PCC Perjalanan Cinta

PCC Perjalanan Cinta
Tekad


__ADS_3

permisi, bisa antar saya ke Perusahaan Bosca? ucapku kepada salah satu supir Taxi di bandara.


Rp, 475.000 ,00 harganya lain uang Tol ucap supir tersebut.


Oke jawabku, kau yang saat itu tidak tau harga dan berapa jauh jarak nya, aku hanya bisa mengikuti saja, dan aku tahu itu sangat mahal, sekitar 2 jam aku telah sampai, karena terkena macet.


pukul 14:45 waktu setempat, aku telah sampai di sebuah gedung yang tinggi dan besar. aku turun dari Taxi dan berjalan menuju kantor tersebut.


STOP, teriak seseorang di belakang ku saat aku di Lobby.


permisi ibu, bisa lihat Tanda pengenal? ucap seorang keamanan di situ.

__ADS_1


iya tunggu ya pak ucapku sambil membuka tas ku, mengambil dompet ku dan memberikan tanda pengenal ku ke pada petugas keamanan tersebut.


Maaf ibu, ibu bukan warga kota ini, melainkan luar kota, jika boleh tau, ada keperluan apa ibu kesini?


Saya ingin menjumpai bang Dion ucapku,


mari ikuti saya ibu, sambil berjalan.


Ibu tunggu sebentar disini, saya akan mengecek melalui komputer, ucap petugas keamanan saat itu.


Tidak ada yang nama nya Dion di perusahaan ini, maaf ibu, mungkin anda salah kantor.

__ADS_1


sesaat, saat aku mendengar kan hal itu, tubuhku gemetaran, seketika tangan dan kaki ku dingin dan jantung ku ber irama tidak beraturan.


Tidak mungkin pak, pasti ada atas nama Dion, dia manajer utama di perusahaan ini. ucapku dengan tempo yang gemetaran.


Maaf ibu jika tidak ada kepentingan ibu bisa keluar dan tinggalkan perusahaan, sebab hanya orang tertentu yang bisa masuk kesini.


seperti terhipnotis, aku keluar dan meninggalkan kantor tersebut. aku duduk di samping Pinggir jalan kantor tersebut, saat itu matahari yang ada sangat panas membakar ku yang duduk di pinggir jalan saat itu.


Aku pusing Tuhan, apa yang harus aku lakukan? bukan kah, Engkau yang menyuruh ku kesini? apakah Engkau hanya ingin menyuruh ku mengetahui bahwa dia bukan kerja disini? Engkau Jahat kepadaku Tuhan, jika kau ingin menunjukkan kenyataan ini kepadaku, aku tidak perlu. ini sama aja Engkau juga ikut mempermainkan aku saat ini.


Awwww perutku sakit, aku lupa obat ku tinggal di Kost ku dan tidak ku bawa, aku rasa Tampon ** (seperti pembalut, namun ini di masukan ke ** ya) ku sudah penuh, Namun perut, aku mohon jangan saat ini dulu sakitnya. apakah kau juga sama ingin menghianati aku juga saat ini. aku mohon, hidupku sangatlah tidak bagus saat ini.

__ADS_1


Tuhan, jika emang benar, ini adalah jalan takdirku, kenapa harus seperti ini Tuhan? apa guna nya aku mengikuti mimpi itu, aku fikir itu jalan yang terbaik yang Kau tunjukkan kepadaku. namun salah itu mempermainkan ku juga. Dimana keadilan mu untuk ku Tuhan? Ucapku dengan isak tangis di siang hari itu yang panas


__ADS_2