Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat

Pangeran Tak Berguna Yang Terkuat
Chapter 19 : Petualang


__ADS_3

Di sebuah taman di kediaman Duke Fotress,Ren sedang duduk berdua dengan Efil.


"Hei,Efil...apa aku bisa berhenti sekolah?".Ujar Ren.


"Tidak,anda harus tetap sekolah".Balas Efil.


"Haaa...kau tau bukan soal kekuatanku,jika sekolah hanya untuk melatih kekuatan sihir seseorang,maka itu tak ada gunanya bagiku".Ujar Ren.


"Memang benar,tapi yang mulia harus tetap sekolah.Karena itu salah satu kewajiban bangsawan agar mereka memiliki bekal ilmu untuk masa depan".Ujar Efil.


"Tch...merepotkan,kalau begitu waktu ku untuk berlatih akan sedikit bukan? pergi kesekolah jam 8 pagi dan pulangnya jam 3 sore".Ujar Ren.


"Kalau begitu saya akan bangunkan anda jam 5 pagi agar kita bisa latihan di pagi hari dan jam 4 sore kita akan latihan lagi".ujar Efil.


"Ugghh...jam 5 itu bukannya kebagian yah...".


"Tidak,semua kesatria di kerajaan Silford selalu bangun dan bersiap untuk latihan di jam itu".Ujar Efil.


Ren pun menghela nafasnya dan menatap langit.Saat itu ia memikirkan rencana kedepannya.


"Hei,Efil aku akan mendaftar sebagai petualang.Tak masalah kan walau masih sekolah?".Ujar Ren.


"Iya,itu tak masalah yang mulia".Balas Efil.


"Kalau begitu,besok kita akan kesana".Ujar Ren.


...----------------...


Keesokan hari nya,di pagi hari Ren dan Efil sedang berlatih tanding di lapangan latihan para kesatria Duke Fotress.


"Kau tak perlu menahan dirimu Efil! kerahkan semua kemampuan mu!".Ujar Ren.


"Tapi,yang mulia baru saja sadarkan diri kemarin..".Balas Efil.


"Tak masalah,tubuh ku sudah membaik".Ujar Ren.


Pertarungan pun berlangsung dan di tonton oleh para kesatria yang berada di sekitar sana.Pergerakan dari Ren dan Efil begitu cepat hingga para kesatria kesulitan untuk melihatnya.


"A~Apa benar dia pangeran sampah dari kerajaan Silford...".Gumam kesatria yang melihat pertarungan itu.


"Gerakannya sangat cepat,bukan hanya itu pelayan elf itu juga sama hebatnya".Ujar kesatria lain.


Setelah Ren selesai latihan dengan Efil seketika semua kesatria mendekat padanya sembari menundukkan kepalanya.


"Eh? apa yang kalian lakukan?".Tanya Ren heran.


"Kami semua minta maaf! kami terlalu percaya pada rumor dan malah memandang yang mulia dengan rendah!".Ujar para kesatria.


"Sudahlah aku tak memikirkannya".Balas Ren.


...Hmmm...kekuatan yang lain kecuali Blizzard masih perlu penyesuaian.Mungkin yang tercepat antara 5 lainnya adalah Viper karena aku sudah sering menggunakannya....

__ADS_1


"Para kesatria aku ingin kalian ikut ke latihan ku...aku akan melawan kalian seorang diri".Ujar Ren.


"Eh? apa yang mulia katakan?".Ujar kesatria itu dengan heran.


"Yah,sesuai dengan yang kukatakan aku akan melawan kalian semua 1 vs 30".Ujar Ren.


"Hmm...bukannya itu sangat-".Ujar kesatria.


"Apa? atau mungkin kesatria dari Duke Fotress adalah seorang penakut yang lemah? bahkan tak berani melawan seorang bocah sepertiku?".Ujar Ren dengan tersenyum sombong.


"Apa kau serius yang mulia!?".Balas Kesatria itu.


"Yah,aku akan meladeni kalian semua.Tak perlu menahan diri".Ujar Ren sambil mengarahkan pedangnya.


"Baiklah...jangan menyesalinya.Semuanya ayo tunjukan pada pangeran Ren jika kita bukanlah kesatria yang penakut dan lemah!".Teriak kesatria itu.


Mereka pun mengambil posisi masing-masing,di lapangan sebelah kiri ada Ren yang berdiri seorang diri dan sebaliknya di bagian kanan lapangan ada 30 orang kesatria.


...Aku tak akan menggunakan kekuatan dari monster sihir yang ada di tubuhku.Aku akan menggunakan kemampuan fisik ku sendiri....


"Pertarungan dimulai!".Ujar Efil yang menjadi wasit.


Saat aba-aba pertarungan di mulai,Ren dengan cepat bergerak kedepan menerjang para kesatria.


Tak lama kemudian datang Duke Grey dan yang lainnya kesana.Mereka kaget sekaligus kagum melihat perrungan itu.


"A~apa yang terjadi disini..?".Ujar Grey bertanya pada Efil.


"Ini,Yang mulia ingin berlatih dan bertanding dengan para kesatria".Jelas Efil.


"Yah,tapi yang mulia tak akan kalah!".Balas Efil.


"Hebat! Ren onii-chan seperti sedang menari".Ujar Luna.


"Iya...".Sambung Nene.


Di pertandingan itu Ren bergerak dengan sangat pelan namun tak bisa di sentuh oleh para kesatria.Setiap gerakan yang di lakukan Ren punya perhitungan untuk menghindar serangan serta kembalikan serangan tersebut.


"Jika dia sehebat itu,kenapa ada rumor tentang dia adalah sampah?".Tanya Grey heran.


"Soal itu...karena Yang Mulia Ren menyembunyikan kekuatannya,dan akhir-akhir ini lah dia mau menunjukkan kekuatannya pada orang".Jelas Efil.


"Begitu yah...".Gumam Grey sambil memegang dagunya.


Ting...Sing...Ting..!


Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan Ren.


"Huft..huh...huh...ini cukup melelahkan...".Gumam Ren dengan nafas terengah-engah.


"Aku tak percaya kita kalah melawan 1 orang...".Gumam kesatria.

__ADS_1


...----------------...


Setelah makan siang Ren berpamitan dengan keluarga duke fotress setelah mengangkat kutukan yang ada pada Sasha dan pelayannya.Ren pergi menuju kembali ke ibu kota ditemani oleh Efil dan Hana.


Namun saat sampai di ibu kota,mereka tidak langsung menuju ke asrama namun pergi ke sebuah bangunan yang di sebut guild petualang.Ren hendak mendaftarkan dirinya sebagai petualang guna untuk meningkatkan kekuatannya.


1 bulan bagi para makhluk sihir itu hanya perkiraan,untuk menyesuaikan nya bisa saja lebih dari 1 bulan.Karena hal itu Ren perlu untuk meningkatkan kekuatannya agar bisa melawan musuh yang kuat selagi makhluk sihir menyesuaikan kekuatannya.


"Oh jadi ini guild petualang!".Ujar Ren saat sampai di depan bangunan.


"Yah,ini adalah guild petualang yang ada di ibu kota".Ujar Hana.


...Disini adalah tempat orang-orang kuat berkumpul......


Ren,Hana dan Efil pun memasuki guild petualang.Di sana mereka dilihat oleh para petualang yang ada di dalam guild.Ren pun mengabaikannya dan langsung menuju ke meja pendaftaran.


"Permisi..".Ujar Ren.


"Ya? ada yang bisa ku bantu?".Ujar Resepsionis guild.


"Aku ingin mendaftar sebagai petualang".Ujar Ren.


Namun secara tiba-tiba ada seorang pria yang menyela pembicaraan Ren dengan resepsionis.


"Oy! bocah,ini bukanlah tempat untuk main-main".Ujar pria itu.


Ren pun mengabaikannya dan mengisi formulir pendaftaran dengan santai.Pria itu pun merasa emosi karena di abaikan dan hendak memegang pundak Ren.


Swoofttt...!!


"Jika kau berani menyentuhnya walau hanya sehelai rambut saja kau akan tahu akibatnya!".Ujar Efil mengarahkan pedangnya ke leher pria itu dengan aura membunuh yang kuat.


Pria itu serontak hanya bisa diam membeku,dan secara perlahan mundur dengan wajah yang ketakutan.


"Hentikan itu Efil!...bukankah kau terlalu berlebihan?".Ujar Ren.


"Dia tadi barusan mau menyerang yang mu-".Efil pun sontak menutup mulutnya.


"Huft...ano,paman aku minta maaf atas kekasaran teman ku".Ujar Ren sembari menundukkan kepalanya.


"Uh...um...yah tak usah di pikirkan...".Balas pria itu.


"Seperti yang paman liat,kami bertiga cukup kuat.Jadi tak perlu kawatir,kalau begitu kami pamit dulu".Ujar Ren.


"Y~ya...".Balas Pria


Setelah selesai dari guild Ren pun pergi menuju ke asrama untuk beristirahat.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


...----------------...

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


To be continue....


__ADS_2