
Setelah sembuhnya nyonya Sasha.
Growl...! Growl..!
"Ah astaga...aku sangat malu..".Ujar Sasha dengan muka memerah,karena suara perutnya.
"Seperti nya nafsu makan nyonya bangkit".Ujar Ren.
"Karena kamu mengatakannya,belakangan ini aku makan sedikit".Ujar Sasha.
Melihat hal itu Grey pun mengajak untuk makan malam dahulu,karena sudah hampir jam makan malam.
"Bagaimana kalau ibu mertua juga ikut makan...anda sudah lama tak menghabiskan waktu dengan putri-putri anda kan? Luna sepertinya kesepian...".Ujar Ren sembari mengulurkan tangannya.
"Luna..?".Gumam Sasha.
"Kamu yakin tak apa?".Ujar Sasha.
"Tentu saja".Jawab Ren dengan yakin.
"Kalau begitu,saya ingin bertemu dengan putri-putri saya!".Ujar Sasha.
"Ya,mari kita makan bersama".Ujar Ren dengan senyuman di wajahnya.
Mereka semua pun pergi ke ruangan makan,disana sudah ada Nene dan Luna yang menunggu.Melihat ibu mereka yang muncul secara spontan Nene dan Luna pun berlari memeluk ibu mereka.
Mereka pun makan bersama pada malam itu.
"Sasha,bagaimana kondisimu?".Ujar Grey bertanya pada istrinya.
"Sangat baik!,mungkin kutukannya sudah sepenuhnya hilang".Balas Sasha.
"Tidak,ibu mertua kutukannya belum sepenuhnya hilang.Karena itu termasuk kutukan yang cukup kuat".Sela Ren.
"Apa ibu belum sembuh..?".Ujar Luna dengan nada sedih.
"Iya,tapi aku akan menyembuhkannya".Balas Ren sambil tersenyum.
Aria yang mendengar hal itu pun spontan berbicara."Wah! tak ada kebohongan dalam kata-kata yang mulia Ren!".Ujar Aria.
"Be~benarkah itu Putri Aria? begitu yah...jadi kutukan pada Sasha bisa di hilangkan...syukurlah".Ujar Grey.
Semua orang yang berada disana pun merasa lega dan gembira atas ucapan Aria yang mengatakan jika Ren tak berbohong.
Untuk mengucapkan rasa terima kasihnya Luna pun memainkan sebuah piano dengan nada yang begitu enak untuk di dengar dan menenangkan.
Setelah selesai makan malam...
"Yang mulia Ren,pelayan yang merawat saya juga terkena kutukan mereka sedang memulihkan diri di ruangan terpisah...bisakah anda menghilangkan kutukan mereka juga?".Ujar Sasha.
"Tentu..".Balas Ren.
"Sasha..! aku tahu perasaan mu,tapi kamu tidak bisa meminta begitu!".Sela Grey.
"Saya bisa memeriksa mereka ketika luang...".Ujar Ren dengan heran dengan ucapan Grey barusan.
"Bukan begitu...mereka adalah pelayan yang kami beli dari pedagang budak..".Ujar Grey.
Begitu yah...kalau tak salah ada aturan yang bilang jika keluarga duke membiarkan seorang bangsawan memeriksa seorang budak,maka itu bisa mencoreng nama keluarga Duke.
Ah..omong kosong,aku akan tetap memeriksa mereka!
"Karena kita semua bisa terkena kutukannya,lebih baik jika kita periksa semuanya kan?".Ujar Ren.
"Terima kasih atas kebijaksanaannya yang mulia Ren!".Ujar Sasha.
"Ibunda mertua,tolong panggil saya dengan Ren saja.Lagi pula saya akan menjadi menantu keluarga ini".Ujar Ren.
Pada saat itu Aria pun menatap Ren dengan heran,karena sikap dan ucapannya berbeda saat berada di dalam kereta kuda.
"Ren,apa kau bisa mengetahui seseorang terkena kutukan hanya dengan melihatnya?".Ujar Alfred.
"Ya,bisa di bilang jika aku punya penilaian atau bisa melihat aura kutukan dari orang-orang".Balas Ren.
"Kau punya kemampuan seperti itu! kau lebih hebat dari pada diriku,ayah telah membuat keputusan yang bodoh!".Ujar Alfred dengan sedikit kesal.
"Kak,kau terlalu berlebihan".Ujar Ren.
Kemudian Ren pun memeriksa semua orang yang berada di ruang makan,setelah pemeriksaan tak ada yang terkena kutukan kecuali Duke Grey.
"Apa! aku terkena?".Ujar Grey kaget.
"Ya,orang yang punya fisik kuat memang tak terlalu merasakan dampaknya jika kutukan itu masih kecil,karena energi sihir di dalam tubuh mereka melawan kutukan itu".Jelas Ren.
Kemudian Ren pun pergi ke sebuah ruangan dengan Duke Grey untuk menghilangkan kutukannya,setelah itu Ren pun menghilangkan semua kutukan pada pelayan yang terkena.
__ADS_1
Setelah selesai hanya tersisa 2 orang yang memiliki kutukan yakni nyonya Sasha dan 1 pelayan.Karena kutukan mereka sudah besar jadi tak bisa di tarik sekaligus.Hal itu dapat mengancam nyawa si pemilik kutukan.
Ren pun masuk ke kolam air panas yang ada di rumah Duke untuk beristirahat sekaligus mandi.Disana sudah ada Alfred yang berendam,tak lama setelah Ren masuk Alfred pun berdiri.
"Eh,kak? apa kau sudah selesai?".Ujar Ren.
"Ya,aku harus menulis laporan dan mengirimnya pada ayah jika kita sudah sampai".Balas Alfred,kemudian ia pun keluar dari ruangan.
Ren pun berendam sembari menenangkan pikirannya.Kemudian ia pun tersadar jika perbuatannya selama ini malah membuat keluarga Duke menjadi sangat dekat dengan Ren.
Ah...sial!
Kenapa aku melakukan hal seperti ini,haha...sepertinya rencana ku untuk membatalkan pertunangan ini akan gagal...
"Huufft...".Ren pun menghela nafas panjang.
"Yah,aku menepati janjiku pada Gin...membuat orang tersenyum dan melindungi senyuman mereka bukanlah hal buruk juga kan...".Gumam Ren.
"Nona muda Luna!".Teriak seorang pelayan.
"Kak Ren, aku juga mau ikut!".Teriak Luna yang masuk ke ruangan.
Eh...Luna!
"Yang mulia Ren,saya mohon maaf.Saya sudah bilang pada nona jika tidak boleh..".Ujar pelayan pribadi Luna.
"Tak masalah..".Ujar Ren.
"Kak Ren,apa Luna tak boleh mandi bersama kakak?".Ujar Luna.
"Boleh,ayo sini..".Balas Ren sambil tersenyum.
"Yay..!".Ujar Luna dengan gembira.
"Tapi...membuat Yang mulia melakukan hal itu...".Ujar pelayan itu tak enak.
"Tak apa,Luna seumuran dengan adik saya...dan juga dia sering mandi bersama ku.Saya juga membasuh rambutnya jadi tak masalah".Ujar Ren.
"Kalau begitu tolong jaga nona muda..".Ujar pelayan itu sambil menunduk dan pergi keluar ruangan.
Tak lama kemudian Ren pun selesai mandi dan keluar dari ruangan bersama Luna.Di depan pintu ruangan pelayan pribadi Luna sudah menunggu dan memberi tahu sebuah pesan dari Duke kepada Ren.
"Terima kasih banyak yang mulia Ren,dan juga saya ingin menyampaikan pesan dari Duke".Ujar pelayan pribadi Luna.
...----------------...
"Maaf karena Luna merepotkan mu...".Ujar Grey.
"Ren terbiasa mandi dengan adik kami Helen".Ujar Alfred.
"Saya juga senang jadi tak perlu minta maaf".Ujar Ren.
"Saya memanggil Ren kesini karena untuk mendiskusikan soal pelayan pribadi Ren saat di akademi".Ujar Grey.
"Jadi ini tentang pelayan pribadi?".Ujar Ren sembari meminum teh.
"Yah,karena mendadak saya belum menyiapkan calonnya,dan orang terbaik yang seumuran dengan mu sudah masuk ke akademi semua tahun ini".Ujar Grey.
"Aku tak perlu pelayan pribadi..".Balas Ren.
"Tidak bisa begitu..".Ujar Grey.
"Ouh,jadi kau mau memasang bell pada diriku?".Ujar Ren dengan sinis.
"Ren!!".Sela Alfred.
"Oh...itu tak sepenuhnya salah,rumor tentang mu sudah menyebar luas.Jadi saya harus menempatkan seseorang menjadi penghenti".Ujar Grey.
"Duke Grey,saya mohon carikan pelayan pribadi untuk Ren.Saya juga merasa kawatir".Ujar Alfred.
"Kak,sudah kubilang aku tak butuh pelayang pri--".Ujar Ren dengan ketus.
"Mohon maaf jika saya menyela percakapan kalian!".Potong pelayan yang menyedihkan teh tadi.
Semua orang pun diam dan melihat kearah pelayan itu.
"Tolong jadikan saya sebagai pelayan pribadinya yang mulia Ren!".Ujar Hana si pelayan.
"Jadi kamu mau menjadi selir dari Ren?".Ujar Grey.
"Maaf?".Ujar Hana heran
"Kau tau kan,Ren itu adalah menantu angkat di keluarga Duke ini.Jika dia punya pelayan pribadi lawan jenis,maka orang-orang akan melihat pelayan itu sebagai calon selirnya".Jelas Grey.
"Oy!! tolong jangan membicarakan hal ini tanpa melibatkan ku!!".Teriak Ren dengan ketus.
__ADS_1
"Saya mohon maaf yang mulia Ren,perkenalkan nama saya Hana D. Jael saya putri tetua dari count Jael".Ujar Hana memperkenalkan dirinya.
"Saya kira dia berpikir menjadi istri kedua saya itu sedikit mustahil,jadi dia mengganti targetnya menjadi selir dari menantu angkat saya".Ujar Grey.
"A~Anda salah paham!".Ujar Hana.
"Sa~Saya berharap dapat belajar pengetahuan dari yang mulia Ren walaupun sedikit soal sihir suci dan elemen cahaya,saya bahkan tidak sadar soal lawan jenis dan sebagainya".Sambung Hana dengan muka memerah.
Seorang pelayan pribadi hanya akan membuatku tak bisa bermalas-malasan di akademi...
"Jika ada wanita secantik dirimu di dekat ku,akan kulecehkan".Ujar Ren mengancam Hana.
"Sudah malam juga,kita lanjutkan lain waktu".Ujar Grey.
Mereka pun bubar dan keluar dari ruangan.Di kamar Ren,ia kesulitan tidur.Tiba-tiba ada seseorang yang mengetok pintu kamarnya.Pintu pun terbuka Seca perlahan.
"Kak Ren,apa kau sudah tidur?".Ujar Luna.
"Luna?".Ujar Ren.
"Luna tidur sendirian,jadi Luna merasa sedikit kesepian..."Ujar Luna sembari mendekat pada Ren.
"Begitu yah,mau tidur bersama? ayo sini...".Ujar Ren sembari menepuk-nepuk kasur.
"Baik!!".Luna pun langsung berlari kecik menghampiri Ren.
Mereka pun tidur bersama pada malam itu.Keesokan paginya Putri Aria dan pelayannya pun pergi menuju ke ibu kota.Lalu pada siang harinya Ren pun menuju ke ruangan Duke untuk melanjutkan diskusi semalam.
"Saudara ku menyuruh menempatkan pelayan pribadi padamu tapi belum ditemukan juga orangnya".Ujar Grey.
"Kalau begitu,siapapun boleh...".Ujar Ren yang sudah pasrah.
Tok..Tok..Tok..!
Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu,terlihat Hana yang memasuki ruangan itu.
"Terkait dengan pelayan pribadi apakah saya tidak cukup!...saya ingin menjadi murid dari yang mulia Ren".Ujar Hana.
"Kamu bilang ingin menjadi murid ku,walaupun aku bilang akan melecehkanmu? dengan kehendakmu sendiri?".Ujar Ren.
"Ini keinginan saya sendiri!!".Teriak Hana dengan muka memerah.
"Saya pernah masuk sekolah para kesatria selama 3 tahun,dan saya tak pernah absen dari peringkat 5 besar.Saya juga percaya diri dengan kemampuan memasak saya,tolong pilih saya sebagai pelayan pribadi".Ujar Hana.
Haa...!
Huft...aku kehabisan kata-kata...
Ren pun berdiri dari kursinya.
"Duke Grey,tolong jadikan dia sebagai pelayan pribadi saya".Ujar Ren.
"Hmmm....".Grey menghela nafas pendek.
"Duke Grey,Maria punya androphobia kan? kenapa anda memerintahkannya untuk menikah?".Ujar Ren bertanya.
"Sebenarnya,teman baik ku sang raja lah secara sepihak yang memutuskan nya.Saya tak punya pewaris dan terlalu buru-buru karena istri saya terkena kutukan.Pada saat itu beliau memberi tahu jika dia menemukan seorang menantu angkat untuk saya".Jelas Grey.
"Tetapi menantu itu adalah pangeran tak berguna dari negara tetangga".Ujar Ren.
"Kalau kamu seperti yang dirumorkan,aku berniat untuk mengusirmu.Namun Luna menempel padamu dengan begitu mudahnya,anak itu punya kemampuan untuk mendeteksi niat jahat seseorang.Saya lebih percaya pada Luna dari pada sebuah rumor".Jelas Grey.
"Kesampingkan hal itu,Ren...kau tau tugas mu bukan?".Ujar Grey.
"Menghasilkan pewaris untuk keluarga ini bukan?".Ujar Ren dengan enteng.
"Yah,namun sang raja ingin lebih dari itu.Hanya sedikit orang yang mempunyai sihir cahaya dan atribut suci,namun kau memilikinya bukan?.Jadi sang raja ingin setidaknya 10 anak dari mu,kalau memungkinkan Luna dan Nene juga akan menjadi istrimu".Ujar Grey.
Haaa..!!??
Aku benar-benar menjadi seorang penghasil benih untuk keluarga ini!!?
"Karena Hana memiliki atribut suci dan sihir cahaya,sang raja pun setuju untuk membiarkannya menjadi pelayan mu dengan syarat dia akan menjadi istrimu".Ujar Grey.
"Oy..! kalau begitu syaratnya harus punya anak kan!!".Teriak Ren yang tak terima.
"Dibandingkan menikahi orang asing 2 tahun lagi,aku lebih sudi menikahi pria terhormat seperti yang mulia Ren".Ujar Hana.
Haha...haha..haa...
Huft...sudah lah aku tak tau mau bilang apa lagi...
......................
...****************...
__ADS_1
......................
To be continue....