.


"Hahaha...kakak memang orang yang cengeng yah...".Ujar Rias sembari memegang muka XXX.


"Maaf...maaf karena aku terlalu lemah..kau-".


"Kakak tak perlu minta maaf,kakak selalu menjaga ku selama ini...jadi aku senang bisa melindungi kakak-".Ujar Rias sembari tersenyum dengan nafas terakhirnya.


"Eh...hoi Rias! hei bangunlah...Rias! Aaaaaaakkkkkhhhhh!!!!!".Teriak XXX yang penuh rasa kehilangan di tengah medan perang itu.


...----------------...


"Yang mulia Ren? apa anda baik-baik saja?".Ujar Aria yang melihat Ren meneteskan air mata.


"Eh? ah,maaf aku hanya mengingat sesuatu yang menyedihkan...".Balas Ren.


"Begitu yah,apa saya boleh tau?".Ujar Aria.


"Maaf,tapi aku tak ingin menceritakan nya".Balas Ren.


Tiba-tiba terdengar sebuah teriakan yang kencang dari arah gerbang sekolah.Banyak sekali siswa yang berlarian menuju ke arah gerbang sekolah karena penasaran dengan teriakan itu.


"Apa yang terjadi!?".Ujar Aria yang kaget.


"Ntahlah...".Balas Ren.


"Putri Aria apa kita perlu memeriksanya?".Ujar Erica.

__ADS_1


Aria pun mengangguk.Mereka bertiga pun pergi menuju ke arah gerbang sekolah,saat sampai disana terlihat banyak sekali siswa yang berkerumun melihat sesuatu yang ada di depan mereka.


Disana terlihat sesosok orang bertanduk dan mempunyai sayap sedang mencekik seorang siswi dari akademi.


"Apa yang terjadi disini...i~itu kan iblis!".Ujar Aria dengan kaget setelah melihat apa yang ada di depannya.


"Siswi yang sedang tercekik itu bukannya nona Hana!".Ujar Erica.


Setelah melihat hal itu Ren langsung berlari dengan kencang menuju ke arah iblis itu.


"Ayunan kematian! hatiku dan tubuh ku di ciptakan untuk berada di medan perang! penuhilah panggilan ku! datang lah Calamity Reaper!(namanya ku ganti)".Ujar Ren sembari berlari menuju ke arah iblis itu.


Slasshhh!


"Di~dia menahan calamity reaper dengan tangan kosong!".Gumam Ren yang menyerang iblis itu.


"Hmmm...berani juga kau manusia".Ujar iblis itu.


Iblis itu pun melepaskan Hana dan melemparnya.


Swoofft!!!


Bammm!!!


Iblis itu pun bergerak dengan cepat dan menghantam perut Ren hingga membuatnya terpental ke belakang.


"Ughh!!".


Sliiinkkk!!!


Ren pun menusukkan sabitnya ke tanah untuk memperlambat dirinya agar tak terpental jauh.


Saat Ren berhenti iblis itu pun langsung berada di samping Ren dan hendak menyerang lagi.


"Aku tak akan terkena serangan yang sama dua kali!".Ren pun menahan serangan iblis itu dengan sabitnya,namun tetap saja ia terpental sedikit akibat serangan itu.


"Hoo...kau hebat juga manusia,kau adalah manusia pertama yang berhasil menahan serangan ku".Ujar Iblis itu dengan begitu sombong.


"Ahaha...terima kasih atas pujiannya,tapi aku tak senang karena itu".Balas Ren sembari mengelap darah yang keluar dari mulutnya.


"Baiklah,aku akan membiarkan kau menyerang ku untuk memberi mu hadiah atas pencapaian mu".Ujar Iblis itu sembari membuka celah pada dirinya.


"Ouh...aku senang karena itu,bunuh dia! calamity Reaper : Death Slash!".Teriak Ren mengeluarkan tebasan kegelapan yang mengarah ke iblis itu.


Iblis itu tak bergerak seinci pun dan menerima semua serangan Ren.


"A~Apa!".Gumam Ren kaget melihat serangannya tak berefek apapun.


"Ahahaha! kukira kau orang yang hebat,ternyata kau hanya orang bodoh...menyerang seorang iblis menggunakan sihir elemen kegelapan yang mana iblis menguasai elemen itu".Ujar Iblis itu sambil tertawa kencang.


"Yang mulia Ren! gunakan elemen cahaya!".Teriak Aria dari jauh yang melihat pertarungan itu.


Mana mungkin aku bisa menggunakannya!


Untuk mengaktifkan Sky Of Starlight butuh konsentrasi yang tinggi!


"Hoo..jadi kau juga punya elemen cahaya yah...".Ujar Iblis itu.


"Hei,makhluk aneh apa elemen selain cahaya juga bisa melukai mu?".Ujar Ren.


"Siapa yang kau panggil makhluk aneh manusia lemah!? baiklah karena keberanian mu aku akan menjawabnya semua elemen kecuali kegelapan bisa melukai kami".Balas Iblis itu.


"Apa kau punya kata-kata terakhir manusia?".Ujar Iblis itu yang terlihat ingin mengakhiri pertarungan.


"Yah...".


......................


...****************...


......................


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2