
"Yah, aku telat 2 menit doang, kira2 gaji di Potong berapa ya?" gumaku dalam hati.
"Secara, aku belum ada 1 bulan kerja di RS ini, udah telat aja"
"Lagian, ini karena, semalam aku chat dengan bang Dion"
"Ngomong-ngomong bang dion" Teringiku saat itu.
"Aku baru ingat, data internet ku belum aku aktifkan" Ucapku sambil mengaktifkan data internet.
Ting,
Ting,
Ting,
dari pintu absen aku jalan ke ruang anak, sepanjang itu HPku tidak berhenti mengeluarkan bersuara yang menandakan pemberitahuan pesan masuk.
279 pesan belum di baca
"serasa, aku tidak buka Hp dalam 1 tahun aja" Gumaku dalam hati sambil tetap memikirkan gajiku dipotong berapa.
Dari semua pesan, mataku hanya tertuju kepada salah satu pesan darj Dion.
Setelah menemukannya, aku langsung membuka pesan itu.
"Udah tidur ya?"
"selamat pagi"
"Semangat kerjanya ya"
wah, seakan aku tidak perduli gaji yang akan di potong berapa.
Aku dengan semangat nya ngetik pesan dan membalas pesan Dion.
"semangat kerja juga buat kamu disana"
__ADS_1
"Maaf ya, aku ketiduran semalam" balas isi pesanku.
"Setidaknya, dia tidak membahas promosi yang ada di grup alumni nya lagi" Ucapku.
Namanya Dion excel, umur nya saat ini 35 tahun.
pekerjaan Manajer Utama di salah satu perusahaan terbesar di negara ini.
Dia tinggal di ibu kota Yangsi sedangkan aku tinggal di kota Bage, masih dalam negara yang sama.
Walaupun harus menempuh kendaraan dengan pesawat.
"Tapi, apa dia benar mencari jodoh siap nikah?"
"Dia tampan, kerjaan okaypunya"
"badan seperti tiang listrik bukan gentong, naik mobil berkelas"
"Tapi, apa yang dilihat dari aku ya?"
"Aku masih bingung memikirkan nya di benak ku" Ucapku saat itu.
"Hallo tan" Sahutku.
"Nenek akan di operasi, kamu datang sore ya" Ucap Tante.
"Iya tan" Jawabku"
"Apa yang harus aku lakukan ya?"
"Jodoh di mata aja belum jelas, walau sudah minta ke dalam doa" Ucapku.
"Dokter Cindy" Teriak susi perawat di ruang anak
"Iya saya, kenpa?" sahutku.
"Dok, hari ini kita ada visit di ruang anak" tambah perawat itu.
__ADS_1
"Okay" singkat ku sambil jalan keluar ruangan.
"Buka mulutnya sayang"
"Keluarkan lidah nya sayangku" pintaku ke anak usia 7 tahun yang sedang dirawat inap.
"Kaka dokter aku kapan pulang?" tanya pasien ku.
"Besok bisa pulang kalau rajin makan ya syg"
"Kalau gak rajin, akan sama kaka aja disini. mau?" Tanyaku.
"Gak mau kaka dokter"
"Soalnya disini gak bisa main kaka dokter" Jawab anak itu.
"Nah, kalau gitu. kamu harus banyak makan dan rajin minum obat ya dek" tambahku.
"Iya kaka dokter" Balas pasien ku.
Setelah selesai mengerjakan tugasku. aku mempersiapkan perlengkapan ku untuk pulang.
"Aku pulang duluan ya" Jawabku ke rekan-rekan ku di ruangan sambil jalan ke lobby dan menuju parkiran.
"Mbak Cindy ya?" sahut Ojol.
"iya saya"
"Bapak, pak Ucup ya?" Tanyaku.
"Iya mbak" sambil memberikan helm ke arahku.
Aku naik motor dengan aplikasi online menuju RS tempat nenek aku operasi.
"Terimakasih, ya pak" Ucapku sambil memberikan helm.
tak tik tuk suara langkah kaki ku, dengan sepatu ku di lantai RS, menuju ruang operasi nenek ku.
__ADS_1
Ternyata nenek, sudah selesai melaksanakan operasinya.