
"Hahaha...tak kusangka kau punya serangan seperti itu...yah walaupun gak kena sih..".Ucap Erin dengan sombong ketika menghindari serangan Ren dan melayang di udara.
"Bodoh nya..".Ucap Ren pelan.
Slaasshh...!!!
Ren pun membelah tubuh Erin menjadi 2.
"Fufu...apa kau tidak bisa menebas dengan benar..?".Ucap Erin sambil tertawa kecil.
Tubuh nya pun berubah menjadi serpihan hitam kecil dan menyerang ke arah Ren.Tanpa di sadari Ren pun terjebak di dalam sebuah ruangan yang penuh dengan warna hitam.
"Ini..? ilusi bayangan yah..".Gumam Ren di ruangan itu.
"Benar kau berada di dalam perangkap ku...bagaimana rasanya yak mengetahui keberadaan musuhmu?".Ucap Erin dengan sombong.
Aku tak bisa melihat dan mendengar apapun...
Begitu yah,jadi dia bisa melakukan hal licik seperti ini...pantas saja pasukan Asylum habis tak tersisa...
Ngomong-ngomong kekuatannya adalah bayangan kan...namun ini tak sebanding dengan ku...
"Apakah berhasil..?".Ucap prajurit musuh yang melihat Ren hanya diam berdiri dengan mata tertutup.
"Dia berada didalam perangkap ku ,setelah itu terserah kalian mau di apakan".Ucap Erin dengan begitu percaya diri.
Kemudian salah satu prajurit turun dari kudanya.
"Baiklah,kalau begitu aku akan melakukannya...jangan di sentuh yah".Ucap prajurit itu.
"Demi kematian para prajurit kita..!!!".Teriak orang itu sembari melancarkan serangan pada Ren.
Ketika pedang nya menyentuh pakaian Ren hanya sedikit saja,tiba-tiba Ren bergerak begitu cepat dan menebas leher prajurit itu.Hal itu membuat orang yang melihatnya terkejut.
"Kau..!!!".Teriak prajurit yang lain dan maju menyerang ke arah Ren secara bersamaan.Namun Ren dapat menyerang balik mereka dan menebas semuanya.
Erin yang melihat hal itu menjadi heran dan kebingungan.
__ADS_1
"Ke~kenapa...kenapa dia bisa menyerang?".Gumam Erin dengan heran melihat hal itu.
"A~Apa perangkap ku tidak berhasil..?".Erin pun memdecakkan lidahnya dan bergerak cepat menyerang ke arah Ren.
Slaahhh...!!!
"Sepertinya aku gagal membunuhmu...Erin..".Ucap Ren yang berhasil menghindari serang Erin dan memberikan goresan di pipinya.
"Kenapa..!! seharusnya kau sudah terperangkap..!!".Teriak kesal Erin.
"Kau ngapain berteriak..? telinga ku sampai sakit nih,sayangnya aku tak tahu apa yang kau katakan..".Ucap Ren.
"Pertama dari mata dan telinga,seharusnya aku tak merasakan genggaman pedangku..".Sambung Ren.
"Di~Dia..! teknik ku tidak di patahkan,sekarang pun dia masih di dalam ilusi ku.Dia tak dapat menggunakan mata dan telinganya,dia mempertajam indra nya yang tersisa dan menyerang balik ketika di serang..!? sebelum pedang menyentuhnya dan sesudah pedang menyentuhnya dia membaca pergerakan lawan dan melakukan reflek serangan balik..!!".Gumam Erin dalam batinnya.
Erin terus-menerus mengarang Ren tetapi serangannya selalu di tangkis dan di serang balik oleh Ren.
Slaassshhh...!!!
"Arrrgghhh...!!!".teriak Erin kesakitan ketika lengan kanannya tertebas oleh Ren.
"Kau...sudah tahu dari awal..!?".Balas Erin sambil memegang tangan kanannya yang terluka cukup dalam.
"Ya,aku tau seorang pengguna ilusi bayangan,aku selalu bermimpi kalah melawannya.Orang itu ya...berapa lama pun aku menggunakan tipuan ilusi padanya ia akan terus menunjukan muka yang tenang.Itu yang kau maksud? pahlawan..?".Ujar Ren dengan muka yang tersenyum.
Melihat situasinya sudah berbalik dan terpojok,Erin pun memikirkan untuk membuat sebuah perjanjian dengan Ren.
"T~tunggu sebentar...bagaimana jika kita membuat sebuah perjanjian..?,aku tak akan menyerang kalian lagi dan aku juga tak akan terlibat dalam perang ini lagi...aku akan melayani Silford seperti ini,mempunya seorang pahlawan akan membuat kerajaan kalian di takuti bukan..?,ah benar juga...pangeran seperti anda bisa menggunakanku semaunya jadi...".Ucap Erin panjang lebar.
"Apa kau bercanda...!?".Balas Ren dengan kesal,ia pun mengeluarkan begitu banyak tombak kegelapan mengelilingi medan perang itu.
"Aku tak tahu kau salah paham tentang apa,tapi saat 2 orang saling mengarahkan sebuah senjata tak akan selesai sampai salah satu dari mereka mati...lagi pula tak ada jaminan jika kau tak berbohong atau pun menyerang,dari awal aku tak berniat melarikan diri dan hanya ada satu cara agar kau dapat bertahan hidup..!".Ujar Ren dengan tersenyum.
Mendengar hal itu Erin pun tertegun diam,dan secara bersamaan ia merasakan rasa takut.
"Kenapa? itu hal yang mudah...umunkanlah ke seluruh dunia,kalian boleh membunuh ku sang Pangerang ke-4 Silford yang pemalas!!".Ucap Ren sambil membuka kedua matanya,karena sihir ilusi itu sudah hilang.
__ADS_1
"Apa? mudah bukan?".Sambung Ren dengan tersenyum sinis.
Mendengar hal itu Erin pun menjadi terbawa emosi.
"Siaallaaannn!!!! diam kau bocah sialan..!! jika kau berbicara lagi aku akan membunuh ku dengan kekuatan ku.!!! matilah dengan penyesalan..!! putus asa lah dan mati..!! tenggelam lah dalam kesedihan dan matilah..!! ingat lah itu..!!! PHANTOM..!!!".Teriak Erin dengan begitu kesal dan menggunakan skill phantom.
Ren pun melihat sekitar untuk mencari Erin.
"Aku sudah keluar dari perangkapnya,dia menghilang kemana...bayangan ku tak ada yang bereaksi,seharusnya ia masih berada di dekat sini..".Gumam Ren melihat sekitaran.
Tiba-tiba Ren merasakan kehadiran seseorang berada di belakangnya,tanpa basa basi Ren pun berbalik dan menyerangnya.Namun ketika sabit nya hampir mengenai orang itu,Ren menghentikan serangannya setelah melihat sosoknya.
"Ah,hari ini kau hidup dengan sehat juga...".Ucap sosok itu.
"K~ketua..?".Gumam Ren ketika melihat sosok itu.
Sosok itu adalah ketua dari kelompok Ren ketika di kehidupannya yang dulu.Pria yang begitu baik sekaligus orang yang melatih Ren.
"Ke~ketua..!!! a...aku ingin bertemu dengan mu..ketua,dan semuanya...aku ingin...sejak saat itu...aku ingin bertemu kalian lagi.Ke..tua...aku...".Ucap Ren sembari menempelkan kepalanya di dada sosok itu.
"Kena kau..!!".Gumam Erin dalam hati.
Phantom yang di gunakan oleh Erin adalah sebuah skill ilusi yang membuat dirinya berubah menjadi sosok yang sangat ingin di temui oleh lawan.Walaupun durasi skill nya pendek,tetapi skill ini akan mengenai jiwa musuh.Walau pun orang yang ingin di temui oleh lawan sudah meninggal sekalipun lawan tak akan curiga sama sekali.
"Ouh,sampai memelukku seperti ini ternyata kau juga punya sisi yang imut yah...meski ini membuatku jengkel.Kali ini tenggelam lah dalam ilusi ku dan mati..!!"Gumam Erin dalam hati nya sembari mengangkat pedangnya.
Orang-orang yang melihat kejadian itu dari gerbang pun berteriak seolah-olah ingin menyadarkan Ren.
"Yang mulia..!!!".Teriak Efil dari gerbang.
Ren yang masih memeluk sosok itu pun berbicara secara perlahan.
"Ketua...kali ini juga,aku akan...membunuh mu!".
......................
...****************...
__ADS_1
......................
To be continue....