
hari ini kau kembali bekerja, setelah hampir 1 Minggu cuti dari RS dan cukup melelahkan seminggu ini bersama keluargaku dan keluarga nya. sesuai yang di rundingkan, aku dan bang Dion akan tunangan 6 bulan lagi, dan pada akhir tahun akan menikah.
ndy, ndy, ndy teriak laki laki yang ku kenal.
sambil menoleh ke arah belakang tepatnya suara tersebut aku menyapa "hai bang Ronald".
pulang dinas nanti kita jalan yuk, soalnya ada yang udah janji dulu sama aku heeeee ketawa bang Ronald kepadaku.
oke bang singkat ku dan berjalan masuk ke ruangan ku.
hari ini seperti nya jadwal kunjungan pasien 3 kali lipat dari yang biasanya tanyak ku ke salah satu perawat di ruangan.
"iya dok, sebab ada rujukan dari RS lain ke ruangan dok" saut perawat tersebut.
seperti nya aku harus cepat kunjungan sebab aku sudah ada janji dengan bang Ronald.
pukul 14:50 sebentar lagi jam dinas selesai, aku siap siap dan make up sedikit deh, biar agak lebih segar.
pergilah kasih kejarlah keinginanmu selagi masih ada waktu....
__ADS_1
" panggilan masuk bang Ronald "
Hallo bang, sahutku
Aku sudah menunggu di parkiran A5 ya dy, kata bang Ronald menjelaskan,
okay bang aku meluncur segera.
ndy ndy ndy kamu di toilet? saut suara yang ku kenal dan ingin ku bunuh seminggu yang lalu.
iya, kenapa? tanyak ku sambil membuka pintu kamar mandi dan melihat tegas ke padanya.
kamu mau kemana? buru buru amat tambah Melany.
aku mau jalan sama bang Ronald, ngawani dia keluar, soalnya aku udah janji.
yaudah selesai dari sana, aku mau bicara sama kamu atau besok deh tentang yang kamu bilang saat itu, tambah melany sambil memainkan Hp nya.
okay dah, kalau gitu akike (aku) tinggal dulu ya say jawabku sambil berjalan keluar ruangan.
__ADS_1
lama ya nunggu bang? tanyakku sambil masuk ke dalam mobil bang Ronald.
15 menit deh gak terlalu lama kok ndy, jawab bang Ronald sambil tersenyum. kita nongkrong di Cafe biasa aja ya tambah bang Ronald sambil menjalankan mobil nya.
aku ikut saja bang tambahku.
saat kami sudah di cafe, bang Ronald terus melihatku.
bang, kenapa Abang melihat aku terus? apa make up aku ketebalan? tanyak ku.
dy, aku mau bilang sesuatu boleh? tanyak bang Ronald seolah olah serius.
iya boleh aja bang, apa itu? tanyakku pemasaran.
soal kamu mencari jodoh, apa aku bisa masuk kandidat? tanyak nya sambil melihat ku dengan serius.
soal itu maaf bang, saat acara keluarga aku udah di jodohkan dan 6 bulan lagi tunangan, jawab ku sambil mengarang cerita dan sebenarnya aku takut nyakiti hati bang Ronald" bang Ronald saat itu hanya terdiam saja, dan aku bingung melanjutkan apa.
yang penting kamu bahagia aja deh ndy, saut bang Ronald kepadaku dan aku membuka percakapan baru.
__ADS_1
sempat terfikir kan oleh ku, saat aku mencari banyak laki laki, kenapa tidak tersirat di benakku sosok bang Ronald yang sudah ku kenal sejak dulu? dan aku akui bahwa aku sebenarnya memiliki rasa suka kepada bang Ronald, dari dulu aku sudah kenal sikap nya yang baik dan pria 99%, bahkan aku sudah kenal keluarga nya dari aku SMA. namun semua seprti nya sudah terlambat, andai saja aku membawa bang Ronald untuk aku kenalkan, bukan bang Dion. namun ya sudahlah, Tuhan juga memberi jawaban yaitu bang Dion.