
"Uuahhhhhhhhh hooooaammm, capek banget" Ucapku dengan enteng nya aku menghantarkan tubuhku di tempat tidur ku.
"rasa ini, sangat nikmat di seluruh dunia"
"saat baring di tempat tidur"
"saat capek dan fikirkan penat" Ucapku.
pergilah kasih kejarlah keinginanmu selagi masih ada waktu....... nada dering panggilan masuk di Hpku.
APA!!!!!!
"Panggilan ini dari bg Dion"
"ini pertama kalinya dia menelepon aku sebelum yang kemarin"
"Aku tidak pernah mendengarkan suaranya lagi"
"hallo iya kenapa bang?"
"hallo dengan indy"
"hallo, ada apa?"
"AAAAAHHHHHHH, apa yag harus aku jawab?"
"apakah suaraku sudah bagus?" Tanyaku saat itu dengan memikirkan suaraku yang terdengar disana.
Pergilah kasih kejarlah keinginanmu selagi masih ada waktu..... suara telpon ke dua menyadarkan ku kembali jika aku belum mengangkat telfon bang Dion.
"Hallo" Suara pria yang belum ku dengar namun membuat ku grogi.
"Iya Hallo juga" Jawabku terbata bata.
"lagi apa?" balasnya kepada ku.
"Lagi tiduran, kalau kamu?" tambahku lagi yang tidak tau mau jawab apa lagi.
"sama lagi tiduran juga nih, heeeeee" jawabnya ke aku.
"OMG"
"kenapa, dia tidak bertanya lagi padaku?"
__ADS_1
"apa yang harus aku Tanyak?"
1 menit berlalu hanya diam saja
"KAMU MAU MENIKAHI AKU?" tiba tiba aku mengeluarkan kata kata yang bodoh kepada bang Dion.
"aduh gimana ini, aku salah bertanya,"
"Nenek bantu cucumu ini"
"BOLEH BANGET!!!!"
JEDARRRRRRR, rasanya petir menyambar jantung ku dan aku langsung mematikan telfon kami.
Seperti tersambar petir, aku tidak akan menyangka jawabannya seperti itu.
pergilah kasih kejarlah keinginanmu selagi masih ada waktu......
"gawat, dia nelfon lagi"
"Aku jawab apa ya?
"bilang saja itu salah ucap"
"Hallo bang"
"kenapa telfon nya putus?" tanyak ku tanpa berfikir panjang, bahwa aku yang mematikan telfon tadi.
"Mungkin sinyal kurang bagus Cindy" tambahnya.
"mengenai yang aku ucapkan tadi bang" belum selesai aku menceritakan perkataan ku, bang Dion langsung memotong ucapan ku.
"Iya aku bersedia MENIKAHI MU"
Tut..... suara mematikan Hp yang berasal dari Hp ku dan pelakunya adalah tanganku sendiri, secara alam bawah sadar ku yang melakukan.
pergilah kasih kejarlah.....
"Hallo bang, kenapa putus telfon nya?" Jawab ku sebelum dia bertanya.
"Kurang tau Cindy"
"mungkin jaringan Cindy" jawabnya dengan cepat.
__ADS_1
"Mengenai hal yang tadi"
"aku minta maaf ya, sembarangan bertanya seperti itu bang Dion" Ucapku dengan suara lemas agar di kasihani.
"Aku beneran Cindy"
"bulan depan libur musim semi kan?"
"Aku dan keluargaku akan berwisata di kotamu"
"kita bisa bertemu kan?"
"Oh Tuhan"
"Engkau menjawab doaku, selalu paling cepat"
"Akhirnya, aku tidak perlu berusaha payah lagi"
"Bahkan, calon suamiku, orangnya sangat tampan dan keren"
"Mengalahkan artis artis di luar sana"
"Semua orang pasti cemburu melihatku"
"Terimakasih kepada temanku dan sahabat ku Melany, atas bantuannya ini" Ucapku dalam hati.
"baru nenek saat di Rumah sakit bertanya kepada ku dan aku jawab sebulan lagi"
"atau lewat sebulan, karena dia juga kerja dan ada keperluan masing-masing"
"dan Tuhan, menjawab permohonan ku secepatnya." ucapku
Hallo Cind...
Cindy....
ada orang?......
"suara Dion membangun kan lamunan ku tiba-tiba saja saat itu"
"iya hallo,"
"iya kamu kapan datang?" Tanya ku saat itu.
__ADS_1