PCC Perjalanan Cinta

PCC Perjalanan Cinta
Malam Pertama


__ADS_3

Sudah sampai, yaudah aku turun duluan ya bang Dion sampai jumpa 5 bulan lagi menjelang tunangan saut ku.


aku numpang kamar mandi bisa sayang? kata bang Dion padaku. iya bisa, ayo ikut denganku bang. biar cepat juga pulang soalnya dah malam begini,


AW www gelap, kenapa lampunya di matikan, jail banget saut ku. ke bang Dion.


tiba tiba sepasang tangan yang kekar memelukku dari belakang "sayang, semenjak liburan tidak ada waktu berdua dengan kita" ucap bang Dion kecil di belakang telingaku.


sekita saat itu, yang aku rasakan rasa aliran darahku bergolak lebih panjang ke arah leherku.


bang Dion, aku susah bergerak untuk,


tiba tiba bang Dion memotong pembicaraan ku, Memelukku semakin kuat sehingga aku menjatuhkan tas yang ku sandang.


"mengapa kamu susah bernafas? aku hanya memeluk mu seperti ini saja, dengan suara serta hembusan nafasnya di belakang leherku membuat aku mengerti hal yang selalu aku edukasi ke pasien aku mengenai awalan Libido.

__ADS_1


Hangat rasaku, ucapku dalam hati. lidah bang Dion sekarang seperti menyapu bersih leher belakangku, dan itu membuat aku kehilangan akal. "Apa kamu menikmati nya sayang?, mengapa kamu sangat kaku?"


tidak tau kenapa, saat dia menggendong ku ke tempat tidur, aku seperti boneka yang menurut.


AKU MALU, ucapku spontan.


tenang saja ini juga hal yang pertama buatku tambah bang Dion.


TAPI AKU TAKUT, tenang saja orang tua kita sudah saling kenal sayang dan sebentar lagi juga kita akan menikah.


Aw, silau banget saut ku yang tau bang Dion menyalakan lampu.


Silau ya syg, sambut bang Dion mengecup bibirku.


mataku kontras melihat ke seprai putihku, sekarang ber bercak merah tidak beraturan,

__ADS_1


"sayang kenapa kaget? itu adalah darah keperawanan kamu, bukannya dokter sudah tau ya akan hal ini?" tiba tiba suara itu menyadarkan ku.


"iya, aku tau sayang namun aku hanya kaget saja melihat darahku sendiri, dan kamu memasukan sperma mu ke dalam, aku hanya takut saja, aku belum siap hamil" ucapku.


tenang saja sayang aku akan bertanggung jawab, dan kamu tidak akan hamil sebab kamu seminggu lagi akan haid kan? bukannya harusnya kamu tau ini? tambah bang Dion seolah olah menenangkan ku.


iya sayang, aku hanya cemas saja ucapku sambil memakai dasterku.


yaudah sayang, aku pulang ya, ucap bang Dion kepadaku.


tunggu aku 6 bulan lagi saat kita tunangan.


jangan bandel bandel dan jangan terlalu akrab dengan laki laki lain ya sayangku.


sekali lagi bang Dion mencium bibirku, sekali ini sangat lama, dan beberapa kali bang Dion memegang Tubuh ku. hingga kami kembali ke tempat tidur lagi saat malam itu. dan tertidur seperti sepasang suami istri. Hingga bang Dion memutuskan kembali ke apartemen keluarga nya jam 4 pagi. malam itu serasa panjang bagiku dan bang Dion.

__ADS_1


__ADS_2