Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat

Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat
Chapter 7 : Ketua


__ADS_3

Di tengah pertarungan Ren dan Erin,kenangan lama pun kembali muncul.


"Jika kau ingin membunuh ku majulah,tentu saja aku tak berniat untuk terbunuh".Ucap Ketua.


"Jika kau tak ingin membunuhku secara langsung,aku akan kematian 5 sampai 6 kaki dan tangan mu loh".Sambung Ketua yang melihat XXX yang terguling di tanah.(Ren sebelum di reinkarnasi)


"Kaki dan tangan ku cuma ada empat..!!!".Teriak XXX.


"Ehhmm...sepertinya aku tak bisa membunuh ketua".Ucap XXX ketus dengan muka cemberut.


"Lagi-lagi kau mengatakan hal itu".Balas Ketua.


"Senjata ku tak bisa digunakan jika pikiran ku tak tenang,lagi pula aku tak bisa mempertahankan wujudnya jika tak ada energi sihir".Gumam XXX.


"Benarkah? kau mengatakan nya pada semua? aku pikir itu lucu,Aku hanya tak bisa mengendalikan senjataku begitu bukan?".Ketua mengolok-olok XXX.


"Ugghh...".


"Kau lemah hanya karena kau kurang pengalaman,kau tak perlu berkecil hati.Jika kau terus berlatih dan percaya diri kemampuan mu akan meningkat.Aku yakin,kau itu memiliki potensi".Ucap Ketua dengan tersenyum.


"Ayo berdiri,jika tidak aku akan mematahkan kaki dan tangan mu loh.Ayo cepat...aku akan membunuh mu loh XXX".Ucap Ketua dengan senyuman.


Sambil tersenyum bahagia,kau selalu mengucapkan sesuatu dengan serius...


Aku tau itu...ketua selalu berharap mati...


Ingin mati tapi tak bisa,ketua selalu hidup dengan perasaan yang hancur...


Karena itu aku...


......................


...****************...


......................


"Yang mulia..!!!!".Teriak Efil dengan kencang dari gerbang.


Ren yang masih memeluk Erin pun mengeluarkan begitu banyak bayangan dari sihir kegelapan nya ke semua arah.


"Kali ini...aku akan membunuh mu ketua..!!".Teriak Ren.


Secara perlahan bayangan dari sihir Ren mendekati pasukan musuh.


"Ba~banyangannya semakin mendekat..!!".

__ADS_1


"Dia datang kesini..!!".Teriak seorang prajurit panik melihat bayangan itu.


"A~Apakah dia itu dewa kematian..!".Ujar pasukan musuh yang sudah pasrah.


Tak lama kemudian ada seorang prajurit yang bilang pada raja musuh jika unit penyihir sudah siap.Setelah itu raja itu pun memberi arahan untuk menembakan sihir ke arah Ren dan pahlawan.


2 buah Great Fire ball pun meluncur ke arah Ren dengan begitu cepat,namun Ren dengan mudahnya menebas sihir itu dengan sabitnya.


"Ganggu saja..!!".Ujar Ren dengan kesal sambil menebas sihir itu.


Dari setiap bayangan hitam yang sudah menyebar keluar banyak sekali tombak kegelapan yang terbang di langit.


"Akhirnya aku bisa menunjukkan ini pada ketua,semua energi sihir yang ada disini sudah berada dalam kendali ku...hujan atau malam tidak masalah.Sihirku atau orang lain pun tak masalah,jika tak berhasil dengan 1 sihir maka dengan 2 sihir dan jika tak berhasil juga maka 3".Ujar Ren sambil tersenyum.


Craackk...!!


Alat sihir yang di pinjamkan oleh Iris pun retak karena tak mampu menahan kekuatan dari Ren.


"Baik ratusan,atau ribuan...berapa puluh ribu pun,mereka yng mengganggu akan kubunuh..! kali ini...aku yang akan membunuh mu..!".Ujar Ren dengan senyum di wajahnya dan mengarahkan pedangnya keatas.


Di langit yang cerah itu pun tiba-tiba menjadi mendung,terlihat banyak sekali tombak hitam yang melayang di atas langit.Hanya dalam satu tarikan saja tombak itu akan berjatuhan dan mengenai setiap orang yang ada di bawahnya.


Iris yang melihat hal itu menyuruh semua orang berada di gerbang untuk masuk ke dalam benteng.


Yah selain aku dan ketua,mereka semua yang menghalangi...".Ucap Ren dengan senyuman seram di wajahnya.


"Biar ku beri tahu kau!! dasar monster..!!".Teriak Erin melihat hal itu.


"Bunuh mereka semua..! Death Reaper..!!".Ren pun berteriak dan tombak kegelapan yang ada di langit pun berjatuhan dan mengenai semua orang yang berada di medan perang.


Wuusshhh....!!!


Dalam sekejap semua pasukan musuh mati terkena hujan tombak itu.Langit pun kembali cerah.


"Dengan begini sudah tidak ada yang menghalangi,aku mulai ketua.Aku...berterima kasih pada ketua yang mengajari ku dan membimbingku dalam berbagai hal,hanya satu hal yang dapat kulakukan untuk membalas mu...".Ujar Ren saat melihat sosok ketuanya sudah berubah menjadi Erin.


Ah...aku baru ingat kalau ketua sudah mati...dia tak ada di dunia ini atau di mana pun...


Erin yang sekarat pun mencoba meminta pertolongan.


"To~tolong...aku...".Ucap nya sembari meraih sepatu Ren.


Ren yang melihat hal itu pun menendang tangan Erin.


"Aku sudah bilang,kau hanya bisa hidup kalau kau membunuhku".Ujar Ren sambil menatap Erin yang sudah sekarat.

__ADS_1


"Dasar monster..!!! berapa banyak orang yang kau bunuh pun apa masih belum cukup..!!?".Teriak Erin dengan kesal.


"Apa maksudmu...kau juga sama bukan..? berapa banyak prajurit Asylum yang sudah kau bunuh?".Balas Ren.


"Pendekar pedang,pemanah,kesatria tombak atau pun penyihir adalah nama lain dari orang yang mengambil nyawa,jika kau bertemu dengan mereka pastikan kau membunuhnya.Oleh karena itu kita harus siap jika harus kehilangan nyawa".Sambung Ren.


"Tolong aku...tolong aku...".Ujar Erin yang sudah putus asa.


"Tak peduli seberapa banyak pun kau mengatakan itu,jangan harap kau akan selamat...! selamat tinggal pendekar pedang yang sombong...!".Ujar Ren sambil menebas kepala Erin yang sudah sekarat.


Setelah membunuh Erin, Ren pun melihat sekelilingnya.Terdapat banyak sekali mayat orang-orang yang mati akibat terkena pedang kegelapan miliknya.


Ah...lagi-lagi seperti ini...


Apa yang saat itu aku pikirkan..?


Aku menepati janjiku untuk menggunakan kekuatanku demi orang lain...melindungi orang-orang dan mati dengan tersenyum...


Apakah aku layak menjadi orang seperti itu...


Aku tahu jika kau menggenggam sebuah senjata maka tak ada jalan lain selain kematian...tujuannya adalah mati sendirian...


Disaat Ren masih berbicara sendiri dalam hatinya,tiba-tiba Efil datang dan memeluknya dari belakang.


"Aku mohon,jangan tunjukan wajah seperti itu...Raja Zen dan putri Iris...warga Asylum juga...kita semua tidak ada satupun yang mati...yang mulia telah melindungi kami semua..".Ucap Efil dengan senyuman tulus di hadapan Ren.


"A~aku berhasil..?".Ucap Ren dengan tak yakin.


"Ya..ini kemenangan telak untuk Asylum".Balas Efil.


Para prajurit pun melapor pada raja Zen kalau peperangan sudah berakhir dan kemenangan berada pada Asylum.Semua orang sontak bersorak bahagia atas kemenangan mereka.


Ren pun kembali ke gerbang dan mengembalikan alat sihir milik Iris dengan muka yang suram usai peperangan.Iris hanya bisa menerimanya dan terdiam melihat Ren.


"Kuserahkan pasukan padamu...aku akan kembali ke istana,jika ada perlu panggil saja aku..".Ucap Ren sambil berjalan masuk ke kota.


"Ya..".Balas Iris singkat sambil melihat ke arah Ren.


......................


...****************...


......................


To be continue...

__ADS_1


__ADS_2