
Aku Cindy, seorang pengaguran.
Sehari yang lalu, aku telah selesai di wisuda, dengan gelar dr. Cindy Bernadette lucina Sp.A.
Masa pengangguran ini, aku isi dengan melempar lamaran online dari kost saja.
Belum sehari melempar lamaran kerja online, aku di panggil kerja di RS Internasional di negaraku, walau tujuan ku ya Rumah sakit Luar negeri. Tapi, untuk sementara waktu, itu tidak menjadi masalah. Di bandingkan aku harus menyandang kata pengangguran untuk diriku.
"Perkenalkan saya dr cindy"
"Ibu, ini obat nya di minum 3*1 semua dan wajib habis ya bu"
Itulah pesanku, yang selalu ku sampaikan kepada setiap pasien yang datang di jadwal dinas ku.
Pergilah kasih, kejar lah keinginan mu, selagi masih ada waktu, jangan hiraukan diriku.... (Suara telfonku yg meberitahuku sebuah panggilan masuk).
Mengapa nada deringnya panjang?
Jawabnya, agar aku dapat mendengar jika ada panggilan masuk.
"Hallo tante"
"Kenapa?" Sahutku.
"Kamu kesini ya"
"Nenek mau jumpa sama kamu Cin" Jawab tanteku.
__ADS_1
"Iya tan"
"Siap dinas aku kesana ya tan"
"Udah ya tan, lagi kerja nih" Jawab ku kembali dan mematikan telfon.
Aku memiliki seorang nenek yang ku sayang, dia sedang sakit dan sudah di vonis berumur pendek dalam waktu 2 bulan ini.
"Nenek, aku datang" Ucapku dengan meletakkan buah di meja kamar rawat nenek.
"Kamu kapan nikahnya Cin?"
"Nenek udah mau di panggil Tuhan"
"Nenek mau liat kamu nikah dulu" Tanya nenek dengan suara yang pelan di atas tempat tidur pasien.
"Nenek tenang aja nek"
"Yang terpenting. sekarang, nenek rajin minum obat, banyak makan dan selalu berdoa ya nek" Jawab ku untuk pertanyaan nenek.
"Aku butuh bantuan kalian, carikan aku pria yang udah siap mental untuk nikah dalam waktu dekat.
Jika ada yang sesuai langsung anjurkan chat aku 3 kali dalam 1 menit.
Yang berani bertanya, alasannya kenapa, aku keluarkan dari grup" itu adalah kata-kata yang aku kirim di grup Akun sosial media ku.
Ting Ting Ting, notif khusus grup tersebut.
__ADS_1
53 pesan belum di baca dalam waktu 2 menit saja.
"Apa kawan kawan ku sehebat ini?"
"Dalam mencari seorang pria siap nikah?" "Atau, apa aku saja yang kurang bergaul?"
"Sehingga untuk memikirkan pria mapan saja, aku masih membutuhkan tenaga sukarelawan kawan kawan ku?" Gumaku dalam hati.
Dengan ukuran HP yang saat itu tidak terlalu lebar namun sedang trend.
Aku mulai membuka pemberitahuan itu.
Bagaikan lelehan ice yang di siram panasnya larva, maka seperti itulah cairnya pemikiran ku ketika membuka HP-ku.
53 pesan tersebut, telah aku baca dalam waktu kurang 10 detik.
Siapa sangka, isi semua pesan itu dari seorang Melany, sahabat baikku dengan isi pesan "P" sebanyak 53 kali.
Dimana P mewakili PING saat itu.
Dengan cepat kilat dan tidak takut Typo, serta aku yang bersemangat 45 mulai mengetikan pesan "Aku rasa, kamu harus kembali ke TK. Jika tidak paham dengan isi pesan ku di grup, Nyonya Melany terpuruk"
Itu merupakan isi pesan yang ku kirim dengan emosi yang tinggi.
klik tombol send, dan langsung ceklis biru.
Aku yang melihat pemberitahuan pesanku langsung ceklis biru menuai kecurigaan yang dalam pada sahabatku itu.
__ADS_1
"Apa anak ini menunggu baalsan chatku?" "Belum ada aku berkedip, sudah di baca saja" Ucapku