Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat

Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat
Chapter 14 : Asrama


__ADS_3

Di pagi hari yang cerah semua orang berkumpul di gerbang mansion untuk mengantarkan kepergian Ren menuju ke ibu kota.


"Aku serahkan Maria padamu".Ujar Grey.


"Ya..aku akan coba tunggu dan pantau kondisi androphobianya dulu".Ujar Ren.


"Terima kasih".Ujar Grey sembari menundukkan kepalanya.


"Setelah selesai mendaftar aku akan kembali pada hari minggu untuk mengangkat kutukan ibunda dan pelayan yang terkena,dan setelah itu aku resmi masuk ke akademi".Ujar Ren.


"Maaf tentang itu...".Ujar Grey.


Aku akan benar-benar mengangkat kutukan pada ibu mertua!


Tetapi aku menolak untuk menjadi penghasil benih untuk keluarga ini!


Ren pun masuk kedalam kereta diikuti oleh Hana dan kereta pun berjalan.


"Kak Ren! tolong segera kembali!".Teriak Luna sembari melambaikan tangannya.


Selama 3 tahun di akademi aku harus mengubah semuanya!


...----------------...


Mereka pun sampai di ibu kota pada siang hari.


"Kak apa yang akan kau lakukan sekarang?".Tanya Ren pada Alfred.


"Sang raja akan kembali ke ibukota dari wilayah marquis besok jadi aku akan bermalam di kastil.Dan besoknya aku akan menghadap ke raja,setelah itu aku akan pulang ke negeri kita bersama dengan Efil".Ujar Alfred.


"Jadi ini adalah perpisahan kita".sambung alfred.


"Begitu yah...".Ucap Ren pelan.


"Yak perlu sedih,kita masih bisa bertemu lagi nanti".Ujar Alfred sembari mengelus rambut Ren.


"Yang mulia Ren,tolong jaga diri anda baik-baik...dan tolong jangan melakukan hal yang tidak-tidak!".Ujar Efil.


"Ya..ya..kau tak perlu kawatir".Balas Ren.


Mereka pun berpisah.Ren dan Hana pun berjalan-jalan di ibu kota sembari melihat-lihat dan membeli beberapa keperluan untuk di asrama.


"Hana,apa yang akan kita lakukan?".Ujar Ren.


"Kita akan membeli perabotan untuk di asrama,jika kita lurus kedepan kita akan menemukan toko perabotan yang bagus".Balas Hana.


Ren pun melihat-lihat perabotan yang ada di toko itu hingga ia menemukan sebuah kasur yang begitu empuk.


"Aku akan beli yang ini!".Ujar Ren dengan begitu yakin.


"Yang mulia! kasur sebesar itu tak akan muat di ruangan kamar asrama!".Ujar Hana.


"Oy Hana jangan panggil aku dengan yang mulia disini.!".Ujar Ren berbisik.

__ADS_1


"Ah,maaf saya akan panggil anda Tuan Ren saja kalau begitu".Balas Hana pelan.


...----------------...


Tak lama kemudian mereka pun sampai di asrama,tempat Ren tinggal berada di lantai 4.


"Huft...kenapa harus di lantai 4,cukup melelahkan untuk naik turun tangga kesini".Gumam Ren.


"Lantai 4 diperuntukan untuk keluarga Duke keatas untuk alasan keamanan,terlebih lagi punya ruangan di lantai 4 membuat anda bisa melihat pemandangan yang ada di ibu kota dengan seksama".Ujar Hana.


Kemudian Ren pun tidur di sofa yang ada di ruang tamu,ia juga menyuruh Hana untuk beristirahat di kamar miliknya.Hana pun menaruh sebuah bell di atas meja dan bilang jika Ren perlu sesuatu bunyikan saja bell itu.


Pada malam hari Hana pun menyiapkan makan malam untuk Ren.


"Tuan Ren,makanan anda sudah siap.Saya harap ini sesuai dengan selera anda".Ujar Hana dengan tersenyum.


Semuanya terlihat enak!


"Dimana makanan bagianmu Hana?".Ujar Ren.


"Pelayan makan setelah tuan mereka selesai".Balas Hana.


"Huft...kau tak perlu melakukan hal itu jika dengan ku,mulai sekarang makanlah bersama ku jika kita hanya berdua atau bersama kerabat".Ujar Ren.


"Terima kasih atas kebijaksanaan anda!".Ujar Hana sembari menundukkan kepalanya.


Setelah selesai makan Hana pun menyeduhkan teh untuk Ren dan dirinya.


"Apakah seharusnya menantu angkat yang seorang pangeran mendatangi tunangannya yang seorang anak Duke? bukannya sepantasnya dia yang datang kemari menemui ku".Balas Ren.


"Ah...Mohon maaf!! berdasarkan sopan santun,seharusnya nona Maria lah yang mendatangi anda".Ujar Hana dengan spontan ketika mendengar balasan Ren.


"Aku tak mengharapkan dia datang,karena androphobianya.Beritahu saja pelayannya jika kita telah sampai dan aku akan menemuinya di kelas lusa nanti,tak perlu bersikap formal".Ujar Ren.


Hana pun tercengan karena Ren sangat berbeda dengan rumor yang selama ini ia dengar.


"Besok aku ingin pergi jalan-jalan di kota".Ujar Ren.


"Ya,tak masalah akan saya temani".Balas Hana.


"Aku ingin pergi sendirian".Ujar Ren.


"Maaf,tapi Duke menyuruh saya untuk mengawasi yang mulia dari dekat untuk beberapa hari,jika yang mulia Ren kabur saya yang akan terkena masalah".Balas Hana.


Apa-apaan ini?


Ya sudahlah...


"Kalau begitu baiklah,namun aku punya 3 syarat!".Ujar Ren sembari mengangkat 3 jarinya.


"Pertama,di hari libur aku tak ingin di ganggu.Kedua,setelah makan siang jika aku tidur jangan bangunkan aku sebelum jam 4 sore.Ketiga,kau tak boleh mengumbar soal kemampuan ku!".Ujar Ren.


Hana pun menelan ludahnya dan mengangguk."Kalau begitu apa yang ingin anda lakukan di pagi hari?".Ujar Hana.

__ADS_1


"Pagi aku tak ingin melakukan apapun".Balas Ren singkat.


...----------------...


Di dalam kamar mandi Ren sedang berendam di dalam bak dengan air panas.


"Ah...syukurlah di ruangan ini punya kamar mandi dan air panas...aku bisa berendam dengan tenang setiap hari..".Guman Ren.


Setelah selesai Ren pun keluar dari kamar mandi dan memanggil Hana yang sudah duduk di kursi.


"Hana,aku sudah selesai.Mandilah sebelum airnya dingin".Ujar Ren.


"Baik!!".Ujar Hana dengan muka memerah dan langsung berlari masuk ke kamar mandi.Hana mandi dengan begitu terburu-buru karena ia takut jika Ren akan mengintipnya.


Ren pun mengambil minuman dan duduk santai di sofa.Tak lama kemudian Hana pun keluar dari kamar mandi.


"Sudah selesai? cepat sekali,jika kau mau berendam lama-lama juga tak masalah".Ujar Ren.


"Tidak apa-apa,terima kasih karena anda telah menghangatkan airnya".Balas Hana.


"Um...kenapa anda tidak mengintip!!".Teriak Hana dengan muka memerah.


"Eh".Ren pun heran dengan ucapan Hana barusan.


"Apakah saya kurang menarik? atau bukan tipe anda?...saya sangat gugup anda akan mengintip saya atau anda akan membiarkan saya dan secara tiba-tiba menjadikan saya simpanan anda".Gelagap Hana dengan muka yang sangat merah.


"Huufft...Hana apa kau menyukai ku? aku tak akan melakukan hal itu jika tidak.Dan soal rumor itu mungkin karena dulu aku pernah bermain kejar-kejaran dengan adik ku.Pada saat itu aku secara tak sengaja masuk ke ruangan ganti para pelayan".Ujar Ren.


"Saya kira anda tidak akan peduli selama gadisnya cantik".Ujar Hana pelan.


"Mana mungkin!!".Balas Ren dengan ketus.


"Dan Hana! jangan perlakukan tubuhmu seperti barang murah!!".Ujar Ren sembari menunjuk Hana.


"Tu... tubuh saya bukan barang murah!!! banyak sekali pria yang melamar saya dan semuanya saya tolak! jadi tubuh saya ini mahal..!!".Balas Hana dengan berteriak.


"Yah...ya,pokoknya kau tak perlu kawatir di lecehkan,aku tak akan melakukannya kecuali suka sama suka".Ujar Ren.


"Sungguh mengejutkan,hari ini rasa kasih saya pada pangeran Ren meningkat drastis.Namun saya masih belum siap untuk Yang mulia tiduri jadi harap anda bersabar".Ujar Hana.


"Sudah ku bilang kan...aku tak akan menyentuh mu".Balas Ren.


"Tidak! saya tak ingin ketika saya menyatakan perasaan saya tapi anda tak ingin menyentuh saya".Ujar Hana.


Perempuan ini benar-benar menyebalkan...


......................


...****************...


......................


To be continue....

__ADS_1


__ADS_2