PCC Perjalanan Cinta

PCC Perjalanan Cinta
Aku dan Keluarganya


__ADS_3

kami pun tiba di Apartemen tempat Keluarganya menginap.


sudah sampai, apa kamu grogi? tanyak bang Dion kepadaku.


lumayan deh jawabku singkat sambil keluar mobil.


kami pun berjalan dan menuju Lift.


Lantai 34, ya saat itu aku tidak salah lihat, dia menekan tombol 34.


29,30,31,32,33,34 dan kami pun sampai di lantai 34, ku ikuti langkah nya mengarah ke pintu kamar 1009 A-F.


dia menekan tombol bel di depan kamar dan keluarlah sosok cewek sebaya dengan bang Dion membuka pintu dan memanggil abang.


kenapa gak ngabarin kalau sudah sampai bang kata perempuan yang tidak aku ketahui namanya itu.


ayo masuk kata bang Dion kepadaku.


Hallo kata bang Dion menyapa keluarga nya.

__ADS_1


Ini Cindy kata bang Dion memperkenalkan aku.


Hallo saya Cindy, sambil menyalam satu persatu keluarga dia yang ada disitu.


Canggung banget ternyata, tiba tiba suasana hening. dan Mamahnya membuka pertanyaan. kerja dimana Cindy?


kerja di RSI OSPI tan, jawabku.


sebagai apa Cindy? tambah mamahnya lagi


Dokter spesialis anak tan jawabku kembali.


kenapa mau pacaran diam diam sih, apa enaknya? tanyak perempuan yang membuka pintu tadi dan itu adalah adiknya yang pertama, iya soalnya aku saat itu aku sedang pendidikan terakhir sih tambahku.


waalupun seperti itu setidaknya untuk keluarga sendiri kan tidak baik sembunyi sembunyi tambah adik nya yang ke 2.


aku hanya tertawa kecil saja. namun dalam hatiku seperti nya mereka berdua ingin mengajak aku perang.


itu kan pribadi masing-masing tidak bisa kita salahkan jawab seorang perempuan dari dapur dan perempuan itu adalah kaka dia.

__ADS_1


sudah selesai basa basi nya kan, bagaimana jika kita jalan jalan ke pantai Nier? sahut bang Dion memecahkan kerusuhan sedikit di dalam apartemen tersebut.


semua sudah bersiap-siap berangkat di dalam mobil.


sekilas aku melihat jika di dalam keluarga nya sepertinya adiknya yang kembar itu tidak terlalu suka dengan aku hanya berbeda dengan kaka dia yang sedikit membela aku namun aku tidak tau apakah hanya kebetulan saja, dan untuk mamahnya aku belum bisa membaca nya, sedangkan ayahnya cenderung memperhatikan saja.


yosshhh kita sudah sampai di pantai Nier, beberapa saat kami sudah mengganti baju kami menjadi baju pantai,


aku duduk di pasir pantai Nier yang putih melihat ombak pantai ini berulang kali.


Omongan ke dua adik ku tadi tidak usah di ambil hati kata bang Dion kepadaku sambil duduk di samping ku.


aku tidak mikirin apapun kok, ya menurut aku wajar sih mereka seperti itu, apalagi mereka kembar.


oh ya, seperti yang keluarga kamu katakan bahwa akhir tahun ini akan menikah, keluarga aku setuju saja, nanti akan di bahas lebih dalam lagi. apa kamu siap? tanyak bang Dion kepadaku.


iya sesuai kesepakatan dengan keluarga ku juga akhir Tahun ini.


ayo gabung dengan mereka biar suasana lebih akrab lagi karena lusa aku akan pulang kembali ke kota ku, ucap bang Dion

__ADS_1


__ADS_2