
Aku yang mendengar alasan itu berfikir kembali. apakah hanya perkara hal seperti itu aja kamu tidak bisa jujur kepada ku? dan meninggalkan aku? kamu dulu hanya bertanya apakah aku mau meninggalkan pekerjaan ku? walaupun kamu mengulangi pertanyaannya itu, jujur dalam hatiku, aku tidak ingin dan sangat tidak ingin berhenti dari kerjaan ini yang udah kau tekunin dan aku ingin melanjutkan S3 ku, tapi kamu tidak pernah bilang jika Keluarga kamu menginginkan pasangan mu untuk menjadi istri yang selalu di rumah tidak menjadi wanita pekerja, harus nya kamu ngomong, kamu punya mulut dan otak kan? seharusnya kamu ngomong alasan nya. tanpa perlu hanya bertanya saja. ucapku kepada Dion.
sekarang pilihan nya ada sama kamu ndy, jika kamu mau silahkan, namun jika tidak, aku juga kurang tau harus melakukan apa ndy, mengalah saja untuk hal ini ndy, ucap Dion kepadaku.
baik lah, apa bukti yang bisa kamu berikan kepadaku Dion? tanyak ku kepadanya.
bukti? kamu minta bukti sayang? ucap Dion kepadaku.
dengan sangat cepat, Dion menarik kepalaku ke arah nya, memberikan ciuman nya kepadaku, ahhh kasar sekali ciuman ini, ucapku dalam benat ku.
lepaskan Dion ucapku dengan suara tidak jelas saat itu kepadanya.
sial, aku merasakan sesuatu yang sangat keras di bagian bawah sana, aku tau itu ada reaksi alami nya, namun aku tidak mau, sial bagaimanapun aku bukan ingin menjual tubuhku ke dia, fikir ku saat itu.
__ADS_1
Ahhhhhhh tidak, dia menarik paksa dress yang ku gunakan, tangan nya meraba bagian bawah ku.
Jangan... ucapku saat itu.
namun tangan nya sudah berhasil menguasai
permainan yang di atur nya.
sayang, kenapa? bukan kah kmau sangat menikmati? lihat lah kamu sangat basah hari ini, tangan nya di keluarkan nya agar aku melihat nya.
saat itu aku melihat tangan Dion penuh dengan darah aborsi ku.
kamu kenapa bertanya kepadaku? ucapku kepada Dion.
__ADS_1
kenapa dengan darah ini? tanyak nya seperti orang bego.
kamu kenapa bertanya lagi? seharusnya kamu sudah tau kan Dion. ucapku.
kamu sedang haid? bukan nya di akhir bulan ya? ini kan masih awal bulan ndy? tanyak nya kepadaku.
Haaaa haaaa haaaa, apa ku lupa atau bego? ini adalah darah ku, darah anak mu juga. apa kamu lupa dengan nyawa yang tidak berdosa itu? yang harus menanggung dosa bodoh kedua orang tua nya ini? bahkan kamu tidak berfikir kesana, belum ada 2 Minggu aku aborsi dan kamu bertanya darimana darah ini dan memaksa ku untuk berhubungan badan, kamu pakai otak kamu tidak? dasar Bajingan. ucap ku saat itu. sangat spontan dan kesal kepadanya.
apa kamu serius? apa kamu benar hamil? kamu pasti bohong kan?
tidak mungkin kamu hamil dan ABORSI, itu semua omong kosong kamu kan? agar bisa membuat ku tunduk dengan mu? ucap Dion saat itu.
terserah kamu saja, aku juga malas menceritakan, ukuran perut ku yang besar dengan hamil 4 bulan lebih, hasil tes pack kehamilan yang ku tunjukkan juga semua benar kepadamu namun itu hak kamu percaya atau tidak, namun dalam benat ku, aku sangat benci kepadamu jika kamu tidak mengakui itu adalah darah daging kamu. ucapku kepada Dion yang saat itu mencuci tangan nya di wastafel.
__ADS_1
okelah, aku tidak mau membahas hal itu lebih lama lagi ndy, (berjalan mendekati ku dan tidur di samping ku)