
Seakan tidak percaya dengan hasil yang ku dapat saat ini, aku menggunakan stik testpack ku yang lain, namun hasilnya masih tetap sama, aku POSITIF HAMIL. seketika Dunia ku terasa berhenti di saat itu juga, mengapa seperti ini? seharusnya ini tidak terjadi. ku tinggalkan stik testpack positif itu di kamar mandi dan meraih Hp ku,
Memanggil bang Dion, itu adalah tulisan yang ada di layar Hp ku saat itu.
namun panggilan ku tidak di angkat.
aku telfon berulang kali hingga ke 20 namun tidak ada jawaban sama sekali. aku pun mengirimkan chat yang menyatakan jika aku hamil saat ini, namun chat tersebut tidak di balas juga. aku yang saat itu panik dengan kejadian yang menimpa ku, mencoba mengirimkan pesan singkat atau SMS dengan kata kata yang sama.
__ADS_1
setengah jam berlalu namun pesan ku dan telpon ku tidak di balas dan angkat.
ku coba menenangkan diri kembali. namun tidak beberapa saat aku ingin BAK kembali. ku ambil penampung air kemih yang lain, dan aku tampung kembali, kemudian aku mengambil stik testpack ku, dan aku celupkan ke dalam air kemih ku yang tertampung. tidak mungkin, hasil nya kenapa sama saut ku.
aku pun lari kembali ke kamar ku untuk mengambil Hp ku, dan aku lihat bang Dion membalas pesan ku, aku sedang rapat, setelah rapat aku Telfon balik ya tambahnya melalui chat.
aku yang saat itu tidak tau harus berbuat apa, aku yang saat itu tidak mengerti apa yang sudah terjadi padaku. hanya terdiam dan melihat kembali stik testpack itu.
__ADS_1
tiba tiba nada dering hp ku memanggil
"panggilan masuk Bang Dion"
segera aku mengangkat telfon ku. saat aku angkat, tiba tiba mulut ku seperti tidak ter rem dan berkata "aku hamil, kamu harus tanggungjawab, aku gak mau tau, nikahi aku jawab ku" sayang kamu tenang dulu sayangku, aku tanggung jawab sayang, namun kamu harus tenang dulu jangan panik, bukannya ibu hamil harus tenang kan? tanyak nya menenangkan aku yang saat itu panik sekali.
aku takut, aku hamil, aku malu teriak ku sambil menangis.
__ADS_1
sabar ya sayang, kan aku ada, kenapa harus malu sayang? kamu tenang aja, aku selalu dengan kamu ya sygku, aku gak mau kamu sedih syg, ingat kamu sedang mengandung anak kita, percuma kamu dokter, masalah seperti ini kan kamu harusnya sudah tau sayang kalau kamu stres kamu bisa mempengaruhi keadaan bayi kamu, aku tidak mau ibu dan bayi ku kenapa kenapa ya sayangku.
seketika saat aku mendengar kan suara itu, aku menjadi tenang, aku percaya jika dia akan bertanggung jawab, aku yang saat itu memegang perutku dan mengelus nya dengan lembut berkata semua akan baik baik saja sayang.