
Cindy kan??? suara yang memecahkan kesadaran ku.
iya Cindy jawabku terbatah batah. dan diam sambil menunduk.
apa setiap tamu tidak di perbolehkan masuk? tambahnya kepadaku, seakan mengisyaratkan bahwa aku harus menyuruhnya masuk.
iya maaf, silahkan masuk jawabku.
ternyata kamu berbeda dengan yang selama ini aku fikirkan tambahnya sambil jalan menuju bangku di kamarku dan duduk.
mampus aku, apa karena aku pakai make up yang norak? gumaku dalam hati, maksudnya gimana bang? saut ku bersuara agak berani.
kamu, pertama kali kita telfonan dan selanjutnya Video Call seperti nya kamu agak cerewet sedikit dan tidak di seperti ini, atau apakah karena kamu malu ya haaaaaa suaranya membuat nyali ku tertantang.
gak juga kok, hanya awalan saja, sebentar lagi juga kamu lihat asli ku gimana haaaaaa tambahku agar suasana tidak mati kutu.
__ADS_1
tapi kamu lebih cantik aslinya di banding kan foto di akun media sosial dan saat kita VC.
Haaaaaaaa suara ketawaku dengan besar, tidak perduli dan gak perlu jaga penampilan lagi "kamu mau gombal ya? kuno tau" tambahku membalas perkataan nya tadi.
mending kita jalan saja menuju Rumahku, bukannya kamu mau berjumpa keluargaku dan mengajak makan siang bersama?
iya benar mending kita berangkat sekarang, kuy lah sambutnya dengan mengulurkan tangan nya ke arahku.
seperti terhipnotis untuk pertama kalinya aku menggandeng tangannya. dan menuju mobil nya.
kamu yang tunjukkan arah atau kita pakai Maps saja? tanyak nya padaku saat di dalam mobil.
dari sini nanti ke kanan terus saja 10 KM. tambahku menjelaskan kepadanya.
oke siap boss, jawabnya dengan menghormat kepadaku.
__ADS_1
saat di perjalanan dia sangat pandai membuat situasi rileks,
saat di kamarmu aku mencium bau parfum yang menyengat, apa kamu sengaja menyemprotkan parfum? dia bertanya kepada ku, dan itu adalah pertanyaan yang membuat aku malu.
oh bukan, tadi aku pakai parfum ke tubuhku karena aku fikir saat kamu datang kita langsung cabut, dan emang parfum aku itu sedikit saja wanginya sudah kemana mana. jawabku dengan cepat, terimakasih akal fikiran, kamu membantu aku, tambahku dalam hati.
oh seperti itu ternyata, karena aku mau nyarankan, kalau untuk mengharumkan ruangan pakai pewangi ruangan saja bukan parfum sih haaaaaaaa, ketawanya dengan suara ringan.
aku hanya membalas dengan suara ringan juga "emang benar, lagian pewangi ruangan ku ada di dekat lemari kok".
kamu sudah siap ketemu keluarga aku? tanyak nya kepadaku.
kamu khawatir kan dirimu saja, yang sebentar lagi Bertemu dengan keluarga aku, haaaaa jawabku.
dengan tanpa fikir panjang dia berkata padaku "aku tidak perlu waktu dan khawatir, karena aku pria yang bertanggung jawab dan sesuai dengan apa yang aku omongin, justru aku yang mau bilang gitu, kamu tidak khawatir bertemu keluarga aku? tambah nya yang memojokkan ku.
__ADS_1
biasa aja, jumpain keluarga kamu saja, bukan jumpain kepala negara atau kepala bumi kan? tambahku.
seperti itu lah yang terjadi, setiap perdebatan pasti selalu di menangkan dia.