
"Hanya read aja?" Tanyaku dengan melihat pemberitahuan chat ku, yang hanya di read saja.
"Biarkanlah, dia berkembang biak sesukanya" Ucapku.
"Saatnya cuci muka" Ucapku dengan melemparkan Hp ke tempat tidurku.
Ting, tong, ting, merupakan suara pemberitahuan chat masuk yang aku dengar dari kamar mandi aku rasa itu Melany
"Mungkin Melany" Jawabku dengan mencuci wajahku.
Ping!!
Ping!!!
Ping!!!
Cindy...
Cindy...
Hy...
Kamu teman nya Melany ya?
Halo...
Selamat malam..
"47 chat belum di baca" Ucapku, setelah keluar dari kamar mandi, dan melihat HP-ku.
Aku segera membuka pemberitahuan tersebut dan berharap, itu bukan dari Melany.
"Sepertinya dugaanku salah" Ucapku.
Ternyata terdapat banyak no baru yang chat aku.
"Hufffttt!!! Akhirnya di mulai juga penyeleksian kriteria"
"Tuhan, Dalam doaku, aku sudah meminta di berikan yang terbaik dan harus dapat hari ini juga"
Walau permintaan ini agak keterlaluan, aku mohon bantuan mu Tuhan. Amin" Ucapku sebelum membuka pesan tersebut.
Hy nama aku Cindy, jika boleh tolong isi pertanyaan ini ya,
FORMULIR PENDAFTARAN
Nama:
Umur:
Agama:
Pekerjaan:
Itu merupakan sebuah pesan otomatis yang aku kirim untuk membalas puluhan chat yang datang.
"22:45 WIB, ternyata sudah jam segini" Ucapku.
"Mungkin, ini waktu yang tepat membaca dan membalas pesan mereka" Ucapku.
Seakan sedang sidang skripsi, aku sangat cermat meneliti jawaban mereka satu persatu.
Sekali aku merasa salah satu dari jawaban itu tidak sesuai, maka pesan itu langsung tidak ku balas.
__ADS_1
"Hufffttt!!!!" Keluhku di tempat tidur.
"Ya Tuhan, apaan ini?"
"Dari semuanya, Tidak ada 1 pun yang sesuai"
"Tuhan bantu aku" Ucapku sambil memeluk bantal gulingku.
Seakan Tuhan mendengar doaku begitu cepat.
Sebuah chat masuk
"hai" isi teks chat tersebut.
Secepatnya aku kirim formulir pendaftaran ku padanya dan bersiap-siap untuk tidur.
Ting tong ting tong, Pemberitahuan chat masuk di HP-ku.
"Sebenarnya, udah malas sih"
"Tapi, ya udah balas aja" Ucapku sambil membuka HP ku dan melihat isi chat tersebut.
"Cocok, sangat cocok dan ku bungkus" Ucapku.
Pria yang chat terakhir denganku, sangat pas dengan kriteria ku.
"Tidak salah, jika aku memaksakan untuk melihat balasannya" Ucapku.
"Kamu sudah tidur? sebuah isi chat ku kepadanya.
"Belum nih, kalau kamu?" Balasnya.
"Eh, dia balas begitu cepat" Ucapku dalam hati.
"Kalau aku, pasti belum tidur dong, kan tidak masuk akal, jika tidur bisa membalas pesan kamu" Balas isi Chatku kembali dengan sok akrab.
Aku buka Hp ku, ku baca kembali pesan terkahir yang ku kirim.
"Apa karena aku tidak beri pertanyaan? sebab dia tidak balas?" Tanyaku.
"Namun pesan nya juga belum di baca"
"Apa dia sudah tidur?" Tanyaku.
Aku sesaat berubah menjadi orang yang tidak menentu.
Aku beranikan mengetik pesan untuk di sampaikan padanya
"kamu Sudah tidur?" Isi pesan ku.
5 menit kemudian, pesan ku belum di read juga.
"Ya sudah lah, mending aku tidur saja" Ucapku.
"kalau jodoh juga, tidak kemana"
"Tuhan, aku mau dia aja deh" Ucapku dengan memejamkan mata.
Pergilah kasih kejar lah keinginan mu selagi masih ada waktu.... (Pemberitahuan panggilan masuk)
Tanpa melihat nama kontak, aku langsung mengangkat,
"Kamu sudah tidur ya?" Jawab suara dari telfon ku.
__ADS_1
"Belum kok"
"kamu siapa ya?" Tanyaku.
"Aku Dion, yang chat kamu barusan" Jawab pria itu.
Jreng, jreng, jreng, mata melek, hati keras, reakasi spontan meluk meluk bantal, tangan remas remas sprei dan banyak yang di lakukan saat telfonan sampai pindah-pindah tempat.
"Kamu kenapa telfon aku tiba-tiba?" Tanyaku memecahkan suasana yang sempat jeda akibat aku yang heboh.
"Mending, telfonan daripada chat" balas nya kepadaku.
"Aduh, kenapa dia gak ngasih aku pertanyaan sih?"
"Jadi canggung, mau nanyak apa nih" Ucapku dalam hati.
Tiba-tiba, muncul satu pertanyaan dari alam setengah sadarku.
"Kamu tau no aku darimana?"
"Aku ambil di grup alumni aku"
"kata kawan aku di grup itu, adik nya suruh share ke semua grup" Jawab dia kepadaku.
"Oh iya, gitu ya."
"Kalau boleh tau, pesannya apa ya?" Tanyaku.
"Boleh kirim ke aku ya sekarang"
"Aku mau kunci pintu dulu, aku matikan bentar ya" Ucapku dengan fikiran yang paling sadar.
"Ampun, malu bener aku, sampai di alumni orang lain juga ada aku"
"Pasti biang keroknya ada di grup aku nih" curiga ku.
Ting tong ting tong, Suara pemberitahuan chat ku!!!
Ku buka dan ternyata.
"Di cari pria yang mapan fisik dan batin untuk cewek kebelet nikah dalam minggu ini, silahkan hub no ini 08123456xxxx"
"Sialll, seperti aku gak laku saja" Ucapku dengan kesal.
Kalau di lihat-lihat, aku ini cantik, pintar, imut, dan apa adanya.
Gak rugi-rugi banget di bawa ke pasar sih.
Tapi dengan pengumuman seperti itu, aku malu banget Tuhan.
Tapi, jika ini yang terbaik, aku juga gak ingin kecewain nenek.
"Aku sudah tentukan dia yang akan bersama ku" Ucapku.
"Sebenarnya gak begitu juga sih bang dion, itu terlalu berlebihan"
"Oh iya, aku bisa panggil abang atau nama aja sebelumnya?"
Tekan kirim dan terkirim deh,
"Hufffttt!!! Memalukan banget.
"Oh iya, biar berakhir aja, lebih baik aku matikan paket data ku saja"
__ADS_1
"Dan dia pasti berfikir pasti aku sudah tidur"
"Jadi besok pagi, bahas yang lain deh" Ucapku