
Setelah menyelamatkan putri ke 2 dari kerajaan Rinzel,Ren pun melanjutkan perjalanan ya bersama dengan rombongan kereta kuda putri ke 2.
Jadi dia putri ke 2 dari Rinzel...tampang nya mirip dengan adik ku di masa lalu.
Dubrak..!!
Tiba-tiba salah satu prajurit dari rombongan itu terjatuh.Nampaknya prajurit itu terluka akibat serangan bandit barusan.
"Tolong biarkan saya yang memeriksanya!".Ujar Efil.
"Ya..!".Balas prajurit lain.
"Efil adalah kepala pelayan yang punya banyak pengetahuan,dia juga hebat dalam bertarung.Serahkan saja padanya".Ujar Alfred.
Efil pun membuka pakaian prajurit itu sedikit untuk melihat lukanya.Saat dibuka terlihat luka itu seperti menghitam.
"A~apa itu..!".Teriak para prajurit perempuan yang ikut memeriksa.
Efil pun memeriksa seksama luka itu."Gawat!ini racun dari kodok beracun!,memang tak membunuh tapi tetap saja berbahaya!".Ujar Efil.
"Apa disini ada yang bisa menggunakan sihir penyembuhan tingkat lanjut,atau punya potion tingkat tinggi?".Sambung Efil bertanya pada para prajurit yang lain.
"Healer yang bisa menggunakan sihir penyembuhan tingkat lanjut sudah duluan di bunuh,dan saya sebagai komandan punya satu potion ,dia juga punya".Ujar komandan regu itu.
"Yang lain ada yang terkena pisau juga kan?".Ujar Alfred.
Para prajurit yang terkena pun mengangkat tangan,terdapat lima prajurit termasuk komandan mereka.Alfred pun memberikan potion miliknya agar para prajurit itu bisa di obati.
Sedang kan Ren sembari tadi hanya memerhatikan mereka.
Perasaan tak enak ini sedari tadi tak hilang,apa ada seseorang yang terlepas?
Sihir angin,area search..
Ren pun menggunakan sihir pencarian untuk mengetahui area sekitarnya,apakah ada orang lain atau tidak.Ren pun merasakan ada 1 orang yang mengintai mereka sembari membidik menggunakan sebuah busur.
Swooffttt...!!
Anak panah itu melesat ke arah putri ke-dua Rinzel.Ren yang mengetahui hal itu pun berlari dan mendorong putri itu hingga terjatuh untuk menghindari anak panah.
"Aww..!".Ujar Aria terjatuh.
"Apa yang kau lakukan..!!".Teriak para prajurit.
"Haa..!? aku menyelamatkan nya dari kematian,kalian sebagai penjaganya sungguh tak berguna yah...serangan anak panah seperti itu saja tak bisa kalian ketahui..".Ujar Ren sambil bangun berdiri.
Para prajurit itu pun melihat terdapat anak panah yang hampir mengenai putri,dan hanya bisa terdiam ketika di ejek oleh Ren.
__ADS_1
"Efil apa kau bisa mengejarnya?".Ujar Alfred.
"Bisa,yang mulia!".Efil pun langsung berlari mengejar orang yang tersisa.
Beberapa saat kemudian Efil membawa orang yang menembakan anak panah.Ia pun melemparnya ketanah setelah itu ia diikat kencang ke sebuah pohon.
Namun pada saat itu salah seorang prajurit berlari dan ingin membunuh bandit yang tersisa itu."Efil hentikan dia..!".Ujar Alfred.
"Apa yang kau lakukan!!".Teriak prajurit itu yang di kunci oleh Efil di tanah.
"Seperti nya dia bukalah bandit,tapi pembunuh bayaran".Ujar Alfred setelah melihat bandit yang tersisa.
"Terus kenapa prajurit saya di tahan?".Tanya sang putri.
"Saya curiga kalau dia komplotan dari pembunuh bayaran yang bertugas untuk membunuh putri".Jelas Alfred.
"Saya bukan bagian dari mereka..!!".Sela teriak prajurit yang di tahan
"Dia berusaha membunuhnya dengan cepat seolah-oleh untuk menutup mulut,karena biasanya seorang kesatria akan menginterogasi bukan membunuh".Sambung Alfred.
Putri Aria pun mendekat dan bertanya pada prajurit itu dengan muka yang serius."Apakah kau komplotan dari pembunuh ini?".
"Sumpah demi dewa..! saya tak berkomplot dengan mereka.!".Ujar prajurit itu menjawab.
"Syukurlah,dia bukan komplotan dari pembunuh bayaran".Ujar Aria tersenyum melihat ke arah Alfred dan Ren.
Melihat wajah Alfred dan Ren yang kebingungan Aria pun menjelaskan jika dia adalah seorang inkuisitor kelas satu.Inkuisitor adalah kemampuan yang di berikan oleh dewa,mereka tak dapat di bohongi namun mereka juga tidak bisa berbohong.
"kukuku..aku tak tahu apapun,aku melakukan semua ini hanya demi uang..".Ujar pembunuh bayaran itu.
"Ah sepertinya dia berbicara jujur".Ujar Aria.
"Kalau begitu beritahu kami nama majikan mu".Sambung Aria lanjut bertanya.
"Mana mungkin kuberitahu..".Balas pembunuh bayaran itu.
"Efil bunuh dia..!".Teriak Ren.
Efil pun melakukannya dengan cepat dengan menusuk jantungnya.Semua orang pun terkejut.
"Ke~kenapa? apa terjadi suatu hal?".Ujar Aria dengan heran.
"Ah begitulah..".Ujar Ren.
"Tapi kenapa membunuhnya secara tiba-tiba? padahal prajurit ku tadi di hentikan".Ujar Aria.
"Aku baru sadar,dia menggunakan sihir angin untuk memotong talinya".Balas Ren.
__ADS_1
Terlihat semua tali yang ada di belakang pohon sudah terpotong semua,dan di lengan pembunuh bayaran itu terdapat sebuah jarum yang di lumuri oleh racun,yang apa bila tertusuk akan membunuh orang hanya dalam waktu 5 menit jika tak di tangani.
"Ah,hari ini anda sudah melindungi saya 3 kali saya sungguh berterima kasih".Ujar Aria pada Ren.
"Jadi,selama ini kau punya kemampuan untuk merasakan sihir yang sulit untuk dirasakan yah Ren...dan juga soal anak panah tadi".Ujar Alfred.
"Ahaha...ini bukanlah kemampuan yang hebat kak,lagi pula aku hanya bisa menggunakannya sesekali makanya aku tak bisa selalu merasakan sihir..".Balas Ren berbohong.
"Huft...kenapa kau tak bilang saja,dengan begitu aku bisa membantumu berlatih dan ayah pasti akan membantumu juga..".Ujar Alfred sambil menghela nafas.
"Emang nya ada apa?".Sela Aria.
"Ah,Ren itu punya kebisaan yang suka bermalasan jadi ayahku menyuruhku untuk mengantarkannya ke negeri ini agar dia tak kabur dan pergi untuk bermalas-malasan".Jelas Alfred.
"Salah ayahku sendiri memilihku untuk bertunangan,dia akan menyesalinya saat dapat komplain nanti...".Ujar Ren dengan ketus.
"Sungguh orang yang menarik..!".Ujar Aria dengan tertawa kecil.
"Saya sedang dalam perjalanan ke wilayah duke Fotress tempat paman ku tinggal.Yang mulia Alfred,Yang mulia Ren...maukah kalian tetap bersama kami menuju kesana?".Sambung Aria.
"Baiklah".Balas Alfred.
Selagi Alfred berbincang dengan putri Aria,Ren pergi menuju para mayat prajurit yang tewas dan memberikan masing-masing dari mereka sebuah bunga yang ia beli ketika dalam perjalan tadi.
Namun prajurit yang baru tiba,yakni kesatria dari duke Fotress menatap Ren dengan tatapan yang tajam.
"Kenapa mereka menatapiku begitu...".Gumam Ren pelan sembari memberi bunga.Setelah itu Ren pun kembali ke Alfred,namun para prajurit itu tetap menatapinya.
"Kak..! kenapa para prajurit itu menatapi ku..!?".Ujar Ren sembari menunjuk ke para prajurit.
"Apa yang membuat kalian berfikir boleh mengintimidasi adik ku..!? apakah salah satu dari kalian berfikir jika tindakan kalian termasuk penghinaan terhadap keluarga kerajaan..!".Ujar Alfred dengan sinis.
"Kenapa kalian lakukan itu..? sangat tidak sopan untuk menunjukan niat membunuh pada tamu kerajaan atas...kalian tahu jika kalian punya kewajiban untuk meminta maaf bukan..!?".Sambung Aria.
Para kesatria itu pun terkejut dan nampak wajah mereka yang takut pada Aria."Ka~kami mohon maaf..!".Teriak semua kesatria sembari menundukan kepalanya.
"Kepada siapa?".Ujar Aria.
"Yang mulia Ren,tolong maafkan ketidak sopanan kami..!".Ujar para kesatria.
"Haa..! untuk apa minta maaf kalau tidak sungguh-sungguh..!".Ujar Ren dengan tatapan sinis.
"Ren..? dalam situasi seperti ini,walau kamu tahu,cukup terima saja..!".Ujar Alfred terkejut mendengar jawaban Ren.
......................
...****************...
__ADS_1
......................
To be continue.....