
Akhirnya sampai juga, saut ku spontan di dalam mobil.
saat ini aku dan bang Dion berada di Restauran American yang terkenal di kotaku, dan di meja VIP sudah menunggu keluarga ku.
Tak Tak Tak suara sepatu ku dan sepatu bang Dion secara tidak beraturan berjalan menuju ruangan VIP no 2, terlihat dari jauh sosok wanita yang aku kenal yaitu Nenek ku.
kamu siap? tanyak bang Dion kepadaku yang sekita memecahkan pandangan ku yang melihat ke arah nenek.
Tunggu sebentar, bukan nya harusnya aku yang berkata seperti itu ke kamu? ini kan keluarga ku, yang orang baru nya kamu, kenapa jadi aku yang harus siap? tanyak ku sambil bingung.
ya udah kita lihat saja yang terjadi nanti heeeee ucapnya sambil ketawa kecil.
Hallo nenek, hallo semua saut ku sambil mencium pipi nenek ku.
ini calon suami cucuku ya, sini nak duduk di samping nenek, saut nenek ke bang Dion.
terimakasih nek, ucap bang Dion sambil duduk di bangku yang kosong di samping nenek.
mohon maaf ya sebelumnya ini keluarga ku kenapa menawarkan bangku ke orang lain duluan sebelum aku? tanyakku dalam hati. tanpa memikirkan hal lain aku duduk saja di samping abang aku.
Tante indy, panggil Yuna salah satu keponakan ku, Yuna adalah anak dari abang ku no 2 berumur 4 tahun.
iya Nana sayang sambil mengarahkan tanganku ke depan Yuna dan memangku nya di pangkuanku.
__ADS_1
Yuna sekarang sudah besar ya, sambil mencium kepalanya Yuna yang harum.
Jadi kapan akan nikah? tanyak nenek yang memecahkan suara di restauran.
nenek belum apa apa sudah tanyak hal itu saut ku.
Iya ngomongnya nanti saja mah, di tambah perkataan Papah ku.
aku mau saat ini, kenapa? lebih cepat lebih baik kata nenek. ya saat ini nenek seperti anak kecil rasaku.
Makanan sudah tiba saut Pelayan tersebut.
Kami pun semua makan seperti biasanya dan mulailah pertanyaan keluar satu persatu saat selesai makan,
1 minggu saja tante.
Nikah nya bisa akhir Tahun ini? tanyak nenek ku lagi.
kalau saya bisa saja nek, tergantung Cindy nya bisa atau gak nya heeeeee. tambah bang Dion.
Nenek kan sudah akan meninggal, sebelum meninggal ingin liat Cindy menikah dulu, tambah nenek memperjelas dengan wajah penuh harapan.
Cindy juga sudah cerita nek akan masalah itu nek, heeeee. jadi saya minta izin nek, om, tante, kaka dan abang Cindy, nanti saat Cindy saya bawa bertemu keluarga saya, akan membicarakan hal yang nenek biacara kan tadi, mohon restu nya semua.
__ADS_1
kami tidak masalah nak, asal sama sama suka dan saling menjaga, sebab urusan menuju rumah tangga itu, akan di bina dan di tanggung jawab oleh kalian sendiri tambah papah ku. begitulah suasana makan di Resto saat itu.
14:30 WIB, saat nya aku dan bang Dion berpamitan dengan keluarga ku,
Mamah suka dia, dia sopan dan tidak kaku, mamah harap watak dia seperti itu aslinya. jika bertemu keluarga nya jangan lupa salam dulu, jaga sikap, biasakan selesai bicara lawan kamu bicara baru kamu yang bicara, tambah mamah ku yang bicara diam diam di telingaku.
Semuanya kami pamit dulu ya sambil bergegas meninggalkan keluargaku, dan menuju ke parkiran.
Bagaimana kamu sudah siap? tanyak bang Dion kepadaku.
Siap apa? tanyak ku singkat.
siap bertemu keluarga ku di hotel balas bang Dion.
sedikit grogi nun apapun itu harus di jalani, sama seperti tadi jawabku dengan enteng namun sebenarnya aku grogi berlebihan.
Sabuk pengaman nya di pakai ndy, percuma dokter kata bang Dion saat kami di mobil.
hubungan nya sabuk pengaman dengan Dokter apa ya bang Dion haaaaa ketawa ku lepas.
ya kan berhubungan dengan keselamatan, tambah bang Dion.
haaaaa aku hanya ketawa lepas saja saat itu dan memakai sabuk pengaman ku sambil berkata itu tugas pak polisi untuk mengingat kan, kalau kecelakaan nya, aku yang obati. sahutku.
__ADS_1
breeeemm breeeemmmm (aku suara mobil berjalan)